Penyakit Parkinson (PP) adalah gangguan neurodegeneratif progresif kronis yang ditandai dengan hilangnya neuron dopaminergik di substansia nigra pars compacta otak tengah, yang menyebabkan defisiensi dopamin di ganglia basalis.
Kondisi ini mengakibatkan gangguan pada kontrol gerakan dan berbagai gejala non-motorik.
Gejala PP dibagi menjadi motorik dan non-motorik. Gejala motorik klasik sering disingkat TRAP:
Gejala Non-Motorik (sering mendahului gejala motorik):
Diagnosis PP sebagian besar bersifat klinis, berdasarkan riwayat dan pemeriksaan fisik neurologis. Kriteria diagnostik yang umum digunakan adalah UK Parkinson's Disease Society Brain Bank Criteria.
Langkah Diagnosis:
Bradikinesia ditambah minimal satu dari:
Singkirkan penyebab parkinsonism sekunder atau atipikal (misalnya, riwayat stroke berulang, cedera kepala berulang, penggunaan obat-obatan yang menginduksi parkinsonism).
Minimal tiga dari:
Tidak ada tes diagnostik definitif untuk PP. Pemeriksaan penunjang bertujuan untuk menyingkirkan diagnosis banding atau mendukung diagnosis klinis.
Skala Hoehn and Yahr adalah sistem staging yang umum digunakan untuk menilai keparahan penyakit Parkinson:
Membedakan PP dari kondisi lain yang menyerupai parkinsonism sangat penting:
| Kondisi | Ciri Khas |
| Tremor Esensial | Tremor aksi/postural, bilateral, membaik dengan alkohol, tidak ada bradikinesia atau rigiditas signifikan. |
| Parkinsonism Sekunder |
|
| Parkinsonism Atipikal (Multiple System Atrophy, Progressive Supranuclear Palsy, Corticobasal Degeneration) | Respons buruk terhadap levodopa, progresivitas cepat, gejala non-motorik yang lebih menonjol (misalnya, disautonomia berat pada MSA, kelumpuhan pandangan vertikal pada PSP, apraksia pada CBD). |
| Hidrosefalus Tekanan Normal (NPH) | Trias Hakim (gangguan gaya berjalan, demensia, inkontinensia urin). |
| Penyakit Wilson | Usia muda, cincin Kayser-Fleischer, gangguan hati. |
Tatalaksana PP bertujuan untuk mengelola gejala dan meningkatkan kualitas hidup, karena belum ada terapi kuratif.
Penyakit Parkinson bersifat progresif kronis. Gejala memburuk seiring waktu, meskipun laju progresinya bervariasi antar individu. Terapi dapat mengelola gejala secara efektif selama bertahun-tahun, tetapi tidak menghentikan degenerasi neuron.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi