Penyakit Paru Obstruktif: Perbandingan Kunci

Penyakit paru obstruktif adalah salah satu topik paling sering muncul di UKMPPD, tapi seringkali gejalanya mirip-mirip bikin bingung! Tahukah kamu ada perbedaan mendasar yang krusial untuk diagnosis dan tatalaksana yang tepat? Yuk, kita bedah tuntas karakteristik utama asma, PPOK, dan bronkiektasis dalam satu tabel ringkas yang mudah kamu hafal. Siap hadapi soal UKMPPD? Pelajari selengkapnya!

Definisi Penyakit Paru Obstruktif

Penyakit Paru Obstruktif adalah kelompok penyakit yang ditandai oleh adanya hambatan aliran udara (airflow obstruction) yang persisten atau intermiten, terutama saat ekspirasi. Hambatan ini dapat bersifat reversibel parsial atau sepenuhnya, tergantung pada etiologi dan patofisiologinya.

Karakteristik utama yang membedakan penyakit ini dari penyakit paru restriktif adalah adanya penurunan rasio volume ekspirasi paksa dalam satu detik (FEV1) terhadap kapasitas vital paksa (FVC), yaitu FEV1/FVC < 0.70 (atau di bawah batas bawah normal/LLN).

Spirometri pada Obstruksi

Spirometri adalah pemeriksaan kunci untuk mendiagnosis dan menilai tingkat keparahan obstruksi. Berikut adalah parameter penting yang perlu diperhatikan:

  • FEV1 (Forced Expiratory Volume in 1 second): Volume udara yang dapat dihembuskan secara paksa dalam satu detik pertama. Menurun pada obstruksi.
  • FVC (Forced Vital Capacity): Volume total udara yang dapat dihembuskan secara paksa setelah inspirasi maksimal. Bisa normal atau sedikit menurun pada obstruksi.
  • Rasio FEV1/FVC: Indeks utama obstruksi. Nilai < 0.70 setelah pemberian bronkodilator mengonfirmasi adanya obstruksi persisten.
  • Respons Bronkodilator: Peningkatan FEV1 ≥ 12% dan ≥ 200 mL dari nilai dasar setelah pemberian bronkodilator menunjukkan reversibilitas obstruksi.

Perbandingan Penyakit Paru Obstruktif Utama

KriteriaAsmaPPOK (Bronkitis Kronis)PPOK (Emfisema)Bronkiektasis
Definisi/Karakteristik UtamaInflamasi saluran napas kronis dengan hiperresponsivitas, menyebabkan obstruksi reversibel.Batuk kronis produktif minimal 3 bulan dalam 2 tahun berturut-turut, tanpa sebab lain.Destruksi ireversibel dinding alveoli dan pelebaran ruang udara distal bronkiolus terminal.Dilatasi ireversibel dan destruksi dinding bronkus ukuran sedang, sering disertai infeksi kronis.
Onset/Usia UmumAnak-anak atau dewasa muda.Dewasa, biasanya >40 tahun.Dewasa, biasanya >50-60 tahun.Anak-anak (kongenital/infeksi awal) atau dewasa (sekunder).
Reversibilitas ObstruksiUmumnya reversibel (parsial/penuh) dengan bronkodilator.Umumnya tidak reversibel penuh.Umumnya tidak reversibel penuh.Umumnya tidak reversibel penuh.
Faktor Risiko UtamaRiwayat atopi (eksim, rinitis alergi), genetik, alergen, infeksi virus.Merokok (utama), paparan polusi udara/iritan.Merokok (utama), defisiensi alfa-1 antitripsin (jarang).Infeksi berat (pertusis, TB, pneumonia), fibrosis kistik, defisiensi imun, disfungsi silia.
Gejala KhasMengi, sesak napas, batuk, dada terasa berat. Gejala episodik, bervariasi diurnal, memburuk malam/pagi hari.Batuk kronis produktif dengan sputum mukopurulen, sering disertai sesak napas.Sesak napas progresif (dispnea d'effort), penurunan berat badan, 'pink puffer'.Batuk kronis produktif dengan sputum purulen berbau, hemoptisis, infeksi saluran napas berulang.
Pemeriksaan Fisik KhasMengi ekspirasi, ekspirasi memanjang, takikardia.Ronki basah, mengi, sianosis ('blue bloater').Dada hipersonor, suara napas melemah, barrel chest, penggunaan otot bantu napas.Ronki basah kasar persisten, jari tabuh (kronis), mengi.
Gambaran Radiologi (Foto Toraks)Umumnya normal, hiperinflasi saat serangan.Corakan bronkovaskular meningkat, kardiomegali, hiperinflasi.Hiperinflasi, diafragma mendatar, bula, vaskularisasi paru berkurang.Penebalan dinding bronkus (tram-track sign), dilatasi bronkus (signet ring sign), kista.
SpirometriFEV1/FVC < 0.70, FEV1 meningkat ≥ 12% dan ≥ 200 mL post-bronkodilator.FEV1/FVC < 0.70, respons bronkodilator minimal.FEV1/FVC < 0.70, respons bronkodilator minimal.FEV1/FVC < 0.70, respons bronkodilator minimal.
Tatalaksana KunciSABA (pelega), ICS (pengontrol), LABA, LTRA.Bronkodilator (SABA/LAMA/LABA), kortikosteroid inhalasi (pada eksaserbasi/berat), rehabilitasi paru, oksigen.Bronkodilator (SABA/LAMA/LABA), rehabilitasi paru, oksigen.Antibiotik (sering), bronkodilator, fisioterapi dada, mukolitik.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds