Pasien gaduh gelisah adalah salah satu tantangan umum di unit gawat darurat (UGD) yang memerlukan pendekatan sistematis untuk memastikan keselamatan pasien dan staf. Penatalaksanaan yang tepat memerlukan pemahaman mendalam tentang penyebab gejala, keterampilan komunikasi, dan penggunaan farmakologi yang bijak. Pada bagian ini, kita akan mempelajari pendekatan komprehensif dari identifikasi awal hingga intervensi definitif.
Gaduh gelisah didefinisikan sebagai aktivitas psikomotor berlebihan yang terkait dengan ketegangan psikologis. Ini bukan sekadar kegelisahan ringan, melainkan perubahan perilaku yang jelas dan observable dengan intensitas tinggi.
Tanda-tanda klinis yang mudah dikenali meliputi:
Ini adalah poin sangat penting: gaduh gelisah bukanlah diagnosis utama, melainkan gejala dari penyakit yang mendasar. Oleh karena itu, menemukan penyebab yang sebenarnya adalah kunci penatalaksanaan yang efektif. Tanpa menemukan penyebabnya, hanya memperlakukan gejala saja tidak akan menyelesaikan masalah.
Etiologi gaduh gelisah dapat dibagi menjadi dua kategori besar:
Kondisi Medis Umum (sering terlupakan, tetapi harus selalu dipikirkan terlebih dahulu):
Gangguan Psikiatri:
Mengapa membedakan ini penting? Karena pasien dengan penyebab medis (seperti hipoglikemia) memerlukan penanganan medis cepat, sementara pasien dengan penyebab psikiatri murni mungkin memerlukan pendekatan berbeda.
Ketika pasien gaduh gelisah datang ke UGD, langkah pertama adalah pemeriksaan awal yang terstruktur. Lakukan hal berikut dalam urutan prioritas:
Keselamatan adalah prioritas utama. Pastikan:
Hilangkan semua benda berbahaya dari jangkauan pasien:
Ciptakan kondisi lingkungan yang mendukung:
Ruangan Tenang: Tempat pasien di ruangan dengan kebisingan minimal, jauh dari alarm dan suara keras UGD yang biasa.
Pencahayaan yang Cukup: Cahaya yang terlalu terang dapat meningkatkan agitasi, tetapi cahaya yang terlalu gelap juga menimbulkan kecemasan. Gunakan pencahayaan normal dan nyaman.
Kehadiran Keluarga atau Orang Terdekat: Jika ada, kehadiran anggota keluarga yang dikenal dan dipercaya pasien dapat memiliki efek menenangkan yang luar biasa. Mereka memberikan kontinuitas dan keamanan emosional.
Suhu dan Kenyamanan Fisik: Pastikan ruangan tidak terlalu panas atau dingin, dan berikan bantalan atau selimut untuk kenyamanan.
Setelah lingkungan sudah aman, langkah berikutnya adalah de-escalation verbalâteknik menggunakan kata-kata dan nada untuk menenangkan pasien tanpa kekerasan fisik. Ini adalah skill yang paling underestimated tetapi paling powerful dalam menangani pasien gaduh gelisah.
Setelah pasien berhasil diturunkan tingkat agitasinya melalui verbal de-escalation, jelaskan kondisi mereka dan rencana penatalaksanaan dengan tenang dan detail kepada pasien maupun keluarga. Transparansi ini membangun kepercayaan dan mengurangi kecemasan lebih lanjut.
Poin penting yang sering terlupakan: De-escalation verbal adalah preferensi pertama. Farmakologi dan fiksasi fisik hanya digunakan ketika de-escalation verbal gagal.
Jika upaya manipulasi lingkungan dan de-escalation verbal telah gagal atau pasien menunjukkan risiko kekerasan yang imminent (langsung), maka fiksasi mekanik (physical restraint) dapat diperlukan. Ini adalah intervensi yang serius dan memiliki risiko, sehingga harus dilakukan dengan prosedur yang ketat.
Penting: Jangan pernah mencoba fiksasi dengan staf yang terlalu sedikit.
Minimal 5 orang staf diperlukan, masing-masing bertugas untuk:
Fiksasi dilakukan secara serempak (simultaneous restraint):
Hal yang perlu diingat: Fiksasi mekanis bukanlah punishment, tetapi intervensi keselamatan yang harus dilakukan dengan penuh keberhatian-hatian.
Ketika pendekatan non-farmakologi tidak cukup efektif, atau untuk mendukung fiksasi mekanis, intervensi farmakologi digunakan. Berbagai obat tersedia dengan profil yang berbeda, dan pemilihan tergantung pada kondisi pasien dan penyebab agitasi.
Dosis: 5-10 mg IM, dapat diulang setiap 30 menit, maksimum 60 mg/hari
Keunggulan:
Kelemahan:
Kapan digunakan: Untuk agitasi berat dengan onset cepat yang diperlukan, terutama pada pasien muda dan sehat tanpa penyakit jantung.
Dosis: 5-10 mg PO (oral) atau IM
Keunggulan:
Kelemahan:
Kapan digunakan: Khususnya untuk pasien dengan withdrawal alkohol, atau ketika EPS harus dihindari.
Dosis: 1-4 mg PO
Keunggulan:
Kelemahan:
Kapan digunakan: Pada pasien dengan penyakit hati (hepatitis, sirosis) yang memerlukan benzodiasepin.
Dosis: 5-10 mg IM, dapat diulang, maksimum 20 mg/hari
Keunggulan:
Kelemahan:
Kapan digunakan: Pada pasien dengan risiko tinggi EPS (lansia, atau pasien dengan penyakit Parkinson) atau ketika tersedia anggaran untuk obat mahal.
Dosis: 9,75 mg IM, dapat diulang, maksimum 30 mg/hari
Keunggulan:
Kelemahan:
Kapan digunakan: Untuk agitasi akut pada pasien yang memerlukan antipsikotik tetapi ingin menghindari EPS.
Penting: Tidak ada obat yang "terbaik" untuk semua pasien. Pilihan harus didasarkan pada:
Concept Pages
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.
Belum punya akun? Daftar Gratis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi