Prolaps Organ Panggul (POP) adalah penurunan satu atau lebih organ panggul (uterus, kandung kemih, rektum, atau puncak vagina pasca-histerektomi) dari posisi anatomis normalnya ke dalam atau melewati introitus vagina.
Inkontinensia Urin (IU) adalah keluhan kebocoran urin yang tidak disadari dan tidak disengaja, menyebabkan masalah sosial atau higienis bagi individu.
Secara anatomis, prolaps dapat diklasifikasikan berdasarkan kompartemen yang terkena:
Sistem klasifikasi standar yang digunakan adalah Pelvic Organ Prolapse Quantification (POP-Q) System yang menilai prolaps berdasarkan titik-titik anatomis relatif terhadap himen.
Beberapa jenis inkontinensia urin yang umum:
Baik POP maupun IU memiliki faktor risiko yang tumpang tindih, melibatkan kelemahan struktur penyokong dasar panggul:
Prolaps Organ Panggul terjadi akibat kelemahan atau kerusakan pada struktur penyokong dasar panggul, meliputi otot-otot dasar panggul (terutama levator ani), fascia endopelvis, dan ligamen penyokong (misalnya ligamen uterosakral, kardinal). Ketika struktur ini melemah, organ-organ panggul tidak lagi tertahan pada posisi anatomisnya dan dapat turun.
Inkontinensia Urin Stres (IUS) umumnya disebabkan oleh dua mekanisme utama: hipermobilitas uretra (uretra dan leher kandung kemih bergerak turun saat peningkatan tekanan intra-abdomen, sehingga mekanisme sfingter tidak efektif) atau defisiensi sfingter intrinsik uretra (ISD) (sfingter uretra itu sendiri lemah dan tidak dapat menahan urin).
Inkontinensia Urin Urgensi (IUU) disebabkan oleh kontraksi involunter otot detrusor kandung kemih yang tidak dapat dihambat, meskipun kandung kemih belum penuh. Ini sering disebut sebagai overactive bladder.
Prolaps Organ Panggul:
Inkontinensia Urin:
Diagnosis ditegakkan melalui anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
Indikasi bedah bila tatalaksana konservatif gagal atau prolaps/inkontinensia sangat mengganggu kualitas hidup.
| Kondisi | Tindakan Bedah Umum |
|---|---|
| Prolaps Organ Panggul |
|
| Inkontinensia Urin Stres |
|
| Inkontinensia Urin Urgensi |
|
Edukasi pasien sangat penting untuk pencegahan dan manajemen jangka panjang:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi