Penilaian Penglihatan pada Bayi, Anak, dan Refraksi

Materi pembelajaran Penilaian Penglihatan pada Bayi, Anak, dan Refraksi untuk mahasiswa kedokteran.

Pendahuluan

Pemeriksaan penglihatan pada bayi dan anak merupakan bagian penting dari pemeriksaan mata pediatrik. Tantangan utama adalah ketidakmampuan anak untuk berkomunikasi secara verbal tentang apa yang mereka lihat, sehingga pemeriksaan harus disesuaikan dengan usia dan tingkat perkembangan anak. Keterampilan pemeriksaan yang tepat memungkinkan kita untuk mendeteksi kelainan penglihatan sejak dini, yang krusial untuk perkembangan visual optimal anak.

Persiapan Sebelum Pemeriksaan

Sebelum melakukan pemeriksaan mata pada bayi atau anak, persiapkan alat-alat yang diperlukan dalam lingkungan yang mendukung. Alat-alat esensial meliputi:

  • Pen light (senter kecil) untuk menilai respons cahaya
  • Mainan bayi tanpa suara untuk menarik perhatian tanpa stimulus tambahan
  • Kartu bergambar seperti Allen chart atau Snellen "E" untuk anak yang lebih besar

Pastikan ruangan memiliki pencahayaan yang dapat dikontrol dan cukup tenang. Pendekatan yang ramah dan perlahan akan membuat anak merasa nyaman selama pemeriksaan.

Persiapan dan Positioning

Langkah pertama adalah menjelaskan prosedur pemeriksaan kepada orang tua atau pengasuh. Ini membangun kepercayaan dan mempersiapkan mereka untuk melihat apa yang akan Anda lakukan. Setelah itu, pastikan bayi dalam kondisi terjaga. Jika bayi tidur, bangunkan dengan lembut. Redupkan cahaya ruangan untuk mengurangi stres pada mata bayi sambil tetap mempertahankan visibilitas yang cukup bagi pemeriksa.

Posisikan bayi dalam posisi duduk yang nyaman, baik di pangkuan orang tua atau di atas meja pemeriksaan yang aman.

Prosedur Pemeriksaan Fiksasi dan Mengikuti Arah (Fix and Follow)

Pemeriksaan utama pada bayi melibatkan menilai kemampuan bayi untuk melihat dan mengikuti objek atau cahaya. Gunakan pen light atau mainan untuk menarik perhatian bayi, sehingga bayi membuka mata dan menatap pemeriksa atau benda yang ditampilkan.

Setelah bayi tertarik, gerakkan benda atau cahaya secara perlahan ke kanan dan ke kiri. Amati apakah mata bayi mengikuti gerakan tersebut. Kepala bayi juga sebaiknya berputar mengikuti arah, hingga mencapai rotasi maksimal sekitar 90 derajat pada masing-masing sisi.

Pemeriksaan Refleks Kedip

Pengamatan terhadap refleks kedip (blink reflex) juga penting. Bayi normal akan mengedip ketika cahaya mendekati mata mereka atau ketika ada stimulus yang mengancam. Refleks ini adalah respons protektif alami yang menunjukkan fungsi saraf dan otot mata yang baik.

Interpretasi Hasil pada Bayi

Bayi normal dapat mengikuti cahaya, sumber cahaya, atau mainan yang menarik perhatian mereka. Ketidakmampuan bayi baru lahir untuk menatap atau mengikuti objek dapat menunjukkan adanya kelainan visual yang perlu investigasi lebih lanjut.

Pendekatan Pemeriksaan

Bayita yang berusia kurang dari 2 tahun masih belum dapat mengikuti instruksi verbal secara kompleks. Oleh karena itu, pemeriksaan berfokus pada respons terhadap stimulus visual dan kemampuan mereka untuk mengambil atau mencari benda-benda kecil.

Mulai dengan menjelaskan prosedur kepada orang tua. Posisikan anak pada meja atau kursi pemeriksaan yang aman dan nyaman.

Penilaian Monokuler (Satu Mata pada Satu Waktu)

Untuk menilai penglihatan setiap mata secara terpisah, tutup satu mata anak secara bergantian dengan tangan Anda. Penting: jangan menekan mata; cukup tutupi dengan lembut menggunakan telapak tangan. Tutup mata kiri dahulu, lalu amati respons anak terhadap cahaya atau benda bergerak di sebelah kanan.

Ulangi prosedur dengan menutup mata kanan untuk menilai mata kiri.

Penilaian Fiksasi dan Mengikuti Arah

Gunakan benda kecil yang menarik (seperti mainan berkilau atau bola warna-warni) untuk menilai kemampuan bayita melakukan fix and follow. Gerakkan benda perlahan di depan mata anak dan amati apakah mata mereka dapat fokus pada benda (fix) dan mengikuti gerakan benda (follow).

Kemampuan "fix and follow" yang normal pada bayita menunjukkan penglihatan yang cukup baik untuk usia mereka.

Penilaian Kemampuan Mengambil Benda

Untuk menilai tingkat penglihatan yang lebih terperinci, letakkan benda-benda kecil di depan anak dan lihat apakah mereka dapat melihat dan mengambilnya (grab object). Anak dengan penglihatan normal akan menunjukkan perhatian terhadap benda-benda ini dan berusaha mengambilnya.

Keterbatasan pada Bayita

Penting untuk diingat bahwa tajam penglihatan (visus) pada bayita tidak dapat dinilai menggunakan kartu Snellen karena mereka belum mampu mengidentifikasi atau mendeskripsikan gambar. Penilaian terbatas pada respons kualitatif terhadap stimulus visual.

Persiapan dan Setup

Untuk anak berusia lebih dari 2 tahun, pemeriksaan dapat mulai menggunakan kartu visual standar. Siapkan kartu Snellen, E-chart, atau Allen chart (tergantung usia dan kemampuan anak). Tempatkan kartu sejajar dengan mata anak pada jarak 5–6 meter. Pastikan pencahayaan cukup agar kartu dapat dibaca dengan jelas.

Prosedur Pemeriksaan Tajam Penglihatan

Periksa tajam penglihatan setiap mata secara terpisah (monokuler), dimulai dari mata kanan. Minta anak menutup mata kiri dengan telapak tangannya (tanpa menekan). Periksa mata kiri setelah selesai dengan mata kanan.

Minta anak menyebutkan nama gambar (pada Allen chart) atau arah garis huruf "E" (pada E-chart) dari baris terbesar ke baris yang semakin kecil. Untuk anak yang dapat membaca, gunakan kartu Snellen dengan huruf.

Aturan Penilaian Baris

Aturan penting dalam menilai tajam penglihatan adalah: kesalahan tidak boleh mencapai setengah jumlah huruf atau gambar pada satu baris. Misalnya, jika satu baris memiliki 8 huruf dan anak membuat 4 atau lebih kesalahan, berarti anak tidak dapat membaca baris tersebut dengan akurat.

Jika anak membuat kesalahan sebanyak setengah atau lebih pada satu baris, tajam penglihatan diturunkan ke baris di atasnya (baris dengan huruf yang lebih besar).

Contoh Penghitungan Visus

Jika anak dapat membaca dengan benar hingga baris 6/12 (melihat dari jarak 6 meter apa yang seharusnya dilihat dari jarak 12 meter) dengan satu kesalahan, maka visus dicatat sebagai 6/12 f1 (f = faltive, artinya ada satu kesalahan). Jika anak tidak dapat membaca baris tersebut dengan akurat, turunkan ke baris 6/18, dan seterusnya.

Penilaian Tajam Penglihatan dengan Metode Alternatif

Ketika anak atau pasien tidak dapat membaca kartu Snellen, ada serangkaian metode pemeriksaan yang dapat digunakan, mulai dari yang paling objektif hingga yang paling subjektif.

Finger Counting (Perhitungan Jari)

Jika pasien tidak dapat membaca huruf terbesar pada kartu Snellen (visus 6/60), lakukan finger counting pada jarak yang berbeda-beda, mulai dari jarak 1 hingga 6 meter. Minta pasien menghitung jumlah jari yang Anda tunjukkan di depan mereka.

Visus dinyatakan berdasarkan jarak terjauh pasien masih dapat menghitung jari dengan benar:

  • Jika dapat menghitung jari pada 1 m: visus = 1/60
  • Jika dapat pada 2 m: visus = 3/60
  • Jika dapat pada 3 m: visus = 4/60
  • Jika dapat pada 4 m: visus = 5/60
  • Jika dapat pada 5 m: visus = 5.5/60
  • Jika dapat pada 6 m: visus = 6/60

Hand Movement (Gerakan Tangan)

Jika pasien tidak dapat melakukan finger counting, lakukan hand movement. Gerakkan tangan Anda di depan mata pasien pada jarak 60–100 cm dan minta pasien menunjukkan arah gerakan tangan Anda (atas, bawah, kanan, kiri). Kemampuan mengenali arah gerakan menunjukkan visus yang sangat rendah, dinyatakan sebagai visus 1/300.

Light Perception (Persepsi Cahaya)

Jika pasien tidak dapat mengenali gerakan tangan, lakukan light perception menggunakan pen light. Gerakkan cahaya dari enam arah berbeda (atas, bawah, kanan, kiri, dan diagonal) di depan mata pasien dalam ruangan gelap. Tanyakan dari arah mana cahaya itu datang.

Persepsi cahaya dideskripsikan dengan dua kategori:

  • Light perception dengan good projection: Pasien dapat menunjukkan arah cahaya datang dengan benar (ditulis 1/~ dengan proyeksi baik)
  • Light perception dengan poor/no projection: Pasien hanya dapat merasakan ada cahaya tapi tidak dapat menentukan arah (ditulis 1/~ dengan proyeksi buruk)

No Light Perception (Kebutaan Total)

Jika pasien sama sekali tidak merespons cahaya dari semua arah, pasien dinyatakan buta total dengan visus = 0.

Ringkasan Interpretasi Hasil Pemeriksaan

Hasil pemeriksaan penglihatan pada anak dapat diinterpretasikan sebagai berikut:

Pada Bayita:

  • Normal: Mampu mengikuti cahaya, sumber cahaya, atau mainan dengan baik
  • Abnormal: Tidak mampu menatap atau mengikuti objek; dapat menunjukkan kelainan visual

Pada Anak Berusia > 2 Tahun:

  • Visus dicatat dari baris huruf atau gambar terkecil yang dapat dibaca dengan benar (contoh: 6/18)
  • Jika ada satu kesalahan pada baris, tambahkan "f" dan jumlah kesalahan (contoh: 6/18 f1)
  • Interpretasi visus pada anak sama dengan pada orang dewasa: semakin tinggi angka pembilang atau semakin rendah angka penyebut, semakin baik penglihatan

Untuk Visus yang Sangat Rendah:

  • Finger counting pada berbagai jarak
  • Hand movement (visus 1/300)
  • Light perception dengan atau tanpa proyeksi baik
  • No light perception (kebutaan total, visus 0)

Pemeriksaan yang teliti dan sistematis menggunakan metode yang sesuai dengan usia anak adalah kunci untuk deteksi dini kelainan penglihatan dan intervensi yang tepat waktu.

Concept Pages

Berlangganan untuk Melanjutkan Membaca

Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.

Customer Support umeds