Sepsis didefinisikan sebagai disfungsi organ yang mengancam jiwa yang disebabkan oleh respons tubuh yang disregulasi terhadap infeksi.
Syok Septik adalah subset Sepsis dengan abnormalitas sirkulasi, selular, dan metabolik yang cukup dalam sehingga meningkatkan risiko mortalitas secara substansial.
Konsep SIRS (Systemic Inflammatory Response Syndrome) sebelumnya tidak lagi digunakan sebagai kriteria utama diagnosis Sepsis karena kurang spesifik.
Respons imun tubuh terhadap infeksi menjadi disregulasi (tidak seimbang), menyebabkan kerusakan jaringan dan organ sendiri.
Terjadi pelepasan mediator pro-inflamasi (TNF-α, IL-1, IL-6) dan anti-inflamasi (IL-10).
Aktivasi jalur koagulasi dan inhibisi fibrinolisis memicu pembentukan mikrotrombi dan DIC (Disseminated Intravascular Coagulation).
Disfungsi endotel vaskular menyebabkan peningkatan permeabilitas kapiler, kebocoran cairan, dan hipoperfusi jaringan.
Disfungsi mitokondria dan gangguan metabolisme seluler menyebabkan ketidakmampuan sel menggunakan oksigen secara efektif, meskipun oksigenasi makro mungkin adekuat. Hal ini menyebabkan peningkatan laktat.
Gejala sangat bervariasi tergantung sumber infeksi dan organ yang terkena.
Kriteria Sepsis-3 (2016) adalah standar saat ini.
Dapat digunakan sebagai alat skrining cepat di luar ICU. Memiliki 2 dari 3 kriteria berikut:
Jika qSOFA positif, pertimbangkan Sepsis dan lakukan penilaian SOFA lengkap.
Sesuai sumber infeksi yang dicurigai (mis. Rontgen toraks untuk pneumonia, USG abdomen untuk kolelitiasis/kolesistitis, CT-scan).
"Golden Hour": Penanganan cepat sangat krusial untuk meningkatkan prognosis.
Mortalitas Sepsis bervariasi 10-50%, sedangkan mortalitas syok septik dapat mencapai 40-50%.
Prognosis dipengaruhi oleh usia, komorbiditas, jumlah organ yang disfungsi, serta kecepatan dan ketepatan tatalaksana.
Pasien yang bertahan sering mengalami sekuele jangka panjang seperti kelemahan, gangguan kognitif, dan depresi.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi