Pterigium adalah pertumbuhan jaringan fibrovaskular berbentuk segitiga pada konjungtiva bulbi yang meluas dan menginvasi kornea, umumnya dari sisi nasal. Pterigium dapat bersifat progresif dan mengganggu penglihatan.
Pinguekula adalah deposit kekuningan, sedikit menonjol, dan biasanya berbentuk oval pada konjungtiva bulbi, seringkali di sisi nasal atau temporal limbus, namun tidak menginvasi kornea. Pinguekula merupakan degenerasi jaringan kolagen konjungtiva.
Kedua kondisi ini memiliki etiologi dan faktor risiko yang serupa, terutama berkaitan dengan paparan lingkungan:
Meskipun seringkali asimtomatik pada tahap awal, keduanya dapat menimbulkan keluhan:
Diagnosis Pterigium dan Pinguekula ditegakkan berdasarkan pemeriksaan fisik mata:
Penting untuk membedakan Pterigium dan Pinguekula dari lesi lain pada konjungtiva dan kornea:
| Kondisi | Karakteristik Kunci |
|---|---|
| Pseudopterygium | Adhesi konjungtiva ke ulkus kornea perifer, tidak ada riwayat pertumbuhan progresif, dapat terjadi di lokasi mana pun. |
| Karsinoma Sel Skuamosa Konjungtiva | Lesi putih/merah muda, gelatinosa, berbatas tidak tegas, dapat ulseratif atau berpigmen. Curiga jika ada pertumbuhan cepat atau vaskularisasi atipikal. |
| Limbal Dermoid | Massa kongenital, putih kekuningan, biasanya di limbus inferotemporal, dapat mengandung rambut. |
| Nevus Konjungtiva | Lesi berpigmen, dapat berubah ukuran atau pigmentasi seiring waktu. |
| Kista Konjungtiva | Lesi transparan, berisi cairan. |
Tatalaksana disesuaikan dengan derajat keparahan dan keluhan pasien:
Edukasi pasien sangat penting untuk pencegahan dan manajemen kedua kondisi ini:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi