Sindrom Koroner Akut (SKA) adalah kumpulan gejala klinis akibat iskemia miokard akut yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen miokard. SKA merupakan kondisi gawat darurat yang meliputi:
Penyebab utama SKA adalah ruptur plak aterosklerotik di arteri koroner, yang memicu pembentukan trombus. Trombus ini kemudian menyebabkan penyempitan atau oklusi lumen arteri, mengurangi aliran darah ke miokard, dan menyebabkan iskemia.
Gejala utama SKA adalah nyeri dada tipikal (angina) yang memiliki karakteristik sebagai berikut:
Perlu diingat, pada beberapa pasien (terutama wanita, lansia, atau penderita diabetes), SKA dapat bermanifestasi sebagai angina atipikal atau gejala non-spesifik lainnya (misalnya, sesak napas tanpa nyeri dada).
Diagnosis SKA ditegakkan berdasarkan kombinasi anamnesis, pemeriksaan fisik, Elektrokardiografi (EKG), dan biomarker jantung.
EKG 12 sadapan harus dilakukan dalam 10 menit pertama sejak pasien tiba di fasilitas kesehatan.
Pengukuran troponin jantung (cTnT atau cTnI) adalah gold standard. Sampel darah diambil saat pasien tiba dan diulang 3-6 jam kemudian.
Biomarker lain seperti CK-MB juga dapat digunakan, namun troponin lebih spesifik dan sensitif.
Tabel berikut merangkum perbedaan utama dalam spektrum SKA:
| Kriteria | STEMI | NSTEMI | UAP |
| Gejala Klinis | Angina tipikal, berat, >20 menit | Angina tipikal, berat, >20 menit | Angina baru, memburuk, atau saat istirahat |
| EKG | Elevasi ST persisten (≥2 sadapan), LBBB baru | Depresi ST, inversi T, atau EKG non-spesifik | Normal atau perubahan EKG non-spesifik |
| Biomarker Jantung (Troponin) | Meningkat dan/atau menurun | Meningkat dan/atau menurun | Normal |
| Nekrosis Miokard | Ada | Ada | Tidak ada |
Diagnosis banding nyeri dada meliputi kondisi non-koroner yang serius:
Tatalaksana awal untuk semua pasien SKA adalah:
Tujuan utama adalah reperfusi miokard secepatnya untuk membatasi ukuran infark dan mempertahankan fungsi ventrikel kiri. Konsep “Time is Muscle” sangat penting.
Tatalaksana meliputi stabilisasi kondisi pasien dan penilaian risiko untuk menentukan strategi selanjutnya.
Komplikasi SKA dapat bervariasi dan mengancam jiwa:
Prognosis SKA sangat bergantung pada kecepatan diagnosis dan tatalaksana, ukuran infark, dan fungsi ventrikel kiri. Dengan penanganan yang tepat, banyak pasien dapat pulih.
Edukasi & Pencegahan adalah kunci untuk mengurangi risiko SKA berulang dan meningkatkan kualitas hidup:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi