Perdarahan intrakranial diklasifikasikan berdasarkan lokasi anatomisnya. Setiap jenis memiliki karakteristik dan etiologi utama yang berbeda.
| Jenis PIK | Lokasi | Etiologi Utama | Gambaran Khas CT Scan |
| Hematoma Epidural (EDH) | Antara duramater dan tulang tengkorak | Trauma kepala (fraktur os temporale, cedera arteri meningea media) | Lesi hiperdens bikonveks/lentikuler (bentuk lensa cembung) |
| Hematoma Subdural (SDH) | Antara duramater dan araknoid | Trauma kepala (robekan bridging veins), atrofi otak (lansia), koagulopati | Lesi hiperdens/isodens/hipodens (tergantung usia SDH) berbentuk bulan sabit (crescent shape) |
| Perdarahan Subaraknoid (SAH) | Dalam ruang subaraknoid | Ruptur aneurisma intrakranial (80%), malformasi arteriovenosa (AVM), trauma | Darah mengisi sulkus, fisura, sisterna basal, ventrikel. Tampak seperti bintang atau "star shape" di basal sisterna. |
| Perdarahan Intraserebral (ICH) | Dalam parenkim otak | Hipertensi kronis (paling sering), AVM, aneurisma, angiopati amiloid, tumor, koagulopati | Lesi hiperdens ireguler di dalam parenkim otak |
Meskipun etiologinya bervariasi, perdarahan intrakranial memiliki mekanisme patofisiologis umum yang menyebabkan kerusakan otak:
Gejala perdarahan intrakranial sangat bervariasi tergantung lokasi, ukuran, dan kecepatan perdarahan. Namun, beberapa tanda dan gejala umum meliputi:
Diagnosis perdarahan intrakranial memerlukan kombinasi anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang:
Tatalaksana perdarahan intrakranial adalah kegawatdaruratan dan bertujuan untuk stabilisasi pasien, kontrol perdarahan, dan manajemen komplikasi:
Perdarahan intrakranial dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius:
Prognosis perdarahan intrakranial sangat bervariasi dan bergantung pada beberapa faktor:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi