Pneumotoraks dapat diklasifikasikan berdasarkan beberapa kriteria:
| Kriteria | Jenis | Deskripsi |
| Berdasarkan Etiologi | Pneumotoraks Spontan Primer (PSP) | Terjadi tanpa trauma atau penyakit paru sebelumnya, sering pada pria muda, tinggi, kurus, perokok. Diduga akibat ruptur bula subpleura. |
| Pneumotoraks Spontan Sekunder (PSS) | Terjadi pada pasien dengan penyakit paru yang mendasari (mis. PPOK, TB Paru, Fibrosis Kistik, Pneumonia Pneumocystis jirovecii). | |
| Pneumotoraks Traumatik/Iatrogenik | Akibat trauma tumpul/tajam dada (mis. fraktur iga, luka tusuk) atau prosedur medis (mis. biopsi paru, pemasangan CVC, ventilasi mekanik). | |
| Berdasarkan Mekanisme | Pneumotoraks Simpleks (Terbuka/Tertutup) | Udara masuk ke rongga pleura tetapi tidak ada mekanisme "katup satu arah". Tekanan di rongga pleura tidak melebihi tekanan atmosfer. |
| Pneumotoraks Tension | Mekanisme "katup satu arah" memungkinkan udara masuk saat inspirasi tetapi tidak bisa keluar saat ekspirasi. Menyebabkan peningkatan tekanan intrapleura progresif, mendorong mediastinum kontralateral, menekan vena kava, dan mengganggu sirkulasi. Kegawatdaruratan! |
Udara masuk ke rongga pleura melalui defek pada pleura viseral atau parietal. Akibatnya, tekanan intrapleura yang seharusnya negatif menjadi positif, menyebabkan paru kolaps.
Pada pneumotoraks tension, terjadi mekanisme katup satu arah di mana udara dapat masuk ke rongga pleura saat inspirasi tetapi tidak dapat keluar saat ekspirasi. Akumulasi udara ini meningkatkan tekanan intrapleura secara progresif, mendorong mediastinum ke sisi kontralateral (mediastinal shift), menekan vena kava, dan menghambat aliran balik vena ke jantung. Hal ini menyebabkan penurunan curah jantung yang cepat dan syok obstruktif, sehingga merupakan kondisi yang mengancam jiwa.
Gejala dan tanda bervariasi tergantung ukuran pneumotoraks dan apakah ada tension:
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan konfirmasi radiologis.
Beberapa kondisi dapat menyerupai pneumotoraks:
Tatalaksana pneumotoraks tergantung pada ukuran, jenis (primer/sekunder, simpleks/tension), dan stabilitas pasien.
A. Tatalaksana Umum:
B. Tatalaksana Spesifik:
1. Pneumotoraks Tension:
2. Pneumotoraks Spontan Primer (PSP) Simpleks:
3. Pneumotoraks Spontan Sekunder (PSS) Simpleks:
4. Pneumotoraks Traumatik/Iatrogenik:
C. Pencegahan Rekurensi (untuk PSP/PSS rekuren):

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi