Perbandingan Hipotiroidisme vs Hipertiroidisme

Tiroid, kelenjar kecil di leher, memegang peran sentral dalam metabolisme tubuh. Gangguan pada kelenjar ini, baik kelebihan (hipertiroidisme) maupun kekurangan (hipotiroidisme) hormonnya, bisa menimbulkan spektrum gejala yang luas dan saling berlawanan. Memahami perbedaan esensial keduanya adalah kunci untuk diagnosis dan tatalaksana yang tepat, serta nilai plus di UKMPPD, loh! Yuk, pelajari selengkapnya dalam tabel perbandingan komprehensif ini!

Tabel Perbandingan Hipotiroidisme dan Hipertiroidisme

KriteriaHipotiroidismeHipertiroidisme
DefinisiKondisi di mana kelenjar tiroid kurang memproduksi hormon tiroid (T3 dan T4).Kondisi di mana kelenjar tiroid berlebihan memproduksi hormon tiroid (T3 dan T4).
Etiologi Umum
  • Hashimoto's thyroiditis (autoimun, paling sering)
  • Defisiensi iodium
  • Terapi ablasi iodium radioaktif
  • Tiroidektomi
  • Obat-obatan (misal: amiodarone, litium)
  • Hipotiroidisme kongenital
  • Hipotiroidisme sekunder/tersier (jarang, masalah di hipofisis/hipotalamus)
  • Penyakit Graves (autoimun, paling sering)
  • Toksik multinodular goiter (TMNG)
  • Adenoma toksik
  • Tiroiditis (fase awal)
  • Iatrogenik (konsumsi hormon tiroid berlebihan)
  • Kanker tiroid (jarang menyebabkan hipertiroidisme yang signifikan)
Patofisiologi KunciKerusakan kelenjar tiroid menyebabkan penurunan produksi T3/T4, memicu peningkatan TSH (pada hipotiroidisme primer) sebagai respons kompensasi dari hipofisis.Stimulasi berlebihan atau produksi otonom hormon tiroid, menekan produksi TSH dari hipofisis (pada hipertiroidisme primer).
Manifestasi Klinis
  • Metabolisme: Penurunan berat badan sulit, intoleransi dingin, bradikardia.
  • Kulit & Rambut: Kulit kering & kasar, rambut rontok, edema non-pitting (miksedema).
  • Saraf & Psikis: Lambat berpikir, kelelahan, depresi, penurunan memori.
  • Gastrointestinal: Konstipasi.
  • Otot: Nyeri otot, kram, kelemahan.
  • Reproduksi: Menorrhagia, infertilitas.
  • Lainnya: Suara serak, pembesaran tiroid (goiter) bisa ada/tidak.
  • Metabolisme: Penurunan berat badan (meski nafsu makan meningkat), intoleransi panas, takikardia/palpitasi.
  • Kulit & Rambut: Kulit lembap & hangat, rambut halus & rontok, onikolisis.
  • Saraf & Psikis: Tremor, gelisah, iritabilitas, insomnia, mudah cemas.
  • Gastrointestinal: Diare, peningkatan frekuensi BAB.
  • Otot: Kelemahan otot proksimal.
  • Mata (khusus Graves): Eksoftalmus, diplopia.
  • Reproduksi: Oligomenore, amenore.
  • Lainnya: Goiter difus (Penyakit Graves), fibrilasi atrium.
Pemeriksaan Penunjang (Laboratorium)
  • TSH: Meningkat (primer), normal/menurun (sekunder/tersier).
  • fT4/T4: Menurun.
  • fT3/T3: Menurun (bisa normal pada hipotiroidisme subklinis).
  • Antibodi: TPOAb dan TgAb sering positif (Hashimoto).
  • TSH: Menurun (primer), normal/meningkat (sekunder/tersier, sangat jarang).
  • fT4/T4: Meningkat.
  • fT3/T3: Meningkat.
  • Antibodi: TRAb (TSH Receptor Antibody) sering positif (Penyakit Graves).
Prinsip Tatalaksana
  • Terapi pengganti hormon tiroid: Levotiroksin (T4 sintetik) seumur hidup.
  • Dosis disesuaikan berdasarkan kadar TSH.
  • Edukasi pasien tentang kepatuhan minum obat dan pemantauan rutin.
  • Obat antitiroid: Propiltiourasil (PTU) atau Metimazol untuk menghambat produksi hormon.
  • Terapi ablasi iodium radioaktif (RAI): Merusak sel tiroid yang hiperaktif.
  • Tiroidektomi: Pengangkatan sebagian/seluruh kelenjar tiroid.
  • Beta-blocker: Untuk mengontrol gejala simpatomimetik (palpitasi, tremor).

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds