Seiring bertambahnya usia, sistem pendengaran mengalami berbagai perubahan struktural yang progresif. Perubahan-perubahan ini terjadi di seluruh komponen telingaâdari struktur luar yang mudah dilihat hingga sistem saraf yang kompleks di telinga dalam. Memahami perubahan-perubahan ini penting untuk menjelaskan mengapa gangguan pendengaran sangat umum terjadi pada lansia dan bagaimana perubahan anatomis berkontribusi pada penurunan fungsi pendengaran.
Telinga luar dan tengah memiliki fungsi utama mengumpulkan dan meneruskan gelombang suara. Pada usia lanjut, beberapa perubahan struktural mengganggu proses ini.
Pinna dan Liang Telinga
Pinna (daun telinga) merupakan struktur luar yang mengumpulkan gelombang suara. Pada lansia, pinna kehilangan elastisitas jaringan ikat dan ukurannya bertambah akibat kehilangan kolagen dan elastin. Sementara itu, liang telinga (konduktur auditorius eksternus) mengalami atrofi, disertai dengan peningkatan kekakuan dinding liang. Kondisi ini mengurangi efisiensi pengumpulan suara.
Fenomena lain yang sering terjadi adalah penumpukan serumen (earwax) yang berlebihan. Serumen diproduksi oleh kelenjar serumen yang terletak di liang telinga. Pada lansia, meskipun kelenjar serumen mengalami atrofi (penyusutan), produksi serumen justru meningkat dan terakumulasi. Penumpukan iniâdisebut serumen propaksiâdapat menyumbat liang telinga dan mengganggu transmisi suara.
Membran Timpani dan Tulang Pendengaran
Membran timpani (gendang telinga) merupakan struktur tipis yang bervibrasi sebagai respons terhadap gelombang suara. Pada lansia, membran timpani mengalami penipisan dan menjadi lebih kaku. Perubahan ini mengurangi fleksibilitas membran, sehingga responsnya terhadap vibrasi berkurang.
Di balik membran timpani terdapat tiga tulang pendengaran kecil (osikuli): martil, landasan, dan sanggurdi. Tulang-tulang ini bekerja bersama untuk meneruskan vibrasi membran timpani ke telinga dalam. Pada lansia, persendian antartulang ini mengalami kekakuanâsuatu proses yang disebut ankylosisâkarena perubahan kartilago dan pengerasan jaringan sekelilingnya. Perubahan ini menghambat transmisi mekanis suara.
Selain itu, tulang rawan di sekitar Tuba Eustachius (saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan hidung) mengalami penulangan dan perkapuran. Proses ini mengurangi kelenturan saluran dan dapat mengganggu fungsi pengeringan dan ventilasi telinga tengah.
Telinga dalam (koklea) adalah struktur yang mengubah vibrasi mekanis menjadi sinyal listrik yang dapat diproses otak. Ini adalah lokasi transformasi paling penting dalam sistem pendengaran, dan juga merupakan area yang paling rentan terhadap kerusakan pada usia lanjut.
Organ Corti dan Sel-Sel Rambut
Organ Corti adalah struktur mikro kompleks di dalam koklea yang berisi sel-sel penerima khusus. Struktur ini terdiri dari berbagai tipe sel, paling penting adalah sel-sel rambut: sel rambut luar (outer hair cells) dan sel rambut dalam (inner hair cells). Sel-sel rambut ini bertugas mengubah vibrasi mekanis menjadi impuls saraf.
Pada lansia, sel-sel rambut luar mengalami degenerasi yang signifikan, terutama di bagian basal (dasar) koklea. Sel-sel rambut merespons frekuensi tinggi, dan degenerasi mereka menyebabkan penurunan pendengaran pada frekuensi tinggi. Kerusakan sel-sel rambut bersifat permanen karena sel-sel ini tidak dapat beregenerasi.
Organ Corti secara keseluruhan adalah bagian paling rentan terhadap perubahan degeneratif pada usia lanjut. Perubahan ini mencakup tidak hanya sel-sel rambut tetapi juga sel-sel pendukung dan struktur sekitarnya.
Stria Vaskularis dan Sistem Peredaran
Stria vaskularis adalah jaringan yang kaya pembuluh darah yang melapisi dinding koklea dan menghasilkan cairan telinga dalam (endolimfa). Cairan ini penting untuk fungsi sel-sel rambut. Pada lansia, stria vaskularis mengalami atrofia dan perubahan vaskular, termasuk penurunan aliran darah. Akibatnya, produksi dan komposisi endolimfa berubah, yang mengganggu fungsi sel-sel rambut dan meningkatkan ambang pendengaran (orang perlu suara lebih keras untuk mendengar).
Ganglion Spiral dan Saraf Pendengaran
Ganglion spiral adalah kumpulan badan sel saraf yang membawa sinyal dari sel-sel rambut ke otak. Pada lansia, jumlah dan ukuran sel-sel ganglion berkurang. Selain itu, myelinâlapisan isolasi di sekitar akson sarafâmengalami pengurangan. Myelin ini penting untuk kecepatan transmisi sinyal saraf. Berkurangnya myelin memperlambat kecepatan konduksi impuls saraf, sehingga mempengaruhi pemrosesan informasi pendengaran.
Perubahan-perubahan yang terjadi pada usia lanjut terjadi di ketiga level struktur telinga:
Kombinasi semua perubahan ini menghasilkan gangguan pendengaran yang progresif pada lansia, dengan karakteristik utama kesulitan mendengarkan frekuensi tinggi dan penurunan sensitivitas keseluruhan.
Concept Pages
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.
Belum punya akun? Daftar Gratis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi