Patofisiologi hingga Terapi Tremor

Detailed summary untuk Patofisiologi hingga Terapi Tremor dari RemNote.

Pendahuluan

Tremor adalah gerakan involunter yang berirama pada bagian tubuh tertentu. Meskipun kebanyakan tremor disebabkan oleh penyakit neurologis organik (seperti penyakit Parkinson atau tremor esensial), tremor dapat juga bersifat psikogenik, artinya timbul akibat faktor psikologis tanpa adanya kelainan neurologis objektif yang mendasar. Kemampuan membedakan tremor psikogenik dari tremor organik sangat penting untuk manajemen pasien yang tepat dan menghindari pengobatan yang tidak perlu.

Mekanisme Tremor Organik: Latar Belakang Penting

Untuk memahami mengapa tremor psikogenik itu berbeda, kita perlu terlebih dahulu memahami bagaimana tremor organik terjadi.

Osilasi Mekanik dan Refleks

Tremor dapat timbul dari dua mekanisme utama dalam sistem saraf:

Osilasi mekanik terjadi ketika sendi-sendi pada anggota badan bergetar secara alami akibat kontraksi otot yang berulang-ulang dengan pola yang teratur.

Osilasi refleks spindle otot timbul dari jalur saraf aferen (masuk) yang dimulai dari reseptor proprioseptif di otot, yaitu spindle otot. Ketika otot mengalami peregangan, spindle otot mengirimkan sinyal ke medulla spinalis, yang kemudian mengirimkan sinyal balik untuk mengencangkan otot tersebut. Siklus peregangan-kontraksi yang berulang ini dapat menciptakan tremor. Inilah mengapa hipertiroidisme, yang meningkatkan sensitivitas sistem saraf, dapat menyebabkan tremor melalui mekanisme ini.

Osilator Sentral

Tremor organik juga dapat berasal dari aktivitas spontan sel-sel tertentu di otak, yang disebut osilator sentral. Sel-sel ini terletak di:

  • Talamus – relai informasi sensorik dan motorik
  • Ganglia basal – mengontrol gerakan dan terlibat dalam penyakit Parkinson
  • Inferior olive – berhubungan dengan koordinasi gerak serebelar

Sel-sel ini secara alami menghasilkan potensi aksi berulang pada frekuensi tertentu, yang menghasilkan tremor karakteristik pada penyakit neurologis spesifik.

Kriteria Diagnostik Tremor Psikogenik

Diagnosis tremor psikogenik memerlukan pendekatan sistematis. Para ahli saraf Fahn dan Williams telah mengembangkan kriteria diagnostik Fahn dan Williams yang komprehensif, yang mencakup beberapa aspek:

Tanda-tanda neurologis palsu:

  • Kelemahan palsu atau hiperfleksibilitas ekstremitas
  • Keluhan sensorik yang tidak konsisten dengan distribusi neurologis yang sebenarnya

Manifestasi psikologis:

  • Multipel somatisasi (keluhan somatik yang beragam)
  • Gangguan kejiwaan yang jelas (seperti depresi, kecemasan, atau gangguan somatisasi)
  • Bukti luka yang ditimbulkan sendiri

Karakteristik gerak tremor:

  • Tremor yang tidak konsisten dalam frekuensi dan amplitudo
  • Gerakan yang tidak sesuai dengan pola tremor neurologis (misalnya, kombinasi aneh antara tremor postural dan istirahat)
  • Gerakan bizar atau berlebihan

Penting untuk diingat bahwa diagnosis tremor psikogenik bukan diagnosis "pengecualian" – kita tidak hanya mendiagnosis tremor psikogenik karena tes biologis negatif, melainkan karena ada bukti positif bahwa tremor memiliki penyebab psikologis.

Onset dan Remisi yang Tiba-tiba

Tremor psikogenik biasanya muncul secara tiba-tiba tanpa prodromal atau perburukan bertahap. Berbeda dengan tremor organik yang berkembang perlahan-lahan, tremor psikogenik sering dimulai dalam hitungan hari atau minggu. Selain itu, tremor psikogenik sering mengalami periode remisi spontan – gejala hilang sama sekali untuk waktu tertentu, kemudian timbul kembali. Pola fluktuatif ini tidak tipis pada tremor organik yang biasanya progresif dan persisten.

Pola Tremor Postural, Intensi, dan Istirahat

Pada tremor organik yang sebenarnya, pola tremor memiliki hubungan spesifik dengan posisi dan aktivitas:

  • Tremor istirahat hilang saat anggota tubuh bergerak (khas pada Parkinson)
  • Tremor postural/intensi hanya muncul ketika anggota tubuh dipegang atau digerakkan (khas pada tremor esensial atau serebelar)

Pada tremor psikogenik, pola ini sering tidak konsisten atau tidak logis secara neurologis. Misalnya, pasien dapat menunjukkan kombinasi tremor istirahat dan postural pada saat yang sama, yang merupakan kombinasi aneh dalam praktik neurologis.

Respons Terhadap Distraksi

Salah satu tanda paling penting dan mudah dideteksi tremor psikogenik adalah pengurangan amplitudo tremor ketika perhatian pasien dialihkan.

Contohnya:

  • Ketika pasien diminta melakukan tugas kognitif kompleks (seperti menghitung mundur dari 100 dengan pengurangan 7: 100, 93, 86...), tremor sering berkurang signifikan atau hilang sama sekali
  • Ketika diminta melakukan gerakan kompleks dengan anggota tubuh yang sebaliknya (misalnya, gerakan circular dengan tangan yang sehat sementara tangan yang bergetar diamati), tremor di tangan yang bergetar berkurang

Ini menunjukkan bahwa tremor memerlukan perhatian sadar untuk dipertahankan, yang tidak konsisten dengan tremor organik yang berlangsung otomatis independen dari perhatian.

Kriteria "ABC" untuk Diagnosis Cepat

Dalam praktik klinis, ahli saraf sering menggunakan kriteria "ABC" yang sederhana untuk diagnosis awal tremor psikogenik:

  • A (Abrupt onset) – Onset tiba-tiba, bukan progresif
  • B (Bizarre features) – Fitur gerak yang aneh atau tidak sesuai pola neurologis
  • C (Changeable/Consistent features change) – Karakteristik tremor berubah dari waktu ke waktu atau tidak konsisten

Jika tremor menunjukkan tiga kriteria ini, harus ada kecurigaan kuat tentang komponen psikogenik.

Pemeriksaan Fisik untuk Tremor Psikogenik

Pemeriksaan fisik yang cermat adalah kunci untuk mendeteksi tremor psikogenik. Berbeda dengan pemeriksaan laboratorium yang mahal, pemeriksaan ini dapat dilakukan di setiap ruang konsultasi.

Observasi pada Istirahat dan Aktivitas

Dimulai dengan observasi sederhana namun penting:

  • Tremor psikogenik biasanya tampak pada satu anggota gerak, paling sering pada tangan
  • Tremor sering menghilang atau berkurang signifikan ketika perhatian pasien dialihkan (misalnya, ketika pasien berbicara atau melakukan tugas kognitif lain)
  • Tremor dapat tampak lebih dramatis atau berlebihan pada pandangan pertama dibanding dengan tremor organik

Uji Finger-to-Nose

Pada uji ini, pasien diminta membawa jari telunjuk mereka dari lengan terbentang ke hidung mereka berkali-kali.

Pada tremor organik, amplitudo tremor sering meningkat mendekati target (fenomena yang disebut "intention tremor"), karena sistem saraf pusat harus mengoreksi jalan untuk mencapai target. Pola ini membantu membedakan:

  • Tremor serebelar – Amplitudo meningkat signifikan saat mendekati target, gerakan menjadi tidak terkoordinasi
  • Tremor Parkinson – Istirahat, hilang saat aktivitas
  • Tremor esensial – Postural, konsisten, tidak berubah saat mendekati target

Pada tremor psikogenik, amplitudo sering tidak meningkat dengan cara yang konsisten, atau bahkan dapat berkurang.

Uji Chasing Tremor (Relocation Test)

Pemeriksaan ini mencoba menunjukkan fitur psikogenik:

Ketika pemeriksa menahan atau mempegang tangan yang bergetar dengan kuat, tremor yang sebelumnya di tangan dapat berpindah ke anggota tubuh yang lebih proksimal (misalnya, dari tangan ke lengan atas, atau bahkan ke bahu).

Ini jarang terjadi pada tremor organik, di mana tremor biasanya persisten di lokasi yang sama. Pergerakan tremor ke bagian tubuh lain menunjukkan bahwa pasien secara tidak sadar mengalihkan tremor, yang merupakan petunjuk penting tentang komonen psikogenik.

Penilaian Rigiditas dan Bradikinesia

Untuk menyingkirkan diagnosis lain seperti penyakit Parkinson, pemeriksa harus menilai:

Rigiditas cogwheel – Dilakukan dengan fleksi-ekstensi lengan pasien yang santai. Pada penyakit Parkinson, terdapat resistensi bertahap yang terasa seperti roda bergigi ("cogwheel"). Pada tremor psikogenik, resistensi ini tidak ada atau pasien secara aktif melawan gerakan pasif.

Bradikinesia – Perlambatan gerakan volunter. Pasien diminta melakukan gerakan cepat seperti membuka-tutup kepalan tangan. Pada penyakit Parkinson, gerakan menjadi semakin lambat dan kecil. Pada tremor psikogenik, gerakan normal.

Kehadiran rigiditas cogwheel dan bradikinesia menunjukkan diagnosis organik (Parkinson), sementara ketiadaannya mendukung diagnosis psikogenik.

Pemeriksaan Penunjang untuk Tremor Psikogenik

Meskipun pemeriksaan klinis sangat penting, pemeriksaan penunjang dapat memberikan bukti objektif tentang sifat tremor.

Accelerometer: Mengukur Frekuensi dan Amplitudo

Accelerometer adalah perangkat kecil yang dapat dipasang pada anggota tubuh untuk mengukur:

  • Frekuensi tremor – Berapa banyak osilasi per detik
  • Amplitudo tremor – Seberapa besar gerakan

Pada tremor organik, frekuensi relatif konstan. Pada tremor psikogenik, frekuensi sering berfluktuasi atau berubah dari waktu ke waktu, mencerminkan kontrol sadar yang tidak sempurna.

Accelerometer juga dapat mengidentifikasi co-activation – kontraksi bersamaan dari otot-otot agonis (yang biasanya bekerja bersama) dan antagonis (yang biasanya saling berlawanan). Pada tremor organik, hanya otot-otot tertentu yang berkontraksi bergantian. Pada tremor psikogenik, sering terdapat co-activation dari otot agonis dan antagonis secara bersamaan, yang menciptakan efisiensi mekanis yang buruk.

Elektromiografi (EMG) pada Tremor Psikogenik

EMG merekam aktivitas listrik otot dan dapat menunjukkan pola khas tremor psikogenik:

  • Peningkatan amplitudo pada awal insersi jarum – Saat jarum EMG pertama kali dimasukkan ke otot, pasien dengan tremor psikogenik sering menunjukkan reaktivitas emosional yang tinggi dengan kontraksi otot yang kuat
  • Fluktuasi frekuensi – Frekuensi discharge otot berubah-ubah, bukan stabil seperti pada tremor organik
  • Penghilangan tremor saat beban antagonis diberikan – Ketika pemeriksa memberikan beban atau hambatan terhadap gerakan, tremor dapat hilang, menunjukkan kontrol sadar

Tes Entrainment dan Go-No-Go

Tes entrainment menilai kemampuan pasien untuk menyesuaikan frekuensi tremor mereka dengan gerakan eksternal yang ritmis (misalnya, pasien mengikuti jari pemeriksa yang bergerak dengan frekuensi berbeda).

Pada tremor organik, frekuensi tremor relatif stabil dan tidak dapat dengan mudah diubah untuk mengikuti gerakan eksternal – tremor mempertahankan frekuensi intrinsiknya.

Pada tremor psikogenik, frekuensi tremor sering dapat diubah atau disinkronkan dengan frekuensi eksternal, menunjukkan kemampuan pasien untuk mengontrol tremor secara tidak sadar.

Tes Go-No-Go adalah tes kognitif di mana pasien diminta merespons sinyal tertentu (Go) dan tidak merespons sinyal lain (No-Go). Selama tes ini, amplitudo tremor psikogenik sering berkurang, karena perhatian dialihkan ke tugas kognitif.

Functional MRI dan SPECT

Teknik imaging otak canggih dapat memberikan wawasan tentang mekanisme tremor psikogenik:

Functional MRI (fMRI) menunjukkan bahwa selama tremor psikogenik, terdapat aktivasi wilayah:

  • Limbik (pusat emosi)
  • Korteks orbitofrontal (pengambilan keputusan dan kontrol emosi)
  • Cortex cingulate (pemrosesan emosi dan perhatian)

Pola aktivasi ini berbeda dari aktivasi yang terjadi pada tremor organik, yang menunjukkan aktivasi motorik primer.

SPECT (single-photon emission computed tomography) menunjukkan pola perfusi darah yang karakteristik:

  • Hipoperfusi di korteks prefrontal (area kontrol kognitif)
  • Hiperperfusi di insula (area yang memproses emosi dan kesadaran tubuh)

Pola ini mendukung diagnosis tremor psikogenik dengan menunjukkan keterlibatan sistem emosional dan penurunan kontrol kognitif.

Terapi Tremor Psikogenik

Manajemen tremor psikogenik sangat berbeda dari manajemen tremor organik, karena penyebab dasarnya adalah psikologis, bukan neurologis.

Psikoterapi sebagai Terapi Utama

Psikoterapi adalah pengobatan utama untuk tremor psikogenik. Tujuannya adalah untuk:

  • Mengidentifikasi dan mengatasi gangguan emosional yang mendasari (kecemasan, depresi, trauma, konflik psikologis)
  • Membantu pasien memahami hubungan antara stres emosional dan gejala fisik mereka
  • Mengembangkan mekanisme koping yang lebih sehat untuk mengelola stres

Psikoterapi yang efektif telah menunjukkan kemampuan untuk mengurangi tremor secara signifikan bahkan menghilangkannya, karena mengatasi penyebab mendasarnya.

Fisioterapi Dekontraksi Otot

Fisioterapi dekontraksi adalah pendekatan non-farmakologis yang membantu mengurangi gangguan gerak melalui:

  • Edukasi pasien – Menjelaskan kepada pasien bagaimana tremor terjadi dan mengapa tidak ada kerusakan neurologis yang sebenarnya, yang membantu mengurangi kecemasan
  • Latihan normalisasi gerakan – Mengajarkan pasien gerakan normal dan terkoordinasi melalui latihan berulang
  • Pengalihan atensi – Teknik untuk mengalihkan perhatian pasien dari tremor, sehingga tremor berkurang

Pendekatan ini sering lebih efektif ketika dikombinasikan dengan psikoterapi.

Obat-obatan: Peran Terbatas

Tidak ada bukti kuat bahwa obat-obatan efektif untuk tremor psikogenik. Obat yang biasa digunakan untuk tremor organik (seperti beta-blocker atau benzodiazepin) umumnya tidak membantu tremor psikogenik.

Namun, obat-obatan dapat dipertimbangkan dalam kasus-kasus tertentu:

  • Jika tremor berat dan secara signifikan mengganggu kualitas hidup pasien
  • Jika tremor disertai gejala psikiatri seperti depresi atau kecemasan yang berat, antidepresan atau anxiolytic dapat membantu mengelola kondisi psikiatri yang mendasari, yang pada gilirannya dapat mengurangi tremor

Referensi

  1. Neurology From Basic to Advanced
Customer Support umeds