Perkembangan sosial anak adalah proses kompleks di mana anak belajar berinteraksi dengan orang lain, memahami norma sosial, mengembangkan empati, dan membentuk identitas diri dalam konteks sosial.
Ini mencakup kemampuan untuk membentuk hubungan, berkomunikasi, memecahkan masalah sosial, dan mengelola emosi dalam interaksi dengan lingkungan.
| Usia | Ciri Khas Perkembangan Sosial |
| 0-1 tahun (Bayi) |
|
| 1-3 tahun (Batita) |
|
| 3-5 tahun (Prasekolah) |
|
| 6-12 tahun (Usia Sekolah) |
|
| 13-18 tahun (Remaja) |
|
Banyak faktor yang berinteraksi dalam membentuk perkembangan sosial anak, antara lain:
Sebagai dokter, pemahaman dan penilaian terhadap perkembangan sosial anak sangat krusial karena:
Beberapa tanda bahaya (red flags) yang perlu diwaspadai dalam perkembangan sosial anak:
Gangguan yang sering terkait dengan masalah perkembangan sosial meliputi Gangguan Spektrum Autisme (GSA), Gangguan Pemusatan Perhatian dan Hiperaktivitas (ADHD), Gangguan Kecemasan Sosial, dan Gangguan Perilaku.
Pendekatan tatalaksana bersifat multidisiplin dan disesuaikan dengan penyebab serta derajat gangguan:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi