Pembesaran Skrotum: Pendekatan Komprehensif

Pembesaran skrotum seringkali membuat pasien panik, tapi sebagai dokter, kita harus bisa membedakan mana yang gawat darurat dan mana yang bisa ditangani secara elektif. Dari torsio testis yang butuh penanganan cepat hingga hidrokel yang seringkali jinak, yuk pahami pendekatan diagnostik dan tatalaksana yang tepat agar tidak salah langkah! Materi ini akan membekali Anda untuk UKMPPD dan praktik sehari-hari.

Definisi

Pembesaran skrotum adalah kondisi di mana terjadi peningkatan ukuran skrotum, baik unilateral maupun bilateral, yang dapat disebabkan oleh berbagai etiologi. Kondisi ini bisa bersifat akut atau kronis, disertai nyeri atau tidak nyeri, dan memerlukan pendekatan diagnostik yang sistematis untuk menentukan penyebab dan tatalaksana yang tepat.

Etiologi & Klasifikasi

Penyebab pembesaran skrotum sangat bervariasi. Penting untuk mengklasifikasikannya berdasarkan onset (akut vs kronis) dan keberadaan nyeri.

  • Penyebab Akut (Nyeri):
    • Torsio Testis: Kegawatdaruratan urologi, nyeri mendadak, mual/muntah.
    • Epididimitis/Orkitis Akut: Peradangan epididimis atau testis, sering terkait infeksi.
    • Trauma Skrotum: Hematoma, ruptur testis.
    • Hernia Inguinalis Skrotalis Teredukasi/Inkarserata: Massa yang tidak bisa dikembalikan, nyeri hebat.
  • Penyebab Kronis (Tidak Nyeri/Nyeri Tumpul):
    • Hidrokel: Akumulasi cairan di tunika vaginalis.
    • Spermatokel/Kista Epididimis: Kista berisi sperma di epididimis.
    • Varikokel: Dilatasi pleksus pampiniformis, terasa seperti 'kantong cacing'.
    • Tumor Testis: Massa padat, umumnya tidak nyeri.
    • Hernia Inguinalis Skrotalis: Massa yang bisa direduksi.
    • Edema Skrotum: Akibat penyakit sistemik (gagal jantung, sirosis, sindrom nefrotik) atau reaksi alergi.
    • Filariasis: Pembesaran skrotum kronis akibat infeksi parasit (elefantiasis skrotum).

Anamnesis & Pemeriksaan Fisik

Evaluasi menyeluruh adalah kunci.

  • Anamnesis:
    • Onset dan Durasi: Akut (jam/hari) atau kronis (minggu/bulan)?
    • Nyeri: Lokasi, karakteristik (tumpul, tajam, menjalar), intensitas, faktor yang memperberat/meringankan.
    • Gejala Penyerta: Demam, mual/muntah, disuria, frekuensi BAK, riwayat trauma, riwayat infeksi saluran kemih/IMS.
    • Riwayat Medis: Riwayat operasi skrotum/inguinal, penyakit sistemik (gagal jantung, ginjal, hati).
  • Pemeriksaan Fisik:
    • Inspeksi: Ukuran, bentuk, warna kulit skrotum (eritema, edema), ada tidaknya massa yang terlihat.
    • Palpasi:
      • Konsistensi: Kistik, padat, lunak.
      • Nyeri Tekan: Lokasi nyeri.
      • Transiluminasi: Untuk membedakan massa padat (negatif) dari massa kistik (positif, seperti hidrokel, spermatokel).
      • Reduktibilitas: Apakah massa dapat dikembalikan ke rongga abdomen (hernia).
      • Refleks Kremaster: Hilang pada torsio testis.
      • Prehn Sign: Nyeri berkurang saat skrotum diangkat (positif pada epididimitis, negatif pada torsio).
      • Massa: Lokasi relatif terhadap testis (di atas, di belakang, menyatu dengan testis).
      • Valsalva Manuver: Untuk varikokel atau hernia.

Pemeriksaan Penunjang

Pemeriksaan penunjang membantu mengkonfirmasi diagnosis dan menyingkirkan kondisi lain.

  • Ultrasonografi (USG) Doppler Skrotum: Ini adalah pemeriksaan pilihan utama.
    • Mengidentifikasi massa (kistik/padat), lokasi, ukuran.
    • Mengevaluasi aliran darah testis (penting untuk torsio testis, epididimitis, varikokel).
    • Dapat membedakan antara massa intratestikular dan ekstratestikular.
  • Urinalisis dan Kultur Urine: Jika dicurigai infeksi saluran kemih atau epididimitis/orkitis.
  • Darah Lengkap & CRP: Untuk tanda-tanda infeksi atau inflamasi sistemik.
  • Penanda Tumor (AFP, β-hCG, LDH): Jika dicurigai tumor testis.

Diagnosis Banding & Karakteristik Kunci

Membedakan kondisi-kondisi ini sangat penting untuk tatalaksana yang tepat, terutama dalam konteks kegawatdaruratan.

KondisiNyeriOnsetKarakteristik MassaTransiluminasiRefleks KremasterPrehn Sign
Torsio TestisAkut, berat, mendadakMendadakTestis letak tinggi/horisontal, kerasNegatifHilangNegatif
Epididimitis/OrkitisSubakut, sedang-beratBertahapEpididimis/testis bengkak, nyeriNegatifAdaPositif
HidrokelUmumnya tidakKronisKistik, fluktuasi, di sekitar testisPositifAdaNegatif
VarikokelTumpul, memberat saat berdiri, hilang saat berbaringKronis"Bag of worms" di atas testis, membesar saat ValsalvaNegatifAdaNegatif
Spermatokel/Kista EpididimisUmumnya tidakKronisKistik, di atas/belakang testis, terpisah dari testisPositifAdaNegatif
Tumor TestisUmumnya tidakKronisPadat, tidak nyeri (umumnya), menyatu dengan testisNegatifAdaNegatif
Hernia Inguinalis SkrotalisBervariasi (tergantung inkarserasi)BervariasiMassa di kanalis inguinalis, bisa direduksi (kecuali inkarserata), impuls batuk (+)NegatifAdaNegatif

Tatalaksana

Tatalaksana sangat bergantung pada penyebab yang mendasari.

  • Torsio Testis:
    • Kegawatdaruratan Medis: Detorsi manual (sementara) diikuti Orkidopeksi bilateral (pembedahan untuk fiksasi testis) dalam waktu 6 jam untuk menyelamatkan testis.
  • Epididimitis/Orkitis:
    • Antibiotik: Sesuai etiologi (mis. Ciprofloxacin/Doxycycline untuk infeksi menular seksual, atau Levofloxacin untuk infeksi enterik).
    • Analgesik & Antiinflamasi (NSAID).
    • Skrotal Support dan kompres dingin.
  • Hidrokel:
    • Observasi: Pada bayi, sering sembuh spontan.
    • Hidrokelotomi: Pembedahan untuk drainase dan eksisi kantung hidrokel, jika persisten, besar, atau simtomatik.
  • Varikokel:
    • Observasi: Jika asimtomatik dan tidak ada gangguan fertilitas.
    • Skrotal Support.
    • Ligasi Varikokel (pembedahan) atau Embolisasi (radiologi intervensi): Jika nyeri persisten, gangguan fertilitas, atau atrofi testis.
  • Spermatokel/Kista Epididimis:
    • Observasi: Jika asimtomatik dan kecil.
    • Eksisi: Jika besar, nyeri, atau mengganggu.
  • Tumor Testis:
    • Orkiektomi Radikal Inguinal: Pengangkatan testis dan korda spermatika melalui insisi inguinal.
    • Dilanjutkan dengan Kemoterapi dan/atau Radioterapi sesuai stadium dan jenis histopatologi.
  • Hernia Inguinalis Skrotalis:
    • Herniorafi/Hernioplasti: Pembedahan untuk reparasi dinding abdomen dan pengembalian isi hernia.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds