Pemeriksaan telinga dan mata merupakan keterampilan klinis fundamental yang sering diuji dalam ujian praktik maupun teoritis. Pada bagian ini, kita akan membahas dua area penting: prosedur pembersihan benda asing pada mata dan teknik pemeriksaan telinga secara sistematis. Pemahaman mendalam tentang teknik pemeriksaan dan pengenalan kelainan patologis akan membantu Anda memberikan perawatan yang tepat kepada pasien.
Mulailah dengan pemeriksaan visual yang teliti untuk mengidentifikasi lokasi, ukuran, dan kedalaman benda asing. Tanyakan kepada pasien di mana benda asing menempelâapakah pada permukaan konjungtiva, kelopak mata, atau di bawah kelopak? Informasi ini membantu Anda merencanakan pendekatan yang tepat.
Teteskan anestesi topikal (biasanya prokain atau lidokain) pada mata yang terkena. Tunggu sekitar 1-2 menit agar anestesi bekerja maksimal. Setelah itu, eversikan (balikkan) kelopak mataâterutama kelopak atasâuntuk memvisualisasikan area di bawahnya. Gunakan loop atau lup untuk melihat benda asing dengan jelas, karena benda sangat kecil mungkin tidak terlihat dengan mata telanjang.
Poin penting: Pastikan Anda bekerja di bawah pencahayaan yang cukup. Benda asing yang tidak terlihat dengan jelas akan sulit diangkat dengan presisi.
Gunakan cotton bud (kapas lidi steril) yang sedikit lembab untuk mengangkat benda asing. Arahkan gerakan menjauhi kornea untuk menghindari trauma pada permukaan okular yang paling sensitif. Gerakan harus perlahan dan hati-hati.
Setelah benda asing terangkat, segera bilas mata dengan cairan fisiologis (normal saline) yang steril untuk membersihkan sisa-sisa dan menenangkan iritasi.
Mulailah dengan inspeksi visual aurikula dari depan dan belakang. Periksa area-area berikut:
Carilah kelainan struktural, tanda-tanda inflamasi, atau benjolan yang tidak normal.
Setelah inspeksi visual, lakukan palpasi dengan jari tangan Anda. Raba dengan hati-hati untuk mendeteksi:
Poin penting: Nyeri saat menekan tragus (bagian rawan depan MAE) menunjukkan otitis eksterna akut, sedangkan nyeri di belakang telinga menandakan otitis media.
Sebelum memasukkan otoskop, pilih spekulum (corong) yang sesuai dengan ukuran MAE pasien. Spekulum yang terlalu besar akan menyebabkan ketidaknyamanan, sedangkan yang terlalu kecil tidak akan memberikan visualisasi yang cukup. Biasanya untuk dewasa digunakan spekulum berukuran sedang hingga besar, dan untuk anak-anak digunakan yang lebih kecil.
Masukkan spekulum dengan lembut hanya sebagianâjangan sampai menyentuh dinding oseus kanal. Periksa kebersihan MAE, kehadiran serumen (kotoran telinga), cairan apa pun, atau nanah (pus).
Teknik pada anak-anak: Pada anak-anak, tarik daun telinga ke arah anteroinferior (ke depan dan bawah) untuk meluruskan kanal yang lebih kecil dan berbentuk melengkung. Pada dewasa, tarik daun telinga ke arah posterosuperior (ke belakang dan atas).
Perhatikan refleks cahaya (light reflex), yang biasanya terlihat sebagai kilau pada kuadran anteroinferior membran timpani. Perubahan refleks cahaya menunjukkan kondisi patologis:
Beberapa kondisi dapat terlihat pada aurikula dan memiliki signifikansi klinis yang berbeda:
Kelainan struktural dan kongenital:
Deposit dan benjolan:
Lesi ganas:
Catatan tambahan tentang kondisi aurikula:
Beberapa kondisi lain yang mungkin ditemukan namun kurang sering diuji:
Kondisi-kondisi ini penting untuk dikenali secara klinis, tetapi pendalaman detail berlebihan mungkin tidak diperlukan untuk ujian awal.
Lokalisasi nyeri memberikan informasi diagnostik yang berharga:
Perbedaan ini sangat penting karena kedua kondisi memerlukan pendekatan penatalaksanaan yang berbeda.
Pada otitis eksterna akut, kanal auditorius menunjukkan gambaran yang khas:
Otitis eksterna akut sering disebabkan oleh bakteri patogen (Pseudomonas aeruginosa, Staphylococcus aureus) dan umumnya terjadi pada paparan air (perenang).
Dalam bentuk kronis, gambaran berubah:
Otitis eksterna kronis sering terjadi pada iklim panas dan lembab, atau pada pasien dengan kontrol penolakan benda asing yang buruk terhadap jamur.
Perforasi dapat terjadi akibat dua mekanisme utama:
Pada otoskopi, perforasi terlihat sebagai solusi kontinuitas (pembukaan) pada membran timpani. Perforasi tipe atik (perforasi di daerah atik, yaitu area posterosuperior) menandakan kolesteatoma pada otitis media supuratif kronis tipe bahaya (tipe ganas). Kolesteatoma adalah kondisi serius yang memerlukan penanganan khusus.
Timpanosklerosis terjadi karena deposi membran hialin pada lapisan fibrosa membran timpani. Ini merupakan proses healing (penyembuhan) yang abnormal. Meskipun timpanosklerosis sendiri bukan kondisi yang berbahaya, kehadirannya menunjukkan riwayat otitis media atau trauma membran timpani.
Poin penting: Timpanosklerosis tidak menimbulkan gejala sendiri, tetapi kehadirannya memberikan informasi tentang riwayat kesehatan telinga pasien.
Kondisi tambahan pada membran timpani:
Selain timpanosklerosis, beberapa perubahan lain dapat terlihat pada membran timpani:
Kondisi-kondisi ini merupakan sekuel dari otitis media kronis dan penting untuk dikenali, tetapi detail mendalam mungkin melampaui cakupan ujian awal.
Untuk ujian Anda, pastikan Anda dapat:
Pemahaman mendalam tentang teknik pemeriksaan dan pengenalan pola klinis akan membuat Anda menjadi praktisi yang kompeten dan mampu memberikan diagnosis yang akurat.
Concept Pages
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.
Belum punya akun? Daftar Gratis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi