Penyakit Paru Interstisial (ILD) adalah kelompok besar penyakit heterogen yang ditandai oleh inflamasi dan/atau fibrosis pada interstitium paru (ruang antara alveoli dan kapiler). ILD dapat disebabkan oleh berbagai faktor atau bersifat idiopatik.
Fibrosis Paru Idiopatik (IPF) adalah bentuk spesifik dari ILD kronis, progresif, dan fibrotik yang hanya menyerang paru-paru, dengan etiologi yang tidak diketahui, dan ditandai oleh pola histopatologi atau radiologi Usual Interstitial Pneumonia (UIP).
ILD dapat diklasifikasikan berdasarkan etiologinya:
Patogenesis IPF belum sepenuhnya dipahami, namun diduga melibatkan kombinasi faktor genetik dan lingkungan yang memicu cedera berulang pada epitel alveolar. Hal ini menyebabkan respons penyembuhan luka yang abnormal, bukan regenerasi normal, melainkan aktivasi fibroblas yang berlebihan dan deposisi kolagen ekstraseluler. Proses ini mengarah pada pembentukan jaringan parut fibrotik yang ireversibel, mengganggu pertukaran gas, dan menyebabkan kerusakan arsitektur paru.
Gejala dan tanda ILD/IPF berkembang secara bertahap dan non-spesifik:
Diagnosis IPF adalah diagnosis eksklusi dan memerlukan pendekatan multidisiplin (MDD) yang melibatkan pulmonolog, radiolog, dan patolog. Kriteria diagnostik utama meliputi:
Diagnosis banding untuk ILD dan IPF meliputi semua bentuk ILD lainnya, terutama yang menunjukkan gambaran fibrosis:
Tatalaksana IPF bertujuan untuk memperlambat progresi penyakit, mengurangi gejala, dan meningkatkan kualitas hidup, karena saat ini belum ada obat yang dapat menyembuhkan IPF.
Prognosis IPF umumnya buruk, dengan median survival sekitar 3-5 tahun setelah diagnosis tanpa pengobatan. Obat antifibrotik dapat memperlambat laju penurunan fungsi paru, namun tidak menghentikan atau membalikkan fibrosis. Kualitas hidup pasien sangat terpengaruh oleh progresivitas penyakit.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi