Pneumokoniosis diklasifikasikan berdasarkan jenis debu yang terhirup. Berikut adalah jenis-jenis utama yang sering ditemui:
Patofisiologi pneumokoniosis dimulai ketika partikel debu anorganik berukuran mikro (<5 µm) terhirup dan mencapai alveoli.
Makrofag alveolar akan memfagositosis partikel ini. Namun, partikel tertentu (misalnya silika, asbes) bersifat toksik bagi makrofag, menyebabkan lisisnya makrofag dan pelepasan mediator inflamasi serta sitokin (misalnya TNF-α, IL-1, PDGF, TGF-β).
Pelepasan mediator ini memicu respons inflamasi kronis dan aktivasi fibroblas, yang pada akhirnya menyebabkan deposisi kolagen dan pembentukan jaringan parut (fibrosis) di paru-paru.
Fibrosis progresif ini mengganggu fungsi paru, mengurangi elastisitas, dan menghambat pertukaran gas.
Gejala pneumokoniosis seringkali muncul setelah paparan bertahun-tahun (laten) dan bersifat progresif. Intensitas gejala bervariasi tergantung jenis dan durasi paparan.
Diagnosis pneumokoniosis didasarkan pada kombinasi riwayat paparan okupasi, gambaran klinis, dan pemeriksaan radiologi.
Anamnesis: Sangat krusial untuk menggali riwayat pekerjaan secara detail (jenis pekerjaan, durasi paparan, penggunaan APD) dan gejala yang dialami.
Pemeriksaan Fisik: Mencari tanda-tanda gangguan pernapasan dan komplikasi.
Pemeriksaan Penunjang: Radiografi dada dan HRCT paru adalah kunci.
Beberapa pemeriksaan penunjang yang penting:
Penting untuk membedakan pneumokoniosis dari kondisi paru lain yang memiliki gambaran serupa:
| Kondisi | Poin Pembeda Utama |
| Sarkoidosis | Nodul limfadenopati hilus bilateral, granuloma non-kaseosa pada biopsi, keterlibatan organ lain. |
| Tuberkulosis Paru | Gambaran infiltrat, kavitas, riwayat kontak, hasil BTA positif, respons terhadap OAT. Sering komorbid dengan silikosis. |
| Fibrosis Paru Idiopatik (IPF) | Tidak ada riwayat paparan okupasi, gambaran UIP (usual interstitial pneumonia) pada HRCT dan biopsi. |
| Karsinoma Paru | Massa soliter atau infiltrat, sering pada perokok, biopsi menunjukkan keganasan. Asbestosis meningkatkan risiko. |
| Pneumonitis Hipersensitivitas | Riwayat paparan alergen organik, gejala akut/subakut, gambaran "ground-glass" pada HRCT. |
Tidak ada terapi spesifik yang dapat menyembuhkan pneumokoniosis atau membalikkan fibrosis paru yang sudah terjadi. Tatalaksana bersifat suportif dan bertujuan untuk meredakan gejala serta mencegah komplikasi.
Non-Farmakologis:
Farmakologis:
Pneumokoniosis dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius:
Pencegahan adalah pilar utama dalam penanganan pneumokoniosis karena sifatnya yang ireversibel.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi