Sepsis Neonatorum & Omphalitis

Sepsis neonatorum dan omphalitis adalah kondisi infeksi serius yang seringkali menantang dalam diagnosis dan tatalaksananya pada bayi baru lahir. Gejala yang non-spesifik pada neonatus seringkali menunda penegakan diagnosis yang tepat, padahal intervensi cepat sangat krusial untuk mencegah komplikasi fatal. Yuk, kuasai seluk-beluk etiologi, manifestasi klinis, hingga pilihan terapi antibiotik empiris yang sering keluar di UKMPPD agar Anda siap menyelamatkan nyawa si kecil!

Definisi

Sepsis Neonatorum adalah sindrom klinis yang terjadi pada neonatus (usia 0-28 hari) yang ditandai dengan infeksi sistemik yang terbukti atau dicurigai, disertai tanda-tanda inflamasi sistemik (Systemic Inflammatory Response Syndrome/SIRS).

Omphalitis adalah infeksi bakteri pada tali pusat dan/atau jaringan sekitarnya, yang dapat menjadi pintu masuk bagi infeksi sistemik dan berpotensi berkembang menjadi sepsis.

Etiologi & Faktor Risiko

Etiologi Sepsis Neonatorum:

  • Bakteri Gram Positif: Streptococcus agalactiae (Group B Streptococcus/GBS), Staphylococcus aureus (termasuk MRSA), Staphylococcus epidermidis (Coagulase-Negative Staphylococci/CoNS).
  • Bakteri Gram Negatif: Escherichia coli, Klebsiella pneumoniae, Pseudomonas aeruginosa.
  • Lain-lain: Listeria monocytogenes (jarang), jamur (Candida spp.) pada neonatus dengan faktor risiko tertentu.

Etiologi Omphalitis:

  • Paling sering disebabkan oleh bakteri kulit dan saluran cerna: Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, E. coli, Klebsiella, Proteus.

Faktor Risiko Sepsis Neonatorum:

  • Maternal: Demam intrapartum, korioamnionitis, ketuban pecah dini (>18-24 jam), infeksi saluran kemih (ISK) tanpa terapi, GBS positif tanpa profilaksis.
  • Neonatal: Prematuritas, berat badan lahir rendah (BBLR), asfiksia, prosedur invasif (kateterisasi umbilikus, intubasi), defek kongenital, galaktosemia, imunosupresi.
  • Lingkungan: Sanitasi buruk, perawatan tali pusat yang tidak higienis (terutama untuk omphalitis).

Patofisiologi

Mikroorganisme patogen masuk ke aliran darah melalui berbagai portal (misalnya, plasenta, saluran napas, saluran cerna, tali pusat, prosedur invasif). Bakteri dan toksinnya memicu respons inflamasi sistemik yang melibatkan sitokin pro-inflamasi (TNF-α, IL-1β, IL-6) dan anti-inflamasi (IL-10). Aktivasi kaskade inflamasi ini menyebabkan kerusakan endotel, disfungsi mikrovaskular, peningkatan permeabilitas kapiler, dan hipotensi, yang berujung pada disfungsi organ multipel dan syok septik jika tidak tertangani.

Manifestasi Klinis

Gejala sepsis neonatorum seringkali tidak spesifik dan bervariasi. Kecurigaan tinggi diperlukan pada setiap neonatus yang tampak sakit.

  • Sistemik/Umum: Letargi, iritabilitas, kesulitan menyusu, hipotermia atau hipertermia (lebih sering hipotermia pada neonatus), kulit mottling, ikterus (onset dini atau memburuk), apnea, bradikardia, takikardia, hipotensi.
  • Saluran Napas: Takipnea, grunting, retraksi, napas cuping hidung, sianosis.
  • Saluran Cerna: Distensi abdomen, muntah, diare, intoleransi minum, hepatomegali.
  • Sistem Saraf Pusat: Kejang, bulging fontanelle, hiporefleksia, hipotonia.
  • Kulit: Ruam, purpura, sklerema.

Manifestasi Klinis Omphalitis:

  • Lokal: Eritema, edema, indurasi, nyeri tekan di sekitar umbilikus, keluar cairan purulen atau berbau busuk dari umbilikus.
  • Sistemik: Demam, letargi, iritabilitas (jika sudah menyebar menjadi sepsis).

Klasifikasi Sepsis Neonatorum

KarakteristikSepsis Neonatorum Onset Dini (Early-Onset Sepsis/EOS)Sepsis Neonatorum Onset Lambat (Late-Onset Sepsis/LOS)
Waktu OnsetDalam 72 jam pertama kehidupan (beberapa definisi hingga 7 hari)Setelah 72 jam pertama kehidupan (beberapa definisi setelah 7 hari)
Sumber InfeksiDidapat secara vertikal (transplasenta, intrapartum) dari ibuDidapat secara horizontal (lingkungan, nosokomial, komunitas)
Patogen UmumGBS, E. coli, Listeria monocytogenesCoNS, S. aureus, E. coli, Klebsiella, Pseudomonas, Candida
Manifestasi KlinisDistres pernapasan sering dominan (pneumonia)Meningitis, bakteremia, infeksi saluran kemih sering terjadi

Penegakan Diagnosis

Diagnosis sepsis neonatorum memerlukan kombinasi evaluasi klinis dan pemeriksaan penunjang.

  • Anamnesis: Riwayat maternal (faktor risiko), riwayat persalinan, riwayat post-natal.
  • Pemeriksaan Fisik: Cari tanda-tanda yang disebutkan di manifestasi klinis.
  • Pemeriksaan Laboratorium:
    • Darah Lengkap (DL): Leukositosis atau leukopenia, neutrofilia atau neutropenia, trombositopenia, rasio I/T (immature to total neutrophil ratio) >0,2.
    • CRP (C-Reactive Protein): Peningkatan >1 mg/dL atau >10 mg/L (nilai ambang bervariasi). Serial CRP lebih bermakna.
    • Prokalsitonin: Peningkatan >0,5 ng/mL (lebih spesifik dari CRP).
    • Kultur Darah: Standar emas. Ambil 0,5-1 mL darah, minimal 2 lokasi jika memungkinkan.
    • Pungsi Lumbal (Cairan Serebrospinal/CSS): Indikasi pada LOS, atau EOS dengan kultur darah positif, atau neonatus yang sakit berat. Periksa DL, protein, glukosa, kultur CSS.
    • Kultur Urine: Pada LOS, terutama setelah usia 7 hari.
    • Pemeriksaan Radiologi: Foto toraks bila ada distres napas (cari infiltrat, efusi pleura).

Diagnosis Banding

  • Distres pernapasan non-infeksius (misalnya, Transient Tachypnea of the Newborn/TTN, Hyaline Membrane Disease/HMD, aspirasi mekonium).
  • Kelainan jantung kongenital.
  • Gangguan metabolik (misalnya, hipoglikemia, galaktosemia).
  • Perdarahan intrakranial.
  • Asfiksia perinatal.
  • Hipoksia-iskemia ensefalopati.

Tatalaksana

Tatalaksana sepsis neonatorum bersifat suportif dan farmakologis. Pemberian antibiotik empiris harus segera dilakukan setelah pengambilan sampel kultur.

Tatalaksana Umum/Suportif:

  • Pastikan jalan napas paten, berikan oksigen jika saturasi <90-92%.
  • Dukungan ventilasi (CPAP/ventilator) jika ada gagal napas.
  • Pertahankan suhu tubuh normal (termoregulasi).
  • Koreksi hipoglikemia, asidosis, gangguan elektrolit.
  • Dukungan sirkulasi: Pemberian cairan intravena (bolus normal saline 10-20 mL/kg), inotropik (dopamin/dobutamin) jika ada syok.
  • Dukungan nutrisi.

Tatalaksana Farmakologis (Antibiotik Empiris):

  • Sepsis Onset Dini (EOS): Kombinasi Ampisilin (melawan GBS, Listeria) + Gentamisin (melawan Gram negatif seperti E. coli) atau Cefotaxime (jika ada kecurigaan meningitis atau disfungsi ginjal).
  • Sepsis Onset Lambat (LOS): Kombinasi Ampisilin + Gentamisin (jika di komunitas) atau Vankomisin (melawan MRSA, CoNS) + Cefotaxime/Cefepime/Meropenem (jika nosokomial atau dicurigai resisten).
  • Omphalitis: Antibiotik spektrum luas yang mencakup S. aureus dan bakteri Gram negatif. Contoh: Ampisilin + Gentamisin atau Cefotaxime. Jika ada selulitis luas atau abses, pertimbangkan Klindamisin atau Vankomisin jika MRSA dicurigai.
  • Durasi terapi disesuaikan dengan respons klinis dan hasil kultur (biasanya 7-14 hari, lebih lama untuk meningitis atau infeksi fokus).

Tatalaksana Omphalitis Lokal:

  • Jaga kebersihan area umbilikus.
  • Kompres hangat.
  • Debridement jika ada jaringan nekrotik atau abses.

Komplikasi

  • Syok septik
  • Disseminated Intravascular Coagulation (DIC)
  • Meningitis
  • Osteomielitis
  • Artritis septik
  • Abses (hati, ginjal, otak)
  • Gagal napas akut
  • Gagal ginjal akut
  • Enterokolitis nekrotikans (NEC)
  • Morbiditas neurologis jangka panjang (misalnya, palsi serebral, gangguan perkembangan)

Prognosis

Prognosis sepsis neonatorum bervariasi tergantung pada usia gestasi (prematuritas meningkatkan mortalitas), beratnya penyakit, patogen penyebab, waktu diagnosis, dan respons terhadap terapi. Mortalitas dapat mencapai 10-50%, terutama pada bayi prematur dan dengan onset dini. Intervensi dini dan agresif meningkatkan luaran.

Edukasi & Pencegahan

  • Perawatan Tali Pusat: Edukasi orang tua tentang perawatan tali pusat yang higienis (tetap kering dan bersih, tidak perlu antiseptik rutin kecuali di daerah endemis).
  • Cuci Tangan: Pentingnya cuci tangan bagi petugas kesehatan dan orang tua sebelum menyentuh bayi.
  • Profilaksis GBS Maternal: Skrining GBS pada ibu hamil dan pemberian antibiotik intrapartum yang sesuai.
  • Higiene Lingkungan: Menjaga kebersihan lingkungan perawatan bayi di rumah sakit dan rumah.
  • Imunisasi: Imunisasi ibu hamil (misalnya, Tdap) dan bayi sesuai jadwal.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds