Perbandingan Kunci Osteoarthritis, Rheumatoid Arthritis, dan Gout

Tiga serangkai penyakit sendi ini seringkali menjadi jebakan di UKMPPD! Meskipun sama-sama menyerang sendi, OA, RA, dan Gout memiliki karakteristik yang sangat berbeda dalam etiologi, patofisiologi, manifestasi klinis, hingga tatalaksananya. Memahami perbedaan fundamental ini adalah kunci untuk menegakkan diagnosis yang tepat dan memberikan penanganan yang akurat. Yuk, asah kemampuan diferensiasimu dengan tabel perbandingan komprehensif ini!

Perbandingan Komprehensif

KriteriaOsteoarthritis (OA)Rheumatoid Arthritis (RA)Gout
DefinisiPenyakit sendi degeneratif kronis akibat kerusakan kartilago artikular.Penyakit autoimun inflamasi kronis yang menyerang sinovium sendi secara simetris.Arthritis inflamasi akut atau kronis akibat deposisi kristal monosodium urat (MSU) di sendi.
Etiologi UtamaDegenerasi kartilago akibat faktor mekanik, genetik, dan biologis.Autoimun (respons imun terhadap sinovium), genetik, lingkungan (merokok).Hiperurisemia (peningkatan kadar asam urat dalam darah) akibat produksi berlebih atau ekskresi kurang.
PatofisiologiKerusakan progresif kartilago, remodeling tulang subkondral, dan pembentukan osteofit.Inflamasi sinovium kronis yang diperantarai imun, menyebabkan destruksi kartilago dan tulang.Deposisi kristal MSU memicu respons inflamasi akut di sendi.
OnsetBiasanya lambat, progresif selama bertahun-tahun. Umumnya pada usia > 50 tahun.Lambat, progresif selama berminggu-minggu hingga berbulan-bulan. Umumnya usia 30-50 tahun.Akut, mendadak, biasanya dalam hitungan jam.
Pola SendiAsimetris, monoartikular atau oligoartikular.Simetris, poliartikular.Biasanya monoartikular, terutama serangan awal.
Sendi Sering TerkenaSendi penopang berat badan (panggul, lutut, tulang belakang), DIP, PIP, CMC 1 ibu jari.PIP, MCP, MTP, pergelangan tangan, lutut, pergelangan kaki, siku, bahu.MTP 1 (jempol kaki), pergelangan kaki, lutut, siku.
Gejala SistemikJarang, hanya gejala lokal pada sendi.Sering: kelelahan, demam ringan, malaise, penurunan berat badan.Jarang, kecuali demam pada serangan akut berat.
Kekakuan Pagi (Morning Stiffness)Singkat (< 30 menit), membaik dengan aktivitas.Lama (> 30 menit atau jam), membaik dengan aktivitas.Bervariasi, bisa lama pada serangan akut, namun umumnya tidak selama RA.
NyeriMeningkat dengan aktivitas, membaik dengan istirahat. Nyeri tumpul, dalam.Meningkat saat istirahat atau setelah tidak aktif, membaik dengan aktivitas ringan. Nyeri inflamasi.Sangat hebat, mendadak, terutama malam hari. Nyeri menusuk.
Pembengkakan SendiMinimal, kadang ada efusi ringan.Konsisten, bengkak sinovial (lunak, kenyal).Sangat nyata, eritema, panas, nyeri tekan hebat.
DeformitasNodul Heberden (DIP), Nodul Bouchard (PIP), genu varum/valgum, subluksasi.Ulnar deviasi, swan neck, boutonniere, subluksasi.Tophi (benjolan kristal urat) pada gout kronis.
Pemeriksaan FisikKrepitasi, nyeri tekan pada garis sendi, keterbatasan ROM.Nyeri tekan sendi, bengkak sinovial, keterbatasan ROM, deformitas.Sendi merah, bengkak, panas, nyeri tekan hebat, deskuamasi kulit sekitar sendi.
Laboratorium: Inflamasi (ESR/CRP)Normal atau sedikit meningkat.Meningkat signifikan (penanda aktivitas penyakit).Meningkat signifikan selama serangan akut.
Laboratorium: Autoimun (RF/Anti-CCP)Negatif.Positif pada sebagian besar pasien (RF 70-80%, Anti-CCP 90%).Negatif.
Laboratorium: Asam Urat SerumNormal.Normal atau sedikit meningkat.Meningkat (hiperurisemia) pada sebagian besar kasus, namun bisa normal saat serangan akut.
Laboratorium: Cairan SendiNon-inflamasi (sel < 2000/mm3), jernih, kental.Inflamasi (sel > 2000/mm3, dominan PMN), keruh, viskositas menurun.Inflamasi (sel > 2000/mm3, dominan PMN), ditemukan kristal MSU berbentuk jarum dengan birefringence negatif kuat.
RadiologiPenyempitan celah sendi asimetris, osteofit, sklerosis subkondral, kista subkondral.Erosi marginal, penyempitan celah sendi simetris, osteopenia periartikular.Edema jaringan lunak, erosi punched-out dengan tepi sklerotik (pada gout kronis).
Tatalaksana (Prinsip Umum)Non-farmakologis (edukasi, olahraga, penurunan berat badan), analgesik (asetaminofen, NSAID), injeksi intraartikular, operasi (arthroplasty).DMARDs (Metotreksat, Sulfasalazin, Hidroksiklorokuin), Biologik, NSAID, kortikosteroid, fisioterapi.Serangan akut: NSAID, kolkisin, kortikosteroid. Pencegahan: Allopurinol, Febuxostat, Probenesid.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds