Sindrom Nefritik dapat disebabkan oleh berbagai kondisi, yang paling umum meliputi:
Patofisiologi sindrom nefritik berpusat pada reaksi imunologis yang menyebabkan inflamasi dan kerusakan glomerulus:
Gejala klasik sindrom nefritik sering disebut sebagai trias nefritik:
Gejala lain yang dapat menyertai:
Diagnosis sindrom nefritik ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang:
Penting untuk membedakan sindrom nefritik dari kondisi lain yang dapat memiliki gejala serupa:
| Kondisi | Ciri Khas |
|---|---|
| Sindrom Nefrotik | Proteinuria masif (>3.5 g/hari), hipoalbuminemia, edema anasarka, hiperlipidemia, lipiduria. Hematuria dan hipertensi tidak selalu ada atau tidak dominan. |
| Infeksi Saluran Kemih (ISK) | Disuria, frekuensi, urgensi, demam. Urinalisis menunjukkan leukosituria, bakteriuria. Hematuria bisa ada tapi biasanya tanpa eritrosit dismorfik atau silinder eritrosit. |
| Batu Saluran Kemih | Nyeri kolik hebat, hematuria makroskopik. Urinalisis biasanya tanpa proteinuria signifikan atau silinder eritrosit. |
| Penyakit Ginjal Polikistik | Nyeri pinggang, massa abdomen, riwayat keluarga. Diagnosis dengan pencitraan (USG). |
| Hipertensi Esensial | Hipertensi tanpa tanda-tanda kerusakan ginjal primer. Fungsi ginjal dan urinalisis biasanya normal. |
Tatalaksana sindrom nefritik bersifat suportif dan spesifik terhadap etiologi:
Prognosis sindrom nefritik sangat bervariasi tergantung pada etiologi dan keparahan:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi