Pemeriksaan hidung adalah bagian penting dari pemeriksaan fisik yang memungkinkan kita untuk mendeteksi berbagai kelainan anatomis dan patologis. Pemeriksaan dimulai dengan inspeksi dan palpasi yang sederhana, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan yang lebih detail menggunakan alat bantu seperti otoskop dan spekulum. Setiap langkah pemeriksaan dirancang untuk mengevaluasi struktur hidung, mukosa, dan rongga sinus secara sistematis.
Langkah pertama adalah melakukan inspeksi visual menggunakan penlight. Amati bentuk eksternal hidung, catat adanya deviasi septum, dan nilai warna mukosa hidung. Hal penting yang harus dicari mencakup adanya eksudat, tumor, polip, atau tanda-tanda perdarahan.
Setelah inspeksi visual, lakukan palpasi sinus dengan cara mengetuk ringan pada dahi dan alis. Ketukan pada sinus frontalis (area di atas alis) dan sinus maksilaris (area di atas gusi pada sisi pipi) dapat membantu mendeteksi adanya nyeri tekan, yang mungkin menandakan inflamasi atau infeksi sinus.
Rhinoskopi anterior adalah pemeriksaan yang lebih detail menggunakan alat bantu optik. Anda dapat menggunakan otoskop atau spekulum nasal untuk melihat ke dalam rongga hidung secara langsung.
Penting untuk memahami teknik yang benar: ketika membuka spekulum, arahkan blade ke arah superior (ke atas), bukan ke inferior (ke bawah). Hal ini penting untuk mengurangi nyeri pasien, karena mukosa hidung bagian bawah lebih sensitif. Dengan posisi blade yang benar, Anda dapat melihat lebih jelas sambil meminimalkan ketidaknyamanan.
Selama rhinoskopi anterior, nilai struktur-struktur berikut:
Letakkan penlight di atas alis, terutama pada garis tengah antara kedua alis. Jika sinus frontalis normal berisi udara, Anda akan melihat cahaya merah terang di dahi (karena cahaya menembus jaringan yang berisi udara). Jika cahaya tidak muncul atau redup, ini dapat menandakan sinus yang penuh dengan cairan atau massa (seperti pada sinusitis).
Untuk memeriksa sinus maksilaris, masukkan penlight ke dalam mulut pasien dan sentuhkan ke palatum (langit-langit mulut) tepat di atas molar. Cahaya akan menembus ke atas melalui sinus maksilaris. Jika sinus berisi udara, Anda akan melihat cahaya berbentuk bulan sabit di bawah mata pasien (pada area infraorbital). Seperti halnya sinus frontalis, ketiadaan cahaya atau cahaya yang redup menandakan kemungkinan sinusitis dengan akumulasi cairan atau adanya massa.
Prinsip penting: Cahaya merah yang terang menandakan sinus berisi udara (normal), sementara ketiadaan atau redup cahaya menandakan kemungkinan penyakit sinus.
Ini adalah langkah pertama dan paling sederhana dalam menangani epistaksis anterior (perdarahan dari bagian depan hidung).
Posisi pasien: Instruksikan pasien untuk duduk tegak dan condong ke depan dengan mulut terbuka. Posisi ini penting karena:
Teknik penekanan: Tekan bagian kartilaginosa anterior hidung (bagian depan yang lunak, bukan tulang keras di atas) dengan jari selama 20 menit tanpa henti. Ini memberikan waktu yang cukup untuk pembekuan darah terjadi.
Jika perdarahan masih berlanjut setelah 20 menit, lanjutkan ke langkah-langkah berikutnya.
Jika penekanan langsung tidak berhasil, tampon anterior dengan obat vasokonstriktor dapat membantu menghentikan perdarahan.
Persiapan: Rendam kasa steril dengan campuran lidokain 2% ditambah epinefrin 1:10.000. Kombinasi ini penting karena:
Teknik pemasangan:
Jika perdarahan masih berlanjut, pasang tampon anterior yang lebih stabil menggunakan kasa vaselin atau salep antibiotik.
Teknik pemasangan:
Tampon ini dapat dibiarkan selama beberapa hari dan harus diganti secara berkala.
Jika epistaksis anterior tidak berhasil dikendalikan, atau jika perdarahan berasal dari bagian posterior hidung, pasang tampon posterior (Bellocq).
Teknik pemasangan:
Prosedur ini lebih kompleks dan sekarang sering digantikan dengan metode modern seperti balon epistaksis.
Instrumen direct (mekanik) adalah pilihan pertama untuk benda asing tertentu.
Kapan menggunakan instrumen direct:
Instrumen yang digunakan:
Teknik pemasangan:
Poin penting: Hindari instrumen yang tajam atau yang dapat merusak septa atau mukosa hidung.
Hooked probes (probe berbentuk kait) adalah alat yang berguna untuk benda asing yang terlihat tetapi sulit untuk dijepit langsung.
Kapan menggunakan hooked probes:
Teknik penggunaan:
Metode ini sangat efektif untuk benda-benda kecil atau yang berbentuk tidak teratur.
Kateter balon adalah metode yang sangat berguna dan aman, terutama untuk benda asing yang bulat atau licin yang sulit dijepit.
Prinsip kerja: Balon dikembangkan di belakang benda asing, kemudian ditarik ke depan untuk mengeluarkan benda.
Teknik pemasangan:
Keuntungan: Metode ini aman, tidak traumatik, dan cocok untuk berbagai jenis benda asing.
Suction adalah metode yang efektif untuk benda asing tertentu, terutama yang bulat atau licin.
Kapan menggunakan suction:
Teknik penggunaan:
Fungsi tambahan: Suction juga berguna untuk mengeluarkan sekret atau darah yang menghalangi pandangan benda asing. Membersihkan jalanan penglihatan memudahkan identifikasi dan ekstraksi benda dengan instrumen lain.
Poin penting: Jangan menggunakan tekanan suction yang terlalu tinggi, karena dapat merusak mukosa hidung.
Concept Pages
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.
Belum punya akun? Daftar Gratis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi