Rabies

Rabies itu penyakit zoonosis yang mengerikan, hampir selalu fatal jika manifestasi klinisnya sudah muncul. Tapi tahukah kamu, kematian akibat rabies sebenarnya 100% bisa dicegah? Sebagai calon dokter, pemahaman mendalam tentang tatalaksana gigitan hewan penular rabies dan pencegahannya mutlak diperlukan untuk menyelamatkan nyawa pasien dan lulus UKMPPD. Yuk, kuasai seluk-beluk rabies sekarang!

Definisi

Rabies adalah penyakit zoonosis akut pada sistem saraf pusat (SSP) yang disebabkan oleh virus Rabies. Penyakit ini ditularkan ke manusia melalui gigitan atau cakaran hewan terinfeksi, dan hampir selalu berakibat fatal setelah gejala klinis muncul.

Etiologi

Penyakit ini disebabkan oleh Virus Rabies, yang termasuk dalam genus Lyssavirus dan famili Rhabdoviridae. Virus ini adalah virus RNA berbentuk peluru.

Hewan penular utama rabies (HPR) meliputi:

  • Anjing (penular utama di sebagian besar kasus manusia)
  • Kucing
  • Monyet
  • Kelelawar
  • Hewan liar seperti serigala, rubah, dan rakun

Patofisiologi

Proses patofisiologi rabies dimulai setelah inokulasi virus:

  1. Virus masuk ke dalam jaringan otot atau jaringan ikat di lokasi gigitan.
  2. Terjadi replikasi virus secara lokal di sel otot.
  3. Virus kemudian masuk ke serabut saraf perifer, berikatan dengan reseptor asetilkolin.
  4. Virus menjalar secara retrograd melalui akson saraf menuju sistem saraf pusat (SSP) dengan kecepatan sekitar 8-20 mm per hari.
  5. Di SSP, virus bereplikasi di neuron otak, menyebabkan ensefalitis.
  6. Setelah bereplikasi di otak, virus menyebar secara sentrifugal ke berbagai organ, termasuk kelenjar saliva, kulit, dan kornea, yang memungkinkan penularan lebih lanjut.

Manifestasi Klinis

Masa inkubasi rabies bervariasi, umumnya 3 minggu hingga 3 bulan, namun bisa lebih pendek (

Gejala klinis terbagi menjadi beberapa fase:

  • Fase Prodromal (2-10 hari):
    • Demam
    • Malaise
    • Sakit kepala
    • Mual dan muntah
    • Nyeri atau parestesia (kesemutan/baal) di lokasi gigitan yang sudah sembuh.
  • Fase Neurologis/Akut (2-7 hari):
    • Rabies Furious (Ensefalitik): Ini adalah bentuk paling umum (80% kasus). Ditandai dengan agitasi, hiperaktivitas, hidrofobia (takut air), aerofobia (takut angin), fotofobia (takut cahaya), disfagia (sulit menelan), halusinasi, dan kejang.
    • Rabies Paralitik (Dumb): Lebih jarang terjadi. Ditandai dengan paralisis flaksid progresif (mirip Guillain-Barré), demam, nyeri kepala, kelemahan otot, dan akhirnya koma. Durasi fase ini cenderung lebih lama.
  • Koma dan Kematian: Tanpa penanganan, pasien akan jatuh ke dalam koma dan meninggal dunia.

Penegakan Diagnosis

Penegakan diagnosis rabies memerlukan kombinasi anamnesis, pemeriksaan fisik, dan konfirmasi laboratorium.

  • Anamnesis: Penting untuk menanyakan riwayat gigitan atau cakaran hewan penular rabies (HPR) dalam 1 tahun terakhir, terutama 3 bulan terakhir.
  • Pemeriksaan Fisik: Mencari tanda-tanda neurologis khas seperti hidrofobia, aerofobia, atau paralisis.
  • Diagnosis Pasti (Post-mortem):
    • Identifikasi badan Negri (inklusivirus intrasitoplasma) pada sel saraf hippocampus atau korteks serebri menggunakan pewarnaan histopatologi.
    • Deteksi antigen virus melalui direct fluorescent antibody (DFA) test pada jaringan otak.
    • PCR untuk deteksi RNA virus pada jaringan otak.
  • Diagnosis Pasti (Ante-mortem): Sangat sulit dan tidak rutin dilakukan. Metode yang bisa digunakan antara lain:
    • PCR dari saliva, cairan serebrospinal (CSS), atau biopsi kulit (folikel rambut di tengkuk).
    • Isolasi virus dari spesimen tersebut.
  • Observasi Hewan Penular Rabies (HPR): Jika hewan penular (anjing atau kucing peliharaan) dapat ditangkap, observasi selama 10-14 hari. Jika hewan tetap sehat, kemungkinan besar tidak menularkan rabies. Jika hewan mati atau menunjukkan gejala sakit, dianggap positif rabies.

Tatalaksana (Pencegahan Pasca Pajanan - PEP)

Pencegahan pasca pajanan (PEP) adalah kunci untuk mencegah rabies setelah gigitan hewan penular. Tatalaksana harus segera dilakukan.

  • Pencucian Luka:
    • Segera cuci luka dengan sabun/deterjen di bawah air mengalir selama minimal 15 menit.
    • Desinfeksi luka dengan alkohol 70% atau povidone iodine.
    • Langkah ini sangat krusial dan dapat mengurangi jumlah virus secara signifikan.
  • Vaksin Anti Rabies (VAR):
    • Dosis: 0,5 ml secara intramuskular (IM).
    • Jadwal (WHO): Hari 0, 3, 7, 14, 28 (total 5 dosis).
    • Alternatif (ESAR - Essen Standard Anti-Rabies): Hari 0, 7, 21 (total 3 dosis).
  • Serum Anti Rabies (SAR) / Human Rabies Immunoglobulin (HRIG):
    • Diberikan pada luka risiko tinggi (Kategori III).
    • Dosis: 20 IU/kg BB. Sebanyak mungkin disuntikkan secara infiltrasi di sekitar luka, sisanya diberikan IM di lokasi yang jauh dari lokasi penyuntikan VAR.

Indikasi PEP (Berdasarkan Kategori Pajanan, WHO/Kemenkes RI):

KategoriJenis PajananTatalaksana
Kategori IJilatan pada kulit intak (tanpa luka lecet/terbuka)Tidak perlu PEP
Kategori IIGigitan atau cakaran tanpa luka terbuka, jilatan pada luka lecet/terbukaHanya VAR
Kategori IIIGigitan atau cakaran tunggal/multipel yang menembus kulit (berdarah), jilatan pada mukosa (mata, hidung, mulut), luka di area sensitif (kepala, leher, jari, genital)VAR + SAR

Catatan Penting: Jika hewan penular dapat diobservasi dan tetap sehat selama 10-14 hari, pemberian PEP (VAR dan/atau SAR) dapat dihentikan.

Pencegahan (Pre-Exposure Prophylaxis - PrEP)

Pencegahan pra-pajanan (PrEP) direkomendasikan untuk kelompok berisiko tinggi:

  • Dokter hewan dan tenaga medis yang sering menangani kasus gigitan HPR.
  • Petugas laboratorium yang bekerja dengan virus rabies.
  • Orang yang sering kontak dengan hewan penular rabies di daerah endemis.
  • Wisatawan yang akan bepergian ke daerah endemis rabies dalam jangka waktu lama.

Jadwal vaksinasi PrEP umumnya adalah hari 0, 7, dan 21 atau 28. Vaksinasi ini penting untuk memberikan kekebalan dasar dan mempermudah tatalaksana jika terjadi pajanan di kemudian hari.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds