Pencegahan infeksi adalah salah satu prinsip paling fundamental dalam praktik keperawatan dan tindakan medis. Infeksi dapat terjadi dengan mudah melalui kontak tangan, instrumen yang terkontaminasi, atau paparan langsung terhadap mikroorganisme patogen. Untuk memutus rantai penularan infeksi, kita perlu menerapkan protokol aseptik yang ketat. Tiga pilar utama pencegahan infeksi yang akan kita bahas adalah: teknik cuci tangan yang benar, antisepsis tangan khusus untuk prosedur operasi, dan penggunaan alat pelindung diri yang tepat.
Cuci tangan adalah tindakan pencegahan infeksi yang paling sederhana namun paling penting. Tangan adalah media utama penyebaran mikroorganisme, karena kita menggunakan tangan untuk hampir setiap aktivitas. Dengan mencuci tangan secara teratur dan benar, kita dapat menghilangkan sebagian besar bakteri dan virus yang menempel di permukaan kulit.
Metode cuci tangan 7 langkah adalah standar universal yang dirancang untuk memastikan semua area tangan dibersihkan secara menyeluruh.
Langkah 1: Basahi tangan hingga pertengahan lengan
Mulai dengan mengalirkan air bersih ke tangan Anda. Air harus cukup hangat untuk nyaman namun tidak terlalu panas. Basahi seluruh permukaan hingga pertengahan lengan karena area ini juga dapat menjadi tempat berkumpulnya bakteri. Setelah itu, ambil sabun secukupnya (sekitar sebesar kacang).
Langkah 2-8: Gosok seluruh area tangan secara sistematis
Gosok tangan Anda dengan gerakan yang kuat dan menyeluruh. Protokol 7 langkah mencakup:
Setelah menggosok seluruh area selama minimal 20-30 detik (atau sesuai protokol institusi), bilas tangan Anda dengan air mengalir yang bersih. Ini sangat penting karena air mengalir membantu menghilangkan bakteri dan residu sabun yang masih menempel. Hindari menggunakan air dari baskom karena air yang diam dapat terkontaminasi.
Terakhir, keringkan tangan dengan tisu sekali pakai atau handuk bersih. Mengeringkan tangan mencegah bakteri berkembang biak di lingkungan yang lembab. Jika tersedia, gunakan tisu untuk menutup keran saat menutupnya, karena keran yang telah Anda sentuh sebelum cuci tangan mungkin terkontaminasi.
Sementara cuci tangan biasa bertujuan menghilangkan sebagian besar mikroorganisme dari tangan, antisepsis tangan untuk tindakan operasi memiliki tujuan yang lebih ketat: menghilangkan hampir semua mikroorganisme, termasuk bakteri resisten, sebelum prosedur yang invasif atau berisiko tinggi.
Ini diperlukan karena dalam tindakan operasi atau prosedur invasif, risiko infeksi jauh lebih tinggi. Jika terjadi infeksi selama operasi, konsekuensinya bisa sangat serius bagi pasien.
Persiapan awal:
Sebelum memulai proses antisepsis, lepaskan semua perhiasan terlebih dahuluâcincin, jam tangan, dan gelang. Perhiasan ini dapat menjadi tempat tersembunyi bagi bakteri dan mencegah cairan antiseptik menjangkau kulit di bawahnya. Selanjutnya, bersihkan kuku dengan pembersih kuku untuk menghilangkan kotoran dan bakteri yang menempel di bawah kuku, karena area ini adalah tempat pembiak bakteri yang ideal.
Pencucian dengan agen antimikroba:
Cuci tangan Anda dengan sabun antimikroba (antiseptik) selama 2 hingga 6 menit. Waktu ini jauh lebih lama daripada cuci tangan biasa karena agen antimikroba memerlukan waktu kontak yang lebih panjang untuk membunuh dan menghilangkan mikroorganisme secara efektif.
Gunakan gerakan yang sama seperti pada cuci tangan 7 langkah, tetapi dengan lebih teliti dan fokus pada area yang mudah terlewatkanâsela-sela jari, bawah kuku, dan pergelangan tangan.
Pengeringan dan penggunaan sarung tangan steril:
Setelah pencucian selesai, keringkan tangan dengan handuk steril. Ini adalah perbedaan penting dari cuci tangan biasaâAnda harus menggunakan handuk steril, bukan tisu biasa. Mengapa? Karena tangan yang baru saja diasepsis tidak boleh terkontaminasi lagi sebelum menyentuh area operasi.
Setelah tangan benar-benar kering, kenakan sarung tangan steril. Sarung tangan steril memberikan perlindungan tambahan dan memastikan bahwa area operasi tetap steril selama prosedur berlangsung.
Alat Pelindung Diri (APD) adalah perlengkapan yang dirancang untuk melindungi pekerja kesehatan dari paparan mikroorganisme patogen, cairan tubuh, dan hazard lainnya. APD mencegah infeksi berjalan dua arah: melindungi pekerja kesehatan dari pasien yang sakit, dan melindungi pasien dari kontaminasi pekerja kesehatan.
Penggunaan APD yang tepat adalah bagian integral dari praktik aseptik dan pencegahan infeksi.
Masker
Masker melindungi saluran pernapasan Anda dari droplet (percikan) yang mengandung patogen. Droplet adalah partikel kecil yang dilepaskan ketika seseorang batuk, bersin, atau berbicara, dan dapat menular penyakit pernapasan.
Masker harus menutupi hidung dan mulut dengan sempurna. Masker yang kendor atau tidak pas tidak memberikan perlindungan yang efektif. Ada berbagai jenis maskerâmasker bedah standar untuk perlindungan dasar, dan masker respirator (seperti N95) untuk perlindungan yang lebih tinggi melawan partikel kecil.
Goggle atau Pelindung Wajah
Mata adalah pintu masuk potensial bagi patogen. Ketika menggunakan masker saja, area mata tetap terbuka dan dapat terkena percikan cairan tubuh atau droplet. Oleh karena itu, gunakan goggle (kacamata pelindung) atau pelindung wajah bersama masker untuk memberikan perlindungan menyeluruh pada wajah dan mata.
Goggle harus pas di sekitar mata dan menutupi area di sekitar mata. Pelindung wajah adalah alternatif yang menutupi seluruh wajah dari dahi hingga dagu.
Sarung Tangan
Sarung tangan harus dikenakan saat ada kontak dengan cairan tubuhâdarah, urin, feses, keringat, saliva, atau sekret lainnya. Sarung tangan menciptakan penghalang antara kulit Anda dan materi yang terkontaminasi, sehingga mengurangi risiko transmisi patogen.
Penting untuk diingat bahwa sarung tangan bukan pengganti cuci tangan. Anda harus tetap mencuci tangan setelah melepaskan sarung tangan, karena tangan mungkin telah terkontaminasi saat melepas sarung tangan.
Gown Isolasi
Pakaian biasa Anda dapat terkontaminasi dengan cairan tubuh atau patogen selama memberikan perawatan pasien. Gunakan gown isolasi untuk melindungi pakaian Anda saat merawat pasien dengan infeksi atau saat melakukan prosedur yang melibatkan cairan tubuh.
Gown isolasi adalah pakaian panjang yang menutupi pakaian Anda dari leher hingga lutut. Gown harus dikenakan di atas pakaian dan dilepas sebelum meninggalkan area pasien untuk mencegah penyebaran kontaminasi.
Meskipun outline tidak secara spesifik menyebutkan urutan, secara umum APD harus digunakan dalam urutan yang meminimalkan kontaminasi:
APD harus dilepas dalam urutan terbalik untuk mengurangi paparan materi yang terkontaminasi.
Ketiga strategi yang telah kita bahasâcuci tangan yang benar, antisepsis operasi, dan penggunaan APDâbekerja bersama untuk membentuk sistem pertahanan berlapis terhadap infeksi. Tidak ada satu strategi pun yang cukup sendiri; semua harus diterapkan secara konsisten dan benar sesuai situasi klinis yang dihadapi. Kepatuhan terhadap protokol ini bukan hanya melindungi Anda, tetapi juga melindungi pasien dan mencegah penyebaran infeksi di fasilitas kesehatan.
Concept Pages
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.
Belum punya akun? Daftar Gratis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi