Pemeriksaan Radiografi Perdarahan Saluran Cerna

Modalitas pencitraan untuk evaluasi perdarahan saluran cerna termasuk radionuklida, CT angiografi, dan DSA.

Tindakan stabilisasi mencakup:

Pemasangan akses intravena dua jalur berukuran besar (16-18 gauge) untuk pemberian cairan dan produk darah dengan cepat Monitoring tanda vital berkelanjutan untuk mendeteksi penurunan tekanan darah, peningkatan denyut jantung, atau tanda-tanda syok Pemberian oksigen untuk memastikan saturasi oksigen adekuat, terutama pada pasien dengan kondisi jantung atau paru Monitoring output urine (target ≥0,5 mL/kgBB/jam) sebagai indikator perfusi ginjal yang memadai Resusitasi cairan menggunakan kristaloid isotonis (NaCl 0,9% atau Ringer's laktat)

Hentikan obat segera bila:

INR (International Normalized Ratio) > 1,5, atau Pasien mengalami perdarahan aktif

Pada perdarahan divertikular, tersedia beberapa teknik hemostasis:

Elektrokoagulasi monopolar atau bipolar: Menghasilkan panas untuk menghentikan pembuluh darah Koagulasi plasma argon (APC): Menggunakan gas argon berionisasi untuk koagulasi tanpa kontak langsung, berguna untuk lesi yang sulit dijangkau Injeksi epinefrin submukosa: Memberikan adrenalin di bawah selaput lendir untuk vasokonstriksi lokal Klip hemostatik (hemostatic clip): Klip mekanik yang "memjepit" pembuluh yang mengalami perdarahan

Pada angiodisplasia, teknik pilihan adalah:

APC (Argon Plasma Coagulation) atau Elektrokoagulasi bipolar

Intervensi bedah diperlukan pada:

Perdarahan terlokalisir yang tidak terkontrol melalui endoskopi atau teknik radiologi (embolisasi angiografi) Sumber perdarahan tidak teridentifikasi setelah evaluasi lengkap Perdarahan akut berat yang memerlukan transfusi masif dan tidak memungkinkan waktu untuk intervensi endoskopi lebih lanjut

Manajemen perdarahan saluran cerna bawah mengikuti urutan logis:

Stabilisasi hemodinamik dengan IV access, cairan, dan transfusi darah sesuai indikasi Koreksi koagulopati dengan reversal agent dan koreksi trombosit jika diperlukan Kolonoskopi terapeutik sebagai upaya definisi dan pengobatan Operasi jika endoskopi gagal atau sumber tidak teridentifikasi

Referensi

  1. Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Tata Laksana Perdarahan Saluran Cerna — KEMKES RI 2023
Customer Support umeds