Penyebab utama Sifilis adalah bakteri Treponema pallidum, suatu spiroketa gram-negatif yang tidak dapat dibiakkan di media kultur standar.
Transmisi Sifilis utamanya terjadi melalui:
Sifilis diklasifikasikan berdasarkan perjalanan waktu dan manifestasi klinis menjadi beberapa stadium:
| Stadium | Waktu Infeksi | Karakteristik Utama |
| Sifilis Primer | 10-90 hari (rata-rata 21 hari) setelah pajanan | Muncul chancre (ulkus tunggal, tidak nyeri, indurasi, dasar bersih) di tempat inokulasi. Limfadenopati regional tidak nyeri. |
| Sifilis Sekunder | 2-12 minggu setelah chancre muncul (atau 6 minggu - 6 bulan setelah pajanan) | Penyebaran sistemik: ruam makulopapular (sering di telapak tangan/kaki), condyloma lata (lesi verukosa lembab di area anogenital), limfadenopati generalisata, gejala flu-like, alopesia, lesi mukosa. |
| Sifilis Laten | Asimtomatik, serologi reaktif. | Dibagi menjadi:
|
| Sifilis Tersier | Bertahun-tahun (10-30 tahun) setelah infeksi primer | Melibatkan organ internal:
|
| Sifilis Kongenital | Transmisi vertikal dari ibu ke janin | Manifestasi dini (hepatosplenomegali, ruam, rinitis, anemia) atau lanjut (gigi Hutchinson, saddle nose, keratitis interstisial, tuli). |
Diagnosis Sifilis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan laboratorium.
Terapi pilihan utama untuk Sifilis adalah Penicillin G Benzathine. Dosis disesuaikan dengan stadium penyakit.
Reaksi Jarisch-Herxheimer: Reaksi akut, demam, nyeri otot, sakit kepala yang dapat terjadi dalam 24 jam setelah dosis pertama penicillin. Ini adalah respons imun terhadap pelepasan endotoksin dari spiroketa yang mati, bukan alergi. Penanganan suportif (antipiretik) dan edukasi pasien.
Jika tidak diobati, Sifilis dapat menyebabkan komplikasi serius, terutama pada stadium lanjut:
Edukasi pasien sangat penting untuk pencegahan dan pengendalian Sifilis:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi