Septic Arthritis

Nyeri sendi hebat, bengkak, merah, panas, dan demam tinggi? Hati-hati, ini bisa jadi pertanda Septic Arthritis, sebuah kegawatdaruratan ortopedi yang jika tidak ditangani segera dapat menyebabkan kerusakan sendi permanen bahkan kematian! Yuk, kuasai materi krusial ini agar Anda siap menghadapi soal UKMPPD dan menyelamatkan sendi pasien!

Definisi

Septic arthritis atau arthritis septik adalah kondisi peradangan sendi yang disebabkan oleh infeksi bakteri (paling sering), virus, jamur, atau mikobakteri pada ruang sendi. Ini merupakan kegawatdaruratan medis karena dapat menyebabkan kerusakan sendi yang cepat dan ireversibel.

Etiologi

Penyebab paling umum adalah bakteri, terutama:

  • Staphylococcus aureus (paling sering, terutama pada dewasa dan anak-anak).
  • Streptococcus spp. (terutama grup A dan B).
  • Gram-negatif (misalnya Neisseria gonorrhoeae pada dewasa muda aktif seksual, Pseudomonas aeruginosa pada pengguna narkoba suntik, Escherichia coli, Klebsiella pada pasien imunokompromais atau lansia).
  • Lain-lain: Mycobacterium tuberculosis (arthritis TB), jamur (pada imunokompromais).

Faktor Risiko

Beberapa kondisi yang meningkatkan risiko seseorang terkena septic arthritis antara lain:

  • Kerusakan sendi sebelumnya: Osteoarthritis, rheumatoid arthritis, gout, sendi prostetik.
  • Imunosupresi: Diabetes mellitus, HIV/AIDS, keganasan, terapi kortikosteroid jangka panjang, transplantasi organ.
  • Trauma atau tindakan invasif pada sendi: Riwayat trauma sendi, injeksi intraartikular, artroskopi, operasi sendi.
  • Infeksi di tempat lain: Endokarditis, infeksi kulit, infeksi saluran kemih.
  • Penggunaan narkoba suntik intravena.
  • Usia ekstrem: Bayi dan lansia.

Patofisiologi

Infeksi biasanya terjadi melalui jalur hematogen (penyebaran dari fokus infeksi lain), namun bisa juga melalui penyebaran langsung (trauma penetrasi atau prosedur medis) atau ekstensi dari osteomielitis di dekatnya.

Setelah bakteri mencapai ruang sendi, terjadi respons inflamasi akut yang masif. Bakteri dan produk inflamasi (enzim proteolitik, sitokin) menyebabkan degradasi rawan sendi yang cepat. Jika tidak ditangani, kerusakan sendi dapat menjadi permanen dalam hitungan hari, menyebabkan ankilosis, destruksi sendi, atau sepsis sistemik.

Manifestasi Klinis

Gejala umumnya muncul secara akut dalam beberapa jam hingga hari, dan seringkali mengenai satu sendi (monoartikular), paling sering sendi lutut.

  • Nyeri sendi hebat: Terutama saat digerakkan atau disentuh.
  • Bengkak pada sendi.
  • Eritema (kemerahan) dan hangat pada sendi.
  • Keterbatasan gerak sendi (range of motion) yang signifikan: Pasien enggan menggerakkan sendi (pseudoparalysis).
  • Demam dan menggigil: Seringkali disertai malaise.
  • Sendi yang paling sering terkena: Lutut (50%), pinggul, bahu, pergelangan kaki, siku. Pada pengguna narkoba suntik, sendi sternoklavikular atau sakroiliaka mungkin terlibat.

Penegakan Diagnosis

Diagnosis septic arthritis adalah kombinasi dari anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.

  • Anamnesis: Gejala akut, faktor risiko.
  • Pemeriksaan Fisik: Tanda inflamasi lokal pada sendi, keterbatasan gerak.
  • Pemeriksaan Penunjang:
    1. Artrosentesis (aspirasi cairan sendi): Ini adalah gold standard diagnosis. Cairan sendi akan menunjukkan:
      • Warna: Keruh, purulen.
      • Jumlah sel darah putih (WBC): Seringkali >50.000 sel/mm3 (bisa >100.000 sel/mm3), dengan dominasi polimorfonuklear (PMN) >90%.
      • Glukosa: Rendah (
    2. Pemeriksaan Darah:
      • Leukositosis: Peningkatan jumlah sel darah putih.
      • Peningkatan laju endap darah (LED) dan C-reactive protein (CRP): Penanda inflamasi non-spesifik.
      • Kultur darah: Positif pada 30-50% kasus, terutama jika ada bakteremia.
    3. Pencitraan:
      • Rontgen sendi: Pada tahap awal mungkin normal atau hanya menunjukkan pembengkakan jaringan lunak. Tanda destruksi sendi baru terlihat pada tahap lanjut.
      • USG: Dapat mendeteksi efusi sendi (cairan).
      • MRI: Lebih sensitif untuk mendeteksi efusi, sinovitis, osteomielitis, atau abses periartikular.

Diagnosis Banding

Penting untuk membedakan septic arthritis dari kondisi lain yang menyebabkan nyeri sendi akut:

KondisiKarakteristik KunciCairan Sendi
Septic ArthritisOnset akut, demam, nyeri hebat, keterbatasan gerak, faktor risiko infeksi.Keruh, WBC >50.000 (PMN >90%), glukosa rendah, kultur (+).
Gout AkutOnset akut, nyeri hebat, sering pada sendi MTP jempol kaki, riwayat hiperurisemia, tofi.Keruh, WBC 2.000-60.000 (PMN 50-70%), kristal monosodium urat (jarum, birefringent negatif kuat).
Pseudogout (CPPD)Onset akut, mirip gout, sering pada lutut/pergelangan tangan, riwayat kondrokalsinosis.Keruh, WBC 2.000-60.000 (PMN 50-70%), kristal kalsium pirofosfat (romboid, birefringent positif lemah).
Osteoarthritis AkutNyeri sendi kronis yang memburuk, riwayat trauma/penggunaan berlebihan, tidak ada demam sistemik.Jernih/kekuningan, WBC
Rheumatoid Arthritis (Flare)Poliartritis simetris, kaku pagi hari, riwayat RA, tanda sistemik RA.Keruh, WBC 5.000-50.000 (PMN 50-70%), kultur (-).

Tatalaksana

Septic arthritis adalah kegawatdaruratan medis yang memerlukan penanganan segera untuk mencegah kerusakan sendi permanen dan komplikasi sistemik.

  • Drainase Sendi:
    1. Aspirasi berulang (needle aspiration): Untuk sendi yang mudah diakses (misalnya lutut).
    2. Artroskopi atau artrotomi terbuka: Untuk sendi yang sulit diakses (misalnya pinggul) atau jika aspirasi berulang tidak efektif, atau jika ada debris fibrin yang signifikan. Tujuannya untuk membersihkan pus dan debris, serta mengurangi tekanan intraartikular.
  • Terapi Antibiotik:
    1. Antibiotik Empiris Intravena (IV): Dimulai segera setelah aspirasi cairan sendi dan sebelum hasil kultur keluar. Pemilihan antibiotik disesuaikan dengan faktor risiko pasien dan pola resistensi lokal.
      • Dewasa tanpa faktor risiko khusus: Vankomisin (untuk MRSA) atau kombinasi Sefalosporin generasi ketiga (misalnya Ceftriaxone) jika gonore dicurigai.
      • Pengguna narkoba suntik: Pertimbangkan cakupan untuk Pseudomonas (misalnya Cefepime atau Piperacillin-Tazobactam).
      • Neonatus/bayi: Cakupan untuk Staphylococcus, Streptococcus, dan Gram-negatif (misalnya Vankomisin + Sefotaksim).
    2. Antibiotik Definitif: Disesuaikan berdasarkan hasil kultur dan uji sensitivitas. Durasi terapi biasanya 2-4 minggu, dengan transisi dari IV ke oral setelah perbaikan klinis.
  • Imobilisasi dan Fisioterapi:
    • Imobilisasi sendi dalam posisi fungsional selama fase akut untuk mengurangi nyeri.
    • Setelah nyeri mereda dan infeksi terkontrol, fisioterapi dini penting untuk mengembalikan rentang gerak dan kekuatan otot.
  • Manajemen Nyeri: Analgesik sesuai kebutuhan.

Komplikasi

Tanpa penanganan yang cepat dan adekuat, septic arthritis dapat menyebabkan komplikasi serius:

  • Kerusakan rawan sendi permanen: Osteoarthritis sekunder.
  • Ankilosis sendi: Fusi tulang yang menyebabkan hilangnya gerakan sendi.
  • Osteomielitis: Infeksi tulang di dekat sendi.
  • Sepsis dan syok septik: Terutama jika infeksi tidak terkontrol.
  • Kematian: Meskipun jarang, terutama pada pasien dengan komorbiditas berat.

Prognosis

Prognosis septic arthritis sangat bergantung pada diagnosis dini dan tatalaksana yang cepat dan agresif. Keterlambatan penanganan dapat menyebabkan kerusakan sendi ireversibel dan disabilitas jangka panjang. Sendi pinggul adalah sendi dengan prognosis terburuk.

Edukasi & Pencegahan

Edukasi pasien meliputi:

  • Pentingnya kepatuhan terhadap terapi antibiotik dan fisioterapi.
  • Mengenali tanda dan gejala rekurensi.
  • Pencegahan meliputi penanganan cepat infeksi sistemik, sterilisasi adekuat pada prosedur invasif sendi, dan kontrol penyakit kronis (misalnya diabetes).

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds