Pitiriasis Rosea

Pitiriasis Rosea adalah ruam kulit inflamasi akut yang seringkali membuat mahasiswa kedokteran bingung dengan kondisi lain. Meskipun umumnya jinak dan self-limiting, kemampuannya meniru penyakit lain seperti sifilis sekunder atau tinea membuat diagnosisnya menjadi krusial di UKMPPD. Yuk, pahami karakteristik uniknya, mulai dari 'herald patch' hingga pola 'pohon cemara', agar Anda siap mendiagnosisnya dengan tepat!

Definisi

Pitiriasis Rosea adalah penyakit kulit inflamasi akut yang bersifat self-limiting, ditandai dengan munculnya ruam papuloskuamosa eritematosa.

Penyakit ini umumnya jinak dan sembuh spontan dalam beberapa minggu hingga bulan.

Etiologi

Etiologi pasti Pitiriasis Rosea masih belum diketahui secara pasti (idiopatik).

Namun, banyak bukti menunjukkan adanya keterkaitan dengan infeksi virus, khususnya Human Herpesvirus-7 (HHV-7) dan Human Herpesvirus-6 (HHV-6).

Tidak bersifat menular.

Epidemiologi

Pitiriasis Rosea paling sering menyerang individu berusia 10-35 tahun.

Insidensi cenderung meningkat pada musim semi dan gugur.

Tidak ada predileksi ras atau jenis kelamin yang signifikan.

Manifestasi Klinis

Pitiriasis Rosea biasanya diawali dengan lesi tunggal, disebut "herald patch" atau "mother patch".

  • Herald patch: Lesi makula atau plak eritematosa berukuran 2-10 cm, berbentuk oval, dengan skuama halus di bagian tepi (collarette of scale). Sering muncul di badan atau ekstremitas proksimal.
  • Muncul 1-2 minggu kemudian: Erupsi lesi sekunder yang lebih kecil, banyak, berbentuk oval, berwarna merah muda hingga kemerahan, dengan skuama halus.
  • Distribusi: Lesi sekunder umumnya mengikuti garis lipatan kulit (garis Langer), memberikan gambaran khas "pohon cemara terbalik" (christmas tree pattern) di punggung.
  • Lokasi: Predileksi di badan, leher, dan ekstremitas proksimal. Wajah, telapak tangan, dan telapak kaki umumnya tidak terlibat, kecuali pada varian atipikal.
  • Gejala penyerta: Sebagian pasien (sekitar 25-50%) mengeluhkan gatal ringan hingga sedang (pruritus). Gejala prodromal seperti malaise, sakit kepala, atau demam ringan jarang terjadi.

Penegakan Diagnosis

Diagnosis Pitiriasis Rosea umumnya ditegakkan secara klinis berdasarkan gambaran lesi dan distribusinya yang khas (herald patch diikuti pola pohon cemara).

Pemeriksaan penunjang jarang diperlukan, namun dapat dilakukan untuk menyingkirkan diagnosis banding:

  • Pemeriksaan KOH: Untuk menyingkirkan tinea corporis (hasil negatif).
  • Serologi sifilis (VDRL/RPR): Untuk menyingkirkan sifilis sekunder, terutama jika lesi melibatkan telapak tangan/kaki atau tidak ada herald patch.
  • Biopsi kulit: Jarang dilakukan, hanya jika diagnosis tidak jelas. Gambaran histopatologi non-spesifik.

Diagnosis Banding

Penting untuk membedakan Pitiriasis Rosea dari kondisi lain yang memiliki gambaran serupa. Berikut adalah diagnosis banding utama:

KondisiKarakteristik Pembeda
Tinea CorporisLesi umumnya soliter atau sedikit, tepi aktif meninggi dengan skuama, sentral jernih. Gatal lebih intens. Pemeriksaan KOH positif hifa.
Sifilis SekunderLesi polimorfik (makula, papul, pustul), sering melibatkan telapak tangan dan kaki. Tidak ada herald patch. Sering disertai limfadenopati. Serologi sifilis positif. Riwayat kontak seksual.
Psoriasis GutataLesi papul eritematosa kecil dengan skuama keperakan, muncul mendadak setelah infeksi streptokokus. Tidak ada herald patch. Tanda Auspitz positif.
Erupsi Obat (Drug Eruption)Riwayat konsumsi obat baru. Distribusi ruam bisa lebih generalisata, tidak selalu pola pohon cemara. Tidak ada herald patch.
Pitiriasis AlbaLesi hipopigmentasi dengan skuama halus, sering pada anak-anak, di wajah dan ekstremitas. Tidak ada herald patch atau pola pohon cemara.

Tatalaksana

Pitiriasis Rosea bersifat self-limiting, sehingga tatalaksana umumnya bersifat simptomatik.

  • Edukasi pasien: Jelaskan bahwa kondisi ini akan sembuh spontan dalam 4-8 minggu (bisa hingga 3 bulan) dan tidak menular.
  • Mengatasi pruritus (gatal):
    • Antihistamin oral (misalnya loratadine, cetirizine) untuk gatal yang mengganggu.
    • Kortikosteroid topikal potensi rendah-sedang (misalnya hidrokortison 1-2,5%, triamcinolone 0,1%) dapat digunakan untuk mengurangi inflamasi dan gatal.
    • Losion kalamin atau pelembab untuk menenangkan kulit.
  • Terapi cahaya (UVB): Dapat dipertimbangkan pada kasus yang luas, persisten, atau gatal hebat, namun jarang diperlukan.
  • Antivirus: Meskipun HHV-7/6 diduga terlibat, penggunaan antivirus sistemik (misalnya asiklovir) masih kontroversial dan tidak rutin direkomendasikan, kecuali pada kasus berat atau atipikal.

Prognosis

Prognosis Pitiriasis Rosea sangat baik. Penyakit ini umumnya sembuh spontan tanpa komplikasi atau jaringan parut.

Hipo- atau hiperpigmentasi pasca-inflamasi dapat terjadi, terutama pada individu berkulit gelap, namun biasanya bersifat sementara.

Rekurensi sangat jarang terjadi (kurang dari 2%).

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds