Pneumonia Komunitas (CAP)

Pneumonia Komunitas (CAP) adalah salah satu infeksi saluran napas bawah yang sering ditemui dan menjadi tantangan diagnostik serta terapeutik di praktik sehari-hari. Pemahaman mendalam tentang etiologi, manifestasi klinis, hingga tatalaksana yang tepat sangat krusial, apalagi sering keluar di UKMPPD! Yuk, kuasai seluk-beluk CAP agar kamu siap menghadapi kasusnya!

Definisi

Pneumonia Komunitas (Community-Acquired Pneumonia/CAP) adalah infeksi akut parenkim paru yang terjadi pada individu yang tidak dirawat di rumah sakit atau institusi perawatan jangka panjang dalam 14 hari terakhir sebelum timbulnya gejala.

Diagnosis ditegakkan berdasarkan adanya infiltrat baru pada foto toraks, disertai gejala klinis infeksi saluran napas akut.

Etiologi

Berbagai mikroorganisme dapat menyebabkan CAP. Identifikasi patogen seringkali sulit, sehingga tatalaksana awal bersifat empiris.

  • Bakteri Khas (Typical Bacteria):
    • Streptococcus pneumoniae (paling sering)
    • Haemophilus influenzae
    • Staphylococcus aureus (terutama setelah infeksi influenza)
    • Klebsiella pneumoniae (sering pada alkoholik)
  • Bakteri Atipikal (Atypical Bacteria):
    • Mycoplasma pneumoniae
    • Chlamydophila pneumoniae
    • Legionella pneumophila
  • Virus:
    • Influenza A dan B
    • Virus sinsitial pernapasan (RSV)
    • Adenovirus, Parainfluenza virus
    • SARS-CoV-2

Faktor Risiko

Beberapa kondisi dapat meningkatkan risiko seseorang terkena CAP atau mengalami keparahan yang lebih tinggi:

  • Usia ekstrem (sangat muda <5 tahun dan lansia >65 tahun)
  • Penyakit komorbid kronis (PPOK, asma, DM, gagal jantung, penyakit ginjal kronis, penyakit hati)
  • Imunosupresi (HIV/AIDS, transplantasi organ, terapi kortikosteroid jangka panjang)
  • Merokok dan paparan asap rokok
  • Alkoholisme
  • Malnutrisi
  • Riwayat infeksi virus saluran napas atas baru-baru ini

Patofisiologi

CAP umumnya terjadi ketika mikroorganisme patogen berhasil melewati mekanisme pertahanan saluran napas atas dan bawah, kemudian berkolonisasi serta bereplikasi di alveoli.

Respons inflamasi lokal memicu pelepasan mediator inflamasi, menyebabkan peningkatan permeabilitas kapiler, akumulasi cairan, sel-sel inflamasi, dan debris di dalam alveoli, yang secara klinis bermanifestasi sebagai konsolidasi atau infiltrat pada radiografi.

Manifestasi Klinis

Gejala dan tanda CAP bervariasi tergantung usia, etiologi, dan kondisi pasien.

  • Gejala Umum:
    • Demam (seringkali menggigil)
    • Batuk (produktif dengan sputum purulen/mukoid, bisa juga non-produktif)
    • Sesak napas (dispnea)
    • Nyeri dada pleuritik (terutama saat batuk atau bernapas dalam)
    • Malaise, mialgia, anoreksia
  • Tanda Fisik:
    • Takipnea, takikardia
    • Peningkatan fremitus vokal (pada konsolidasi)
    • Pekak pada perkusi (pada konsolidasi/efusi pleura)
    • Suara napas bronkial, ronki basah halus/kasar, atau krepitasi pada auskultasi
    • Penurunan saturasi oksigen
  • Gejala Atipikal (mis. Mycoplasma, Chlamydophila):
    • Onset lebih insidious
    • Batuk kering persisten
    • Sakit kepala, mialgia, arthralgia
    • Gejala ekstrapulmoner (mis. ruam, hemolisis)

Penegakan Diagnosis

Diagnosis CAP ditegakkan berdasarkan kombinasi gambaran klinis dan radiologis.

  1. Anamnesis dan Pemeriksaan Fisik: Menilai gejala dan tanda yang konsisten dengan CAP.
  2. Pemeriksaan Radiologi Toraks:
    • Foto toraks PA/Lateral adalah standar emas untuk mengkonfirmasi diagnosis.
    • Ditemukan infiltrat baru (konsolidasi lobaris, infiltrat interstisial, atau bronkopneumonia).
    • CT scan toraks dapat dipertimbangkan pada kasus yang tidak responsif atau diagnosis meragukan.

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penunjang membantu menilai keparahan, mengidentifikasi patogen, dan menyingkirkan diagnosis banding.

  • Laboratorium Darah:
    • Darah Lengkap: Leukositosis dengan shift to the left (bakteri), leukopenia (berat, prognosis buruk).
    • CRP dan Procalcitonin: Indikator inflamasi, dapat membantu membedakan infeksi bakteri dari viral, serta memantau respons terapi.
    • Fungsi Ginjal, Elektrolit, Fungsi Hati: Untuk menilai komorbiditas dan keparahan.
    • Analisis Gas Darah (AGD): Pada pasien dengan hipoksemia berat atau gagal napas.
  • Mikrobiologi:
    • Kultur Sputum: Diindikasikan pada pasien rawat inap berat atau gagal terapi empiris.
    • Kultur Darah: Pada pasien rawat inap berat, terutama dengan syok atau komorbiditas.
    • Tes Cepat Antigen Urin: Untuk S. pneumoniae dan Legionella pneumophila (spesifik, sensitivitas bervariasi).
    • PCR: Untuk identifikasi virus atau bakteri atipikal.

Klasifikasi dan Skor Prognostik

Digunakan untuk menilai keparahan CAP dan memandu keputusan tatalaksana (rawat jalan vs. rawat inap).

Skor CURB-65 (lebih sering digunakan di Indonesia karena praktis):

KriteriaPoin
Confusion (disorientasi baru)1
Urea (>7 mmol/L atau >19 mg/dL)1
Respiratory rate (≥30 napas/menit)1
Blood pressure (Sistolik <90 mmHg atau Diastolik ≤60 mmHg)1
Usia ≥65 tahun1

Interpretasi CURB-65:

  • 0-1 poin: Risiko rendah, rawat jalan.
  • 2 poin: Risiko sedang, pertimbangkan rawat inap singkat atau observasi ketat.
  • ≥3 poin: Risiko tinggi, rawat inap.
  • ≥4 poin: Pertimbangkan perawatan di ICU.

Skor PSI (Pneumonia Severity Index) / PORT Score: Lebih kompleks, menggunakan 20 variabel, lebih akurat namun kurang praktis untuk penggunaan sehari-hari.

Diagnosis Banding

Penting untuk membedakan CAP dari kondisi lain dengan gejala serupa.

  • Bronkitis akut
  • Eksaserbasi akut PPOK/Asma
  • Gagal jantung kongestif (edema paru)
  • Efusi pleura
  • Emboli paru
  • Tuberkulosis paru
  • Keganasan paru
  • Pneumonitis (kimiawi, aspirasi, hipersensitivitas)

Tatalaksana

Fokus pada terapi suportif dan antibiotik empiris yang tepat berdasarkan keparahan dan lokasi perawatan.

1. Tatalaksana Non-Farmakologis (Suportif)

  • Tirah baring
  • Hidrasi adekuat
  • Nutrisi yang cukup
  • Oksigenasi: Jika SpO2 <90% atau ada tanda hipoksemia.
  • Fisioterapi dada (jika ada sputum kental, sulit dikeluarkan).

2. Tatalaksana Farmakologis (Antibiotik Empiris)

Pilihan antibiotik disesuaikan dengan skor CURB-65 atau PSI dan ada tidaknya faktor risiko untuk Pseudomonas aeruginosa atau MRSA.

A. Pasien Rawat Jalan (CURB-65 0-1)

  • Tanpa komorbiditas & tanpa penggunaan antibiotik dalam 3 bulan terakhir:
    • Makrolid (Azitromisin, Klaritromisin) atau
    • Doksisiklin
  • Dengan komorbiditas (penyakit jantung, paru, hati, ginjal, DM, alkoholism, keganasan, asplenia) ATAU penggunaan antibiotik dalam 3 bulan terakhir:
    • Beta-laktam (Amoksisilin/klavulanat atau Sefpodoksim atau Sefuroksim) + Makrolid atau
    • Fluorokuinolon respirasi (Levofloksasin, Moksofloksasin, Gemifloksasin) monoterapi

B. Pasien Rawat Inap (Non-ICU) (CURB-65 2-3)

  • Beta-laktam (Sefotaksim, Seftriakson, Ampisilin/sulbaktam, Ertapenem) + Makrolid (Azitromisin) atau
  • Fluorokuinolon respirasi (Levofloksasin, Moksofloksasin) monoterapi

C. Pasien Rawat Inap (ICU) (CURB-65 ≥4)

  • Beta-laktam (Sefotaksim, Seftriakson, Ampisilin/sulbaktam) + Makrolid (Azitromisin) atau
  • Beta-laktam + Fluorokuinolon respirasi
  • Jika curiga Pseudomonas aeruginosa: Anti-pseudomonal beta-laktam (Piperasilin/tazobaktam, Sefepim, Imipenem, Meropenem) + Siprofloksasin/Levofloksasin atau Anti-pseudomonal beta-laktam + Aminoglikosida + Azitromisin.
  • Jika curiga MRSA: Tambahkan Vankomisin atau Linezolid.

Durasi terapi umumnya 5-7 hari, dapat lebih lama tergantung respons klinis dan patogen.

Komplikasi

  • Efusi pleura (parapneumonia)
  • Empiema
  • Abses paru
  • Sepsis dan syok septik
  • Gagal napas akut (ARDS)
  • Gagal organ multipel
  • Perikarditis, miokarditis
  • Meningitis

Pencegahan

  • Vaksinasi:
    • Vaksin Pneumokokus (PCV13, PPSV23): Direkomendasikan untuk anak-anak, lansia (≥65 tahun), dan individu dengan kondisi medis tertentu.
    • Vaksin Influenza: Tahunan, untuk semua individu ≥6 bulan.
  • Berhenti merokok
  • Menghindari paparan asap rokok dan polusi udara
  • Mencuci tangan secara teratur
  • Mengelola penyakit komorbid dengan baik
  • Nutrisi adekuat

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds