Presbycusis adalah salah satu gangguan pendengaran paling umum pada lansia. Istilah ini berasal dari kata Yunani "presbys" (tua) dan "akusis" (pendengaran), secara literal berarti "pendengaran yang menua." Kondisi ini penting untuk dipahami karena merupakan masalah kesehatan publik yang signifikan pada populasi yang semakin menua. Memahami karakteristik, mekanisme patologi, dan pendekatan diagnostik presbycusis akan membantu Anda mengenali dan mengelola pasien-pasien dengan gangguan pendengaran terkait usia.
Presbycusis didefinisikan sebagai ketulian sensorineural frekuensi tinggi yang bersifat simetris, biasanya mulai muncul setelah usia 65 tahun. Karakteristik penting yang membedakannya dari ketulian akibat penyebab lain adalah:
Penyebab utama presbycusis adalah degenerasi progresif dari struktur-struktur telinga dalam. Proses ini mencakup:
Berbagai faktor risiko berkontribusi terhadap perkembangan dan keparahan presbycusis, termasuk faktor genetik keturunan, pola makan yang buruk, gangguan metabolisme, arteriosklerosis, riwayat infeksi, paparan bising kronis selama hidup, dan pilihan gaya hidup tertentu. Meskipun faktor-faktor ini menarik, penting untuk fokus pada mekanisme patologi dan presentasi klinis untuk tujuan ujian.
Untuk benar-benar memahami presbycusis, kita perlu melihat apa yang sebenarnya terjadi pada tingkat jaringan. Beberapa perubahan patologi utama meliputi:
Schuknecht mengidentifikasi bahwa presbycusis bukanlah kondisi tunggal, melainkan empat tipe patologi yang berbeda, masing-masing dengan pola kerusakan yang unik:
1. Presbycusis Sensorik
2. Presbycusis Neural
3. Presbycusis Metabolik (Presbycusis Stial)
4. Presbycusis Mekanik (Presbycusis Koklear)
Penting untuk diingat bahwa dalam praktik klinis, seorang pasien sering menunjukkan fitur dari lebih dari satu tipe, menciptakan gambaran klinis yang kompleks. Namun, mengidentifikasi tipe yang dominan membantu dalam memprediksi keluaran dan merencanakan rehabilitasi.
Pasien melaporkan penurunan kemampuan mendengar yang bertahap dan terus-menerus. Karakteristiknya:
Pasien melaporkan suara berdenging atau densingan pada kedua telinga, biasanya dengan nada tinggi. Ini terjadi karena kerusakan pada sel-sel sensorik yang menghasilkan sinyal abnormal. Tinnitus pada presbycusis dapat mengganggu secara signifikan, terutama saat malam hari.
Ini adalah gejala yang sangat karakteristik dan diagnostik penting. Pasien mengalami kesulitan besar dalam memahami percakapan di lingkungan yang bising, meskipun mereka dapat mendengar suara secara umum. Dalam ruangan sunyi, pendengaran mereka mungkin cukup baik, tetapi di restoran yang ramai atau acara sosial, mereka tidak dapat mengikuti percakapan. Ini merefleksikan gangguan dalam pemisahan sinyal pendengaran dan penekan bising, yang merupakan fungsi kompleks sistem pendengaran pusat yang sering terganggu pada presbycusis neural.
Gejala yang mungkin membingungkan ini adalah sensasi nyeri atau ketidaknyamanan saat suara dengan intensitas tinggi diperkenalkan. Pasien mungkin mengatakan, "Anda tidak perlu berteriakâsaya tidak tuli, saya hanya tidak mendengar dengan baik!" Ini terjadi karena kerusakan yang tidak rata pada sel-sel sensorik, menyebabkan amplifikasi sinyal yang abnormal di daerah yang masih berfungsi.
Otoskopi biasanya menunjukkan:
Penting untuk dicatat bahwa otoskopi pada presbycusis tidak menunjukkan penyakit pada telinga luar atau tengahâtemuan ini hanya mencerminkan perubahan normal pada membran timpani dengan usia. Temuan ini membantu menyingkirkan penyebab lain ketulian yang mungkin terlihat sebagai kelainan pada membran timpani.
Tes penala membedakan antara ketulian konduktif dan sensorineural. Pada presbycusis (ketulian sensorineural murni):
Audiometri nada murni menunjukkan pola spesifik:
Audiometri tutur (speech audiometry) adalah penting untuk mengevaluasi tipe presbycusis:
Kombinasi pola audiometri nada murni dan skor diskriminasi ucapan memungkinkan Anda untuk mengidentifikasi tipe presbycusis yang dominan, yang memiliki implikasi penting untuk manajemen dan prognosis.
Pemasangan alat bantu dengar adalah lini pertama manajemen pada kebanyakan pasien presbycusis. Alat-alat modern ini:
Memilih dan menyesuaikan alat bantu dengar adalah proses yang memerlukan keahlian audiolog dan waktu untuk adaptasi.
Sekedar memberikan alat bantu dengar sering tidak cukup, terutama untuk pasien dengan komponen neural yang signifikan. Manajemen optimal melibatkan kombinasi:
1. Pelatihan Membaca Ujaran (Speech Reading)
2. Latihan Pendengaran (Auditory Training)
3. Konseling dan Dukungan Psikososial
Pendekatan tim multidisiplin yang melibatkan audiolog, ahli terapi wicara, dan dokter memberikan hasil terbaik dalam meningkatkan fungsi komunikasi dan kualitas hidup pasien presbycusis.
Concept Pages
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.
Belum punya akun? Daftar Gratis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi