Pitted keratolysis adalah infeksi bakteri kulit yang menyerang lapisan terluar kaki (stratum korneum) dan menghasilkan lekukan kecil atau "pit" yang karakteristik pada telapak kaki. Kondisi ini erat kaitannya dengan kelembaban berlebih dan hiperhidrosis, sehingga sering dijumpai pada orang-orang yang memakai sepatu tertutup dalam waktu lama. Meskipun bukan penyakit berbahaya, pemahaman tentang diagnosis dan tatalaksananya penting untuk ujian Anda.
Pitted keratolysis adalah infeksi superfisial pada stratum korneum (lapisan terluar kulit) yang ditandai dengan terbentuknya pit-pit atau lubang-lubang kecil pada permukaan telapak kaki. Istilah "pitted" mengacu pada lubang-lubang kecil yang terlihat, sedangkan "keratolysis" berarti kerusakan atau degradasi keratin.
Ada tiga bakteri Gram-positif utama yang menyebabkan kondisi ini:
Ketiga bakteri ini adalah organisme normal yang hidup di kulit, tetapi berkembang biak secara berlebihan dalam kondisi khusus.
Faktor risiko terbesar adalah kelembaban berlebih (hiperhidrosis) pada telapak kaki. Kondisi ini terjadi terutama pada individu yang:
Lingkungan lembab dan hangat menciptakan kondisi ideal untuk pertumbuhan bakteri.
Bakteri penyebab pitted keratolysis menghasilkan enzim keratinolitik yang mendegradasi protein keratin di stratum korneum:
Proses ini menciptakan saluran-saluran kecil atau terowongan dalam lapisan stratum korneum, menghasilkan pit-pit yang karakteristik terlihat pada pemeriksaan klinis.
Inilah aspek yang sering ditanyakan dalam ujian. Bakteri menghasilkan senyawa sulfur yang volatil melalui metabolisme asam amino yang mengandung sulfur:
Bau ini bukan hanya masalah estetika, tetapi merupakan produk metabolik langsung dari aktivitas bakteri.
Pitted keratolysis memiliki presentasi klinis yang cukup karakteristik:
Lesi berupa pit-pit kecil pada telapak kaki dengan sifat:
Tanda-tanda penyerta:
Inilah detail penting yang sering ditanyakan: lesi akan menjadi lebih jelas dan nyata setelah kaki direndam dalam air hangat selama 10-15 menit. Hal ini karena:
Diagnosis pitted keratolysis didasarkan pada triad klinis:
Ketika ketiga elemen ini hadir bersamaan, diagnosis menjadi sangat mungkin.
Pemeriksaan Mikroskopis:
Pemeriksaan KOH (Kalium Hidroksida):
Berikut adalah kondisi yang harus dibedakan dari pitted keratolysis:
Tinea pedis (infeksi dermatofita)
Veruka (kutil)
Keratoderma palmoplantar punctate
Hiperkeratosis palmoplantar
Ini adalah lini pertama pengobatan:
Antibiotik topikal pilihan:
Mekanisme kerja: antibiotik ini akan menghilangkan populasi bakteri, sehingga degradasi keratin berhenti dan pit-pit dapat pulih.
Antiperspirant:
Elemen ini sangat penting karena rekurensi adalah masalah umum:
Trik penting: tanyakan pasien tentang kebiasaan penggunaan sepatu dan aktivitas mereka, karena ini akan membantu dalam memberikan nasihat yang tepat.
Dengan penatalaksanaan yang tepat dan konsisten:
Namun, rekurensi adalah risiko signifikan jika pasien kembali ke kondisi lingkungan yang lembab tanpa perubahan gaya hidup.
Edukasi pasien adalah bagian integral dari terapi. Ujian Anda mungkin menanyakan tentang apa yang harus diberitahu kepada pasien:
Tentang penyebab:
Tentang pencegahan:
Tentang kepatuhan terapi:
Karakteristik Epidemiologis Lanjutan: Pitted keratolysis lebih sering pada laki-laki muda, khususnya militer atau mereka dalam profesi yang memerlukan penggunaan sepatu tertutup lama (pilot, astronot).
Variasi Regional: Kondisi ini lebih umum di iklim tropis dan subtropis karena kelembaban yang lebih tinggi secara keseluruhan.
Potensi Komplikasi: Meskipun jarang, infeksi sekunder bakteri lain dapat terjadi jika lesi digaruk terus-menerus, menghasilkan dermatitis atau selulitis lokal.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi