ATLS (Advanced Trauma Life Support) adalah protokol standar untuk mengevaluasi dan mengelola pasien trauma dalam urutan prioritas yang jelas. Tujuannya adalah mengidentifikasi dan mengatasi cedera yang mengancam nyawa dengan cepat, sebelum melanjutkan ke pemeriksaan yang lebih detail.
Primary survey adalah fase evaluasi awal yang mengikuti protokol ABCDE: Airway (jalan napas), Breathing (pernapasan), Circulation (sirkulasi), Disability (status neurologis), dan Exposure (pemaparan lengkap untuk pemeriksaan). Setiap fase melibatkan evaluasi, diikuti dengan intervensi segera jika diperlukan.
Hal penting yang perlu dipahami: Primary survey dilakukan secara singkat dan terfokus. Jangan melakukan pemeriksaan mendetail sebelum stabilisasi awal selesai, karena setiap detik dapat berarti perbedaan hidup-mati.
Langkah pertama adalah menentukan apakah pasien memiliki jalan napas yang paten. Gunakan pendekatan "look, listen, feel":
Beberapa penyebab obstruksi jalan napas harus diwaspadai:
Pastikan posisi kepala-leher netral (jangan ekstensi atau fleksi).
Cedera servikal (leher) harus dicurigai pada pasien dengan:
Pada kasus-kasus ini, immobilisasi C-spine harus dimulai segera sebelum melakukan manipulasi jalan napas. Teknik yang aman adalah menggunakan manual inline stabilization (penyangga kepala secara manual) sambil menjaga kepala dalam posisi netral.
Chin lift dan jaw thrust adalah manuver pertama untuk membuka jalan napas:
Alat bantu sederhana dapat dipasang tanpa intubasi:
Jika jalan napas tetap tidak terbuka, langkah invasif diperlukan:
Endotracheal intubation (intubasi trachea): memasukkan tube ke dalam trachea melalui mulut atau hidung. Ini adalah gold standard untuk proteksi jalan napas.
Cricothyroidotomy: membuat akses darurat melalui membran cricothyroid (di antara cartilago thyroid dan cricoid). Ini adalah opsi terakhir bila intubasi tidak mungkin (misalnya trauma wajah masif).
Tension pneumothorax (pneumothorax dengan tekanan): udara terkumpul di rongga pleura dan mendesak jantung-pembuluh darah. Tanda-tanda: distress napas berat, trachea bergeser, nadi lemah. Ini adalah emergencies pasang needle decompression segera sebelum radiologi.
Flail chest (dada volet): fraktur multiple rib pada >1 tempat menyebabkan segmen dada bergerak paradoks (masuk saat inspirasi). Risiko: kontusio pulmonum (paru terluka), hipoksia.
Hemotoraks masif: perdarahan ke rongga pleura, menekan paru. Tanda: dullness pada perkusi, napas lemah.
Kontusio pulmonum: paru terluka tanpa laserasi, edema lokal. Tanda: crackles pada auskultasi, mungkin hemoptisis (batuk darah).
Pemberian oksigen adalah langkah pertama. Target SpO2 >94%.
Needle thoracocentesis (jarum dekompresi): pada tension pneumothorax, tusuk di sela iga kedua garis midklavikula (sebelah medial clavicula) dengan jarum 14-16 gauge untuk melepas tekanan. Ini adalah tindakan emergency, tidak perlu menunggu radiologi.
Chest tube (tube torakosentesis): untuk pneumothorax atau hemotoraks yang lebih permanen, pasang tube di sela iga ke-5 garis midaksillaris, arahkan ke apex (untuk pneumothorax) atau base (untuk hemotoraks).
Lakukan penilaian cepat status perfusi:
Perdarahan pada trauma dapat bersifat eksternal atau internal:
Perdarahan eksternal (terlihat):
Perdarahan internal (tersembunyi, sangat berbahaya):
Ingat: Setiap hipotensi pada trauma adalah perdarahan sampai terbukti sebaliknya.
Akses IV dan resusitasi cairan:
Hindari overload cairan pada fase awal karena dapat memicu perdarahan lebih banyak. Strategi modern adalah damage control resuscitation: gunakan kristaloid minimal, siapkan darah untuk transfusi cepat.
Darah dan produk darah:
Kontrol hemoragi eksternal:
Pelvic sling: jika fraktur pelvis dicurigai (nyeri pelvis, instabilitas), pasang sling untuk menyatukan pelvis dan membatasi perdarahan internal.
AVPU adalah penilaian cepat:
Pada primary survey, AVPU cukup. Untuk secondary survey atau penurunan kesadaran, gunakan Glasgow Coma Scale (GCS):
GCS terdiri dari 3 komponen, masing-masing dinilai 1-5 poin (Eye, Motor) atau 1-4 poin (Verbal), total 3-15:**
GCS 13-15 adalah ringan, 9-12 sedang, 3-8 berat.
Perlu diwaspadai pada pasien dengan penurunan kesadaran: lucid interval adalah periode singkat dimana pasien tampak membaik sebelum tiba-tiba memburuk. Ini khas untuk epidural hematoma (perdarahan antara dura dan tulang kepala). Pasien ini memerlukan CT kepala URGENT dan mungkin craniotomy.
Concept Pages
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.
Belum punya akun? Daftar Gratis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi