Sindrom Koroner Akut (SKA): Spektrum STEMI, NSTEMI, UAP

Pernah bingung membedakan STEMI, NSTEMI, dan UAP? Ketiganya adalah spektrum dari Sindrom Koroner Akut (SKA) yang membutuhkan penanganan cepat dan tepat! Memahami inti perbedaannya sangat krusial untuk diagnosis, tatalaksana, dan tentu saja, UKMPPD. Yuk, kuasai materi ini agar kamu siap menghadapi kasus SKA di ujian dan praktik klinis!

Definisi

Sindrom Koroner Akut (SKA) adalah kumpulan gejala klinis akibat iskemia miokard akut yang disebabkan oleh ketidakseimbangan antara suplai dan kebutuhan oksigen miokard. SKA merupakan kondisi gawat darurat yang meliputi:

  • Infark Miokard dengan Elevasi Segmen ST (STEMI): Infark miokard akut dengan oklusi total arteri koroner, ditandai elevasi segmen ST persisten pada EKG.
  • Infark Miokard Non-Elevasi Segmen ST (NSTEMI): Infark miokard akut dengan oklusi parsial atau intermiten, ditandai perubahan EKG non-spesifik (depresi ST, inversi T) dan peningkatan biomarker jantung.
  • Angina Pektoris Tidak Stabil (UAP/Unstable Angina Pectoris): Iskemia miokard tanpa infark, ditandai perubahan EKG non-spesifik atau normal, tanpa peningkatan biomarker jantung. Gejala biasanya memburuk, timbul saat istirahat, atau onset baru yang berat.

Etiologi & Patofisiologi

Penyebab utama SKA adalah ruptur plak aterosklerotik di arteri koroner, yang memicu pembentukan trombus. Trombus ini kemudian menyebabkan penyempitan atau oklusi lumen arteri, mengurangi aliran darah ke miokard, dan menyebabkan iskemia.

  • Pada STEMI, oklusi trombus bersifat total dan persisten, menyebabkan nekrosis miokard trans-mural.
  • Pada NSTEMI dan UAP, oklusi trombus bersifat parsial atau intermiten, atau terjadi vasospasme koroner, menyebabkan iskemia yang lebih ringan atau nekrosis miokard sub-endokardial.

Manifestasi Klinis

Gejala utama SKA adalah nyeri dada tipikal (angina) yang memiliki karakteristik sebagai berikut:

  • Lokasi: Retrosternal, dapat menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, punggung, atau epigastrium.
  • Karakter: Berat, tertekan, dihimpit, diremas, atau seperti terbakar.
  • Durasi: Biasanya lebih dari 20 menit (untuk STEMI/NSTEMI), atau lebih lama/berat dari angina biasa (untuk UAP).
  • Pemicu: Dapat timbul saat istirahat, aktivitas minimal, atau stres emosional.
  • Gejala Penyerta: Dispnea, keringat dingin (diaphoresis), mual, muntah, palpitasi, pingsan.

Perlu diingat, pada beberapa pasien (terutama wanita, lansia, atau penderita diabetes), SKA dapat bermanifestasi sebagai angina atipikal atau gejala non-spesifik lainnya (misalnya, sesak napas tanpa nyeri dada).

Penegakan Diagnosis

Diagnosis SKA ditegakkan berdasarkan kombinasi anamnesis, pemeriksaan fisik, Elektrokardiografi (EKG), dan biomarker jantung.

Elektrokardiografi (EKG)

EKG 12 sadapan harus dilakukan dalam 10 menit pertama sejak pasien tiba di fasilitas kesehatan.

  • STEMI: Ditemukan elevasi segmen ST persisten (≥2 mm di V1-V3, ≥1 mm di sadapan lainnya) pada minimal dua sadapan berdekatan, atau Left Bundle Branch Block (LBBB) baru.
  • NSTEMI/UAP: Ditemukan depresi segmen ST (≥0,5 mm), inversi gelombang T (≥1 mm), atau gelombang T datar. EKG bisa juga normal atau non-spesifik.

Biomarker Jantung

Pengukuran troponin jantung (cTnT atau cTnI) adalah gold standard. Sampel darah diambil saat pasien tiba dan diulang 3-6 jam kemudian.

  • STEMI/NSTEMI: Terjadi peningkatan dan/atau penurunan troponin jantung yang terdeteksi di atas batas atas nilai rujukan (99th percentile) dengan setidaknya satu nilai di atas batas tersebut.
  • UAP: Tidak ada peningkatan troponin jantung.

Biomarker lain seperti CK-MB juga dapat digunakan, namun troponin lebih spesifik dan sensitif.

Klasifikasi & Diagnosis Banding

Tabel berikut merangkum perbedaan utama dalam spektrum SKA:

KriteriaSTEMINSTEMIUAP
Gejala KlinisAngina tipikal, berat, >20 menitAngina tipikal, berat, >20 menitAngina baru, memburuk, atau saat istirahat
EKGElevasi ST persisten (≥2 sadapan), LBBB baruDepresi ST, inversi T, atau EKG non-spesifikNormal atau perubahan EKG non-spesifik
Biomarker Jantung (Troponin)Meningkat dan/atau menurunMeningkat dan/atau menurunNormal
Nekrosis MiokardAdaAdaTidak ada

Diagnosis banding nyeri dada meliputi kondisi non-koroner yang serius:

  • Diseksi Aorta
  • Emboli Paru
  • Pneumotoraks Spontan
  • Perikarditis Akut
  • Esofagitis/Spasme Esofagus
  • Pleuritis
  • Kostokondritis

Tatalaksana Umum SKA

Tatalaksana awal untuk semua pasien SKA adalah:

  • Oksigen: Jika saturasi O2 <90% atau ada tanda hipoksemia.
  • Aspirin: Dosis awal 150-300 mg dikunyah, dilanjutkan 75-100 mg/hari.
  • Nitrat: Sublingual atau intravena untuk meredakan nyeri dada (kontraindikasi pada hipotensi, infark ventrikel kanan, atau penggunaan sildenafil/tadalafil dalam 24-48 jam terakhir).
  • Morfin: Jika nyeri tidak responsif terhadap nitrat.
  • Beta-blocker: Oral atau IV jika tidak ada kontraindikasi (bradikardia, blok AV, hipotensi, gagal jantung akut).
  • Antikoagulan: Heparin unfractionated (UFH) atau Low Molecular Weight Heparin (LMWH) seperti Enoxaparin.
  • P2Y12 inhibitor: Clopidogrel (dosis loading 300-600 mg), Ticagrelor, atau Prasugrel.

Tatalaksana Spesifik

STEMI

Tujuan utama adalah reperfusi miokard secepatnya untuk membatasi ukuran infark dan mempertahankan fungsi ventrikel kiri. Konsep “Time is Muscle” sangat penting.

  • Primary Percutaneous Coronary Intervention (PCI Primer): Metode reperfusi pilihan jika dapat dilakukan dalam waktu optimal (<90 menit dari kontak medis pertama ke inflasi balon, atau <120 menit jika transfer antar fasilitas).
  • Terapi Fibrinolitik (Trombolitik): Alternatif jika PCI primer tidak tersedia atau tidak dapat dilakukan dalam waktu yang direkomendasikan. Harus diberikan dalam 12 jam onset gejala, idealnya <30 menit dari kontak medis pertama.

NSTEMI/UAP

Tatalaksana meliputi stabilisasi kondisi pasien dan penilaian risiko untuk menentukan strategi selanjutnya.

  • Strategi Konservatif (Medikamentosa Optimal): Untuk pasien risiko rendah, tanpa tanda iskemia berulang atau komplikasi. Meliputi terapi antiplatelet ganda (DAPT), antikoagulan, beta-blocker, statin, ACE inhibitor.
  • Strategi Invasif (Angiografi Koroner & Revascularisasi): Untuk pasien risiko sedang hingga tinggi.
    • Invasif Segera (<2 jam): Untuk pasien dengan instabilitas hemodinamik, aritmia mengancam jiwa, nyeri dada berulang/refrakter, gagal jantung akut, atau perubahan EKG dinamis.
    • Invasif Dini (<24 jam): Untuk pasien dengan skor risiko GRACE >140, perubahan EKG berulang, peningkatan troponin.
    • Invasif Tertunda (<72 jam): Untuk pasien dengan skor risiko GRACE <140, tanpa iskemia berulang.

Komplikasi

Komplikasi SKA dapat bervariasi dan mengancam jiwa:

  • Aritmia: Bradikardia, takikardia ventrikel, fibrilasi ventrikel.
  • Gagal Jantung: Akut atau kronis, akibat disfungsi ventrikel kiri.
  • Syok Kardiogenik: Komplikasi paling serius dari infark miokard.
  • Komplikasi Mekanik: Ruptur dinding bebas ventrikel, ruptur septum interventrikular, ruptur muskulus papilaris (menyebabkan regurgitasi mitral akut).
  • Perikarditis Pasca-Infark (Sindrom Dressler): Peradangan perikardium beberapa minggu setelah infark.

Prognosis, Edukasi & Pencegahan

Prognosis SKA sangat bergantung pada kecepatan diagnosis dan tatalaksana, ukuran infark, dan fungsi ventrikel kiri. Dengan penanganan yang tepat, banyak pasien dapat pulih.

Edukasi & Pencegahan adalah kunci untuk mengurangi risiko SKA berulang dan meningkatkan kualitas hidup:

  • Modifikasi Gaya Hidup: Berhenti merokok, diet sehat (rendah lemak jenuh, garam), olahraga teratur, menjaga berat badan ideal.
  • Kontrol Faktor Risiko: Pengendalian hipertensi, diabetes melitus, dislipidemia.
  • Terapi Farmakologis Jangka Panjang: Antiplatelet (Aspirin, Clopidogrel), beta-blocker, ACE inhibitor/ARB, statin sesuai indikasi.
  • Rehabilitasi Jantung: Program terstruktur untuk pemulihan fisik dan psikologis.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds