Penyakit Jantung Bawaan (PJB) adalah kelainan struktur jantung atau pembuluh darah besar di dekat jantung yang sudah ada sejak lahir. Kelainan ini dapat memengaruhi aliran darah normal melalui jantung, paru-paru, dan tubuh, menyebabkan berbagai manifestasi klinis.
Secara umum, PJB dapat diklasifikasikan menjadi dua kategori besar berdasarkan ada atau tidaknya sianosis (kebiruan) pada pasien. Klasifikasi ini sangat penting untuk memahami patofisiologi, manifestasi klinis, dan pendekatan tatalaksana awal.
PJB Asianotik adalah kelainan jantung bawaan yang tidak menyebabkan sianosis pada kondisi awal. Umumnya, kelainan ini melibatkan shunt kiri-ke-kanan, di mana darah beroksigen dari sisi kiri jantung atau sirkulasi sistemik mengalir kembali ke sisi kanan jantung atau sirkulasi paru.
Karakteristik utama PJB Asianotik adalah peningkatan aliran darah ke paru-paru, yang dapat menyebabkan gejala gagal jantung kongestif, seperti sesak napas, gagal tumbuh, dan infeksi saluran napas berulang. Sianosis dapat muncul kemudian jika terjadi perubahan arah shunt (sindrom Eisenmenger).
Contoh PJB Asianotik yang sering ditemui:
PJB Sianotik adalah kelainan jantung bawaan yang menyebabkan sianosis (kebiruan pada kulit dan membran mukosa) sejak awal atau dalam beberapa waktu setelah lahir. Kelainan ini umumnya melibatkan shunt kanan-ke-kiri atau aliran darah yang tidak adekuat ke paru-paru, menyebabkan darah miskin oksigen dari sisi kanan jantung mengalir langsung ke sirkulasi sistemik.
Manifestasi klinis utama adalah sianosis, yang dapat terlihat pada bibir, ujung jari, dan kuku. Pasien juga sering mengalami clubbing finger (jari tabuh) pada jangka panjang dan dapat mengalami serangan hipoksia (spell biru).
Contoh PJB Sianotik yang sering ditemui:
| Kriteria | PJB Asianotik | PJB Sianotik |
|---|---|---|
| Definisi Umum | Kelainan jantung bawaan yang pada awalnya tidak menyebabkan sianosis. | Kelainan jantung bawaan yang menyebabkan sianosis. |
| Arah Shunt Dominan | Kiri-ke-Kanan (darah beroksigen kembali ke paru-paru). | Kanan-ke-Kiri (darah miskin oksigen masuk ke sirkulasi sistemik). |
| Manifestasi Klinis Khas | Gagal jantung kongestif (sesak napas, gagal tumbuh, infeksi saluran napas berulang), murmur jantung yang jelas. | Sianosis (kebiruan), clubbing finger, serangan hipoksia (spell biru), takipnea. |
| Warna Kulit/Membran Mukosa | Normal (pink) pada awalnya. | Kebiruan (sianotik). |
| Saturasi Oksigen | Normal atau sedikit menurun. | Menurun ( |
| Contoh PJB |
|
|
| Risiko Komplikasi Jangka Panjang | Hipertensi pulmonal, sindrom Eisenmenger (dengan sianosis sekunder), gagal jantung. | Hipoksia kronis, polisitemia, abses otak, stroke, endokarditis infektif. |
Untuk UKMPPD, pastikan kamu menguasai poin-poin berikut:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi