Pneumonia Komunitas (Community-Acquired Pneumonia/CAP) adalah infeksi akut parenkim paru yang terjadi pada individu yang tidak dirawat di rumah sakit atau institusi perawatan jangka panjang dalam 14 hari terakhir sebelum timbulnya gejala.
Diagnosis ditegakkan berdasarkan adanya infiltrat baru pada foto toraks, disertai gejala klinis infeksi saluran napas akut.
Berbagai mikroorganisme dapat menyebabkan CAP. Identifikasi patogen seringkali sulit, sehingga tatalaksana awal bersifat empiris.
Beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko seseorang terkena CAP atau mengalami keparahan yang lebih tinggi:
CAP umumnya terjadi ketika mikroorganisme patogen berhasil melewati mekanisme pertahanan saluran napas atas dan bawah, kemudian berkolonisasi serta bereplikasi di alveoli.
Respons inflamasi lokal memicu pelepasan mediator inflamasi, menyebabkan peningkatan permeabilitas kapiler, akumulasi cairan, sel-sel inflamasi, dan debris di dalam alveoli, yang secara klinis bermanifestasi sebagai konsolidasi atau infiltrat pada radiografi.
Gejala dan tanda CAP bervariasi tergantung usia, etiologi, dan kondisi pasien.
Diagnosis CAP ditegakkan berdasarkan kombinasi gambaran klinis dan radiologis.
Pemeriksaan penunjang membantu menilai keparahan, mengidentifikasi patogen, dan menyingkirkan diagnosis banding.
Digunakan untuk menilai keparahan CAP dan memandu keputusan tatalaksana (rawat jalan vs. rawat inap).
Skor CURB-65 (lebih sering digunakan di Indonesia karena praktis):
| Kriteria | Poin |
| Confusion (disorientasi baru) | 1 |
| Urea (>7 mmol/L atau >19 mg/dL) | 1 |
| Respiratory rate (≥30 napas/menit) | 1 |
| Blood pressure (Sistolik <90 mmHg atau Diastolik ≤60 mmHg) | 1 |
| Usia ≥65 tahun | 1 |
Interpretasi CURB-65:
Skor PSI (Pneumonia Severity Index) / PORT Score: Lebih kompleks, menggunakan 20 variabel, lebih akurat namun kurang praktis untuk penggunaan sehari-hari.
Fokus pada terapi suportif dan antibiotik empiris yang tepat berdasarkan keparahan dan lokasi perawatan.
Pilihan antibiotik disesuaikan dengan skor CURB-65 atau PSI dan ada tidaknya faktor risiko untuk Pseudomonas aeruginosa atau MRSA.
Durasi terapi umumnya 5-7 hari, dapat lebih lama tergantung respons klinis dan patogen.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi