Perdarahan Uterus Abnormal (AUB) - Klasifikasi PALM-COEIN

Perdarahan Uterus Abnormal (AUB) sering banget bikin bingung, padahal ini kasus umum yang akan kamu temui di praktik! Kunci memahami AUB adalah sistem klasifikasi PALM-COEIN. Dengan menguasai ini, kamu bisa sistematis dalam menegakkan diagnosis dan memberikan tatalaksana yang tepat. Yuk, kuasai AUB biar nggak salah langkah dan siap hadapi soal UKMPPD!

Definisi Perdarahan Uterus Abnormal (AUB)

Perdarahan Uterus Abnormal (AUB) adalah perdarahan dari korpus uteri yang tidak normal dalam hal frekuensi, keteraturan, durasi, atau volume, dan terjadi pada wanita tidak hamil. Ini merupakan diagnosis eksklusi, artinya penyebab lain seperti kehamilan atau trauma harus disingkirkan terlebih dahulu.

AUB mencakup berbagai spektrum kelainan perdarahan, mulai dari perdarahan yang terlalu sering (polimenorea), jarang (oligomenorea), berlebihan (menorrhagia), hingga di luar siklus menstruasi (metrorrhagia).

Klasifikasi PALM-COEIN

Sistem klasifikasi PALM-COEIN dari FIGO (International Federation of Gynecology and Obstetrics) adalah alat diagnostik standar untuk mengidentifikasi penyebab AUB. Sistem ini membagi penyebab AUB menjadi dua kategori utama: struktural (PALM) dan non-struktural (COEIN).

KategoriSingkatanKeteranganPemeriksaan Penunjang Kunci
PALM (Struktural)PolypPolip endometrium atau serviks yang dapat menyebabkan perdarahan intermenstrual atau postkoital.USG Transvaginal, Sonohisterografi, Histeroskopi
AdenomyosisKeberadaan jaringan endometrium di dalam miometrium, menyebabkan uterus membesar dan nyeri haid (dismenorea) berat.USG Transvaginal, MRI Pelvis
LeiomyomaFibroid uterus (mioma uteri), tumor jinak otot polos uterus. Dapat menyebabkan AUB jika submukosa atau intramural besar.USG Transvaginal, MRI Pelvis
Malignancy & hyperplasiaKeganasan atau hiperplasia endometrium/serviks. Sangat penting untuk disingkirkan, terutama pada wanita perimenopause/postmenopause.Biopsi Endometrium, Pap Smear/Biopsi Serviks
COEIN (Non-Struktural)CoagulopathyGangguan pembekuan darah sistemik (mis. penyakit von Willebrand, trombositopenia, terapi antikoagulan).Pemeriksaan koagulasi (PT, APTT, INR, hitung trombosit)
Ovulatory dysfunctionGangguan ovulasi yang menyebabkan produksi estrogen tidak teratur tanpa progesteron yang adekuat, mengakibatkan endometrium yang tidak stabil. Paling sering pada remaja dan perimenopause.Pemeriksaan hormon (TSH, Prolaktin, FSH/LH, Estradiol)
EndometrialKelainan primer pada endometrium (mis. inflamasi lokal, infeksi, disfungsi vaskular) yang tidak terkait gangguan ovulasi atau struktural.Biopsi Endometrium (jika dicurigai), Kultur Endometrium
IatrogenicAUB yang disebabkan oleh obat-obatan (mis. kontrasepsi hormonal, antikoagulan, SSRI, tamoxifen) atau IUD.Anamnesis obat-obatan, evaluasi jenis IUD
Not yet classifiedPenyebab AUB yang tidak termasuk dalam kategori di atas, atau penyebab yang masih belum jelas.Diagnosis eksklusi

Pendekatan Diagnostik AUB

Pendekatan diagnostik yang sistematis sangat penting untuk mengidentifikasi penyebab AUB dan menentukan tatalaksana yang tepat. Langkah-langkahnya meliputi:

  • Anamnesis Komprehensif:

    Fokus pada pola perdarahan (frekuensi, durasi, volume, keteraturan), riwayat menstruasi, riwayat obstetri dan ginekologi, penggunaan kontrasepsi, obat-obatan yang sedang dikonsumsi, riwayat penyakit sistemik (gangguan tiroid, pembekuan darah), serta gejala penyerta (nyeri, demam, penurunan berat badan).

  • Pemeriksaan Fisik Umum dan Ginekologi:

    Evaluasi tanda vital, tanda anemia, tanda gangguan koagulasi. Pemeriksaan panggul meliputi inspeksi vulva dan vagina, pemeriksaan spekulum untuk menyingkirkan lesi serviks/vagina dan melihat sumber perdarahan, serta pemeriksaan bimanual untuk menilai ukuran, bentuk, dan konsistensi uterus dan adneksa.

  • Pemeriksaan Penunjang:
    • Tes Kehamilan (β-hCG): WAJIB untuk menyingkirkan kehamilan.
    • Darah Lengkap (CBC): Untuk menilai derajat anemia.
    • Pemeriksaan Koagulasi (PT, APTT, INR, hitung trombosit): Jika dicurigai koagulopati.
    • Pemeriksaan Hormon (TSH, Prolaktin, FSH/LH, Estradiol): Jika dicurigai disfungsi ovulasi atau kelainan endokrin.
    • USG Transvaginal: Pemeriksaan lini pertama untuk menilai struktur uterus (endometrium, miometrium) dan ovarium. Dapat mengidentifikasi polip, mioma, adenomiosis, atau hiperplasia endometrium.
    • Sonohisterografi (SIS) atau Histeroskopi: Jika USG transvaginal tidak konklusif, terutama untuk evaluasi kavum uteri (polip, mioma submukosa).
    • Biopsi Endometrium: Sangat penting pada wanita >45 tahun atau dengan faktor risiko hiperplasia/keganasan endometrium.
    • Pap Smear/Biopsi Serviks: Jika ada kecurigaan lesi serviks.

Prinsip Tatalaksana Umum AUB

Tatalaksana AUB harus disesuaikan dengan penyebab yang mendasari (sesuai klasifikasi PALM-COEIN), usia pasien, keinginan untuk mempertahankan fertilitas, serta keparahan gejala. Tujuan utama adalah menghentikan perdarahan, mencegah kekambuhan, dan meningkatkan kualitas hidup pasien.

  • Tatalaksana Non-Farmakologis:

    Edukasi mengenai siklus menstruasi normal, manajemen stres, dan nutrisi. Pada kasus perdarahan akut berat, stabilisasi hemodinamik mungkin diperlukan (resusitasi cairan, transfusi darah).

  • Tatalaksana Farmakologis:
    • Non-Steroidal Anti-Inflammatory Drugs (NSAID): Mengurangi volume perdarahan dan dismenorea (mis. asam mefenamat, ibuprofen).
    • Asam Traneksamat: Antifibrinolitik yang efektif mengurangi perdarahan.
    • Terapi Hormonal:

      Banyak pilihan, tergantung penyebab. Contohnya: Kontrasepsi Oral Kombinasi (KOK) untuk menstabilkan endometrium dan mengatur siklus; Progestin (oral, suntik, IUD hormonal) untuk menginduksi atrofi endometrium atau mengatasi disfungsi ovulasi; Agonis GnRH untuk mengecilkan mioma atau adenomiosis (jangka pendek).

  • Tatalaksana Bedah:
    • D&C (Dilatasi dan Kuretase): Untuk menghentikan perdarahan akut atau mendapatkan sampel jaringan.
    • Polipektomi: Pengangkatan polip.
    • Miomektomi: Pengangkatan mioma (terutama jika ingin mempertahankan fertilitas).
    • Ablasi Endometrium: Menghancurkan lapisan endometrium untuk mengurangi perdarahan (pada pasien yang tidak ingin hamil lagi).
    • Histerektomi: Pengangkatan uterus, merupakan pilihan definitif untuk kasus berat atau pasien yang tidak merespons terapi lain dan tidak ingin hamil lagi.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds