Rheumatoid Arthritis (RA) adalah penyakit autoimun kronis, sistemik, dan inflamasi yang ditandai oleh sinovitis persisten, umumnya melibatkan sendi perifer secara simetris. Kondisi ini dapat menyebabkan kerusakan tulang rawan dan erosi tulang, deformitas sendi, serta disfungsi.
Selain sendi, RA juga dapat memengaruhi organ lain di luar sendi (manifestasi ekstra-artikular), seperti kulit, jantung, paru-paru, dan mata.
Etiologi RA belum sepenuhnya diketahui (idiopatik), namun diyakini melibatkan kombinasi faktor genetik dan lingkungan yang memicu respons autoimun.
Patogenesis: Pada individu yang rentan, pemicu lingkungan menyebabkan aktivasi sel T dan B, serta makrofag. Sel-sel imun ini bermigrasi ke sinovium sendi, melepaskan sitokin pro-inflamasi (seperti TNF-α, IL-1, IL-6) yang merangsang proliferasi sinovium (pembentukan pannus). Pannus ini kemudian menginvasi dan merusak tulang rawan serta tulang subkondral, menyebabkan erosi dan destruksi sendi.
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengembangkan RA:
Gejala RA umumnya berkembang secara bertahap, namun bisa juga mendadak. Berikut adalah manifestasi utamanya:
Diagnosis RA ditegakkan berdasarkan kombinasi gambaran klinis, pemeriksaan fisik, dan hasil laboratorium. Kriteria klasifikasi ACR/EULAR 2010 sering digunakan untuk membantu diagnosis, terutama pada RA dini.
Kriteria ACR/EULAR 2010 mempertimbangkan:
Skor total ≥ 6 dari 10 poin mengklasifikasikan pasien sebagai RA definitif.
Penting untuk membedakan RA dari kondisi lain yang memiliki gejala sendi serupa:
| Kondisi | Perbedaan Kunci dari RA |
|---|---|
| Osteoarthritis (OA) | Nyeri membaik dengan istirahat, kekakuan pagi |
| Psoriatic Arthritis (PsA) | Psoriasis kulit/kuku, daktilitis ('jari sosis'), entesitis, sendi DIP sering terlibat, pola asimetris, RF/Anti-CCP negatif. |
| Lupus Eritematosus Sistemik (LES) | Poliartritis non-erosif, gejala sistemik lain (ruam malar, fotosensitivitas, nefritis, dll.), ANA positif. |
| Gout/Pseudogout | Monoartritis akut, onset mendadak, kristal di cairan sendi (asam urat/kalsium pirofosfat). |
| Artritis Septik | Monoartritis akut, demam, leukositosis, kultur cairan sendi positif. |
| Polymyalgia Rheumatica (PMR) | Nyeri dan kekakuan bahu/panggul, kekakuan pagi berat, LED/CRP tinggi, tidak ada sinovitis perifer. |
Tujuan utama tatalaksana RA adalah meredakan nyeri, mengontrol inflamasi, mencegah kerusakan sendi, dan mempertahankan fungsi sendi. Pendekatan 'treat-to-target' dengan DMARDs sesegera mungkin sangat direkomendasikan.
Jika tidak diobati atau tidak terkontrol dengan baik, RA dapat menyebabkan berbagai komplikasi:
Prognosis RA bervariasi. Dengan deteksi dini dan tatalaksana agresif menggunakan DMARDs, banyak pasien dapat mencapai remisi atau aktivitas penyakit rendah, mencegah kerusakan sendi yang signifikan dan mempertahankan kualitas hidup.
Faktor-faktor yang mengindikasikan prognosis buruk meliputi:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi