Peritonitis dapat diklasifikasikan berdasarkan penyebabnya:
Ketika peritoneum terpapar iritan (bakteri, enzim, asam lambung, empedu, urin), terjadi respons inflamasi lokal dan sistemik. Mekanismenya meliputi:
Gejala dan tanda bervariasi tergantung etiologi dan tingkat keparahan, namun umumnya meliputi:
Diagnosis peritonitis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
Pemeriksaan penunjang membantu mengkonfirmasi diagnosis, mengidentifikasi etiologi, dan menilai komplikasi.
Tatalaksana peritonitis merupakan kegawatdaruratan yang membutuhkan pendekatan multidisiplin dan seringkali intervensi bedah.
Komplikasi peritonitis dapat sangat serius dan mengancam jiwa:
Prognosis peritonitis sangat tergantung pada beberapa faktor:
Peritonitis, terutama yang sekunder, memiliki angka morbiditas dan mortalitas yang tinggi jika tidak ditangani dengan agresif dan tepat waktu.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi