Penilaian status mental adalah bagian penting dari pemeriksaan klinis yang membantu mengevaluasi fungsi kognitif, emosional, dan perilaku pasien. Pemeriksaan ini membantu mengidentifikasi gangguan mental, gangguan kognitif, dan menentukan apakah pasien memerlukan rujukan ke spesialis psikiatri. Materi ini mencakup cara melakukan penilaian status mental secara sistematis dan menggunakan Mini-Mental State Examination (MMSE) sebagai alat penilaian kognitif yang terstandarisasi.
Langkah pertama adalah menilai apakah pasien bangun, sadar penuh, dan dapat merespon pertanyaan dengan baik. Amati apakah pasien:
Jika pasien tidak merespons dengan baik, berikan stimulus bertahap:
Tingkat kesadaran ini penting untuk memahami apakah gangguan mental yang Anda temukan adalah karena gangguan psikiatri sejati atau karena penurunan kesadaran akibat penyakit medis.
Amati bagaimana postur pasien secara keseluruhan:
Evaluasi penampilan pasien secara menyeluruh dengan memperhatikan:
Amati ekspresi wajah pasien dalam dua kondisi:
Ingat: ekspresi wajah yang tidak berubah meskipun topik berubah-ubah dapat menunjukkan gangguan emosi yang serius.
Afek adalah ekspresi emosi yang terlihat, sementara mood adalah bagaimana pasien melaporkan perasaannya secara subjektif. Penting untuk membedakan keduanya.
Nilai afek melalui tiga saluran:
Kategori afek yang mungkin Anda temui:
Selain itu, amati:
Untuk menilai mood, tanyakan secara langsung kepada pasien: "Bagaimana perasaan Anda hari ini?" atau "Bagaimana suasana hati Anda?"
Saat mengevaluasi mood, perhatikan:
Perbedaan penting: Afek adalah apa yang Anda lihat (ekspresi), mood adalah apa yang pasien rasakan dan laporkan.
Evaluasi cara pasien berpikir melalui percakapan:
Klarifikasi isi pikiran dengan pertanyaan lanjutan. Jika pasien mengatakan sesuatu yang tidak jelas, tanyakan: "Bisakah Anda jelaskan lebih lanjut?" atau "Apa yang Anda maksudkan dengan itu?"
Selain itu, tanyakan tentang persepsi pasien:
Perbedaan penting:
Insight adalah kesadaran pasien tentang keadaan mereka sendiri, sedangkan judgment adalah kemampuan pasien untuk membuat keputusan yang rasional dalam situasi nyata.
Untuk menilai insight, tanyakan:
Insight baik berarti pasien memahami ada masalah dan meminta bantuan. Insight buruk berarti pasien tidak menyadari ada masalah (misalnya pasien dengan skizofrenia yang menolak bahwa mereka mendengar suara palsu).
Untuk menilai judgment, berikan skenario hipotetis:
Judgment buruk berarti pasien tidak dapat membuat keputusan yang masuk akal dalam situasi hipotetis.
Mini-Mental State Examination (MMSE) adalah alat penapisan terstandarisasi untuk menilai fungsi kognitif secara singkat. MMSE membantu mengidentifikasi gangguan kognitif seperti demensia, delirium, atau gangguan kognitif ringan. Pemeriksaan ini membutuhkan waktu sekitar 5-10 menit dan dapat dilakukan di klinik atau rumah sakit.
MMSE terdiri dari beberapa komponen yang menilai berbagai aspek fungsi kognitif:
1. Orientasi terhadap Waktu (Skor Maksimal: 5 poin)
Tanyakan kepada pasien:
Setiap jawaban yang benar diberi 1 poin. Jika salah, tidak diberikan poin.
2. Orientasi terhadap Tempat (Skor Maksimal: 5 poin)
Tanyakan kepada pasien:
Setiap jawaban yang benar diberi 1 poin.
3. Registrasi/Ingatan Segera (Skor Maksimal: 3 poin)
Sebutkan 3 kata secara perlahan dengan jelas, misalnya: "Apel, Meja, Koin"
Minta pasien untuk mengulangi ketiga kata tersebut. Beri 1 poin untuk setiap kata yang benar diulangi (maksimal 3 poin). Kata-kata yang digunakan harus tidak berhubungan satu sama lain.
4. Perhatian dan Perhitungan (Skor Maksimal: 5 poin)
Ada dua pilihan:
5. Memori Jangka Pendek/Recall (Skor Maksimal: 3 poin)
Tanyakan kembali kepada pasien tentang 3 kata yang disebutkan pada tahap registrasi (apel, meja, koin). Pasien diminta untuk mengingat tanpa diberikan petunjuk. Setiap kata yang benar diingat diberi 1 poin.
6. Bahasa Penamaan Objek (Skor Maksimal: 2 poin)
Tunjukkan dua objek dan minta pasien menyebutkan nama mereka:
Setiap objek yang benar disebutkan diberi 1 poin.
7. Bahasa Pengulangan (Skor Maksimal: 1 poin)
Minta pasien untuk mengulangi kalimat berikut: "Tidak ada jika, dan, atau akan-akan tentang itu" atau "Tidak ada, tetapi, atau jika"
Jika pasien dapat mengulangi kalimat dengan benar, beri 1 poin.
8. Bahasa Instruksi Tiga Tahap (Skor Maksimal: 3 poin)
Berikan instruksi: "Ambil kertas di tangan Anda kanan, lipat menjadi dua, dan letakkan di lantai"
Beri poin untuk:
Setiap langkah yang benar dilakukan diberi 1 poin.
9. Membaca dan Menulis (Skor Maksimal: 2 poin)
10. Konstruksi Visuospasial (Skor Maksimal: 1 poin)
Tunjukkan gambar dua segi lima yang saling berpotongan (membentuk bintang), dan minta pasien menyalinnya. Jika salinan menunjukkan perpotongan 10 sudut yang jelas, beri 1 poin.
Skor MMSE adalah total dari semua komponen (skor maksimal: 30 poin). Interpretasi skor adalah:
Penting untuk diingat bahwa MMSE adalah alat penapisan, bukan diagnosis akhir. Skor rendah memerlukan pemeriksaan kognitif yang lebih mendalam dan evaluasi penyebab gangguan kognitif.
Rujuk pasien jika mereka mengalami agitasi akut yang tidak dapat dikendalikan dengan pendekatan supportif biasa. Agitasi akut adalah keadaan di mana pasien sangat gelisah, tidak dapat duduk diam, berbicara cepat dan tidak teratur, atau bahkan menunjukkan perilaku agresif.
Gejala agitasi akut memerlukan:
Ini adalah indikasi paling serius untuk rujukan segera. Rujuk pasien jika ada:
Dalam kasus ini, jangan menunggu atau merasa ragu rujuk pasien segera ke layanan psikiatri atau ke rumah sakit yang memiliki unit psikiatri dengan pengawasan intensif.
Rujuk pasien jika Anda menemukan gejala atau tanda yang memerlukan fasilitas diagnostik yang tidak tersedia di tempat Anda, seperti:
Concept Pages
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.
Belum punya akun? Daftar Gratis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi