Pada topik ini akan dibahas mengenai pemeriksaan palpebra dan kelainan-kelainan pada palpebra.
Overview
Palpebra diamati pada mata kanan dan kiri dengan menggunakan lampu senter. Palpebra normal tampak tenang. Apabila terdapat bentuk asimetris ataupun penonjolan dapat menjadi penanda terdapat kelainan pada palpebra.
Kelainan palpebra
Ektropion : Ektropion adalah keadaan dimana tepi palpebra melipat keluar. Keadaan ini mungkin disebabkan oleh etiologi involutional, paralitik, sikatrikial, mekanik, atau kelainan bawaan.
Entropion : Entropion adalah keadaan dimana tepi palpebra melipat kedalam. Keadaan ini juga mungkin disebabkan oleh etiologi involutional, paralitik, sikatrikial, mekanik, atau kelainan bawaan.
Kalazion : Kalazion adalah peradangan kelopak mata yang bersifat steril, fokal, dan kronis yang diakibatkan oleh obstruksi kelenjar meibom. Pada pemeriksaan dapat terlihat terdapat penonjolan pada palpebra.
Blefaritis : Blefaritis adalah peradangan yang umum terjadi pada margo palpebra.
Lagoftalmus : Dapat terlihat pada pasien dengan palpebra yang tidak dapat menutup secara sempura. Keadaan ini dapat disebabkan oleh kelainan NVII atau adanya jaringan sikatrik pada palpebra.
Hordeolum : Hordeolum terbagi menjadi dua yaitu internum dan eksternum. Hordeolum internum disebabkan karena infeksi pada kelopak mata yaitu kelenjar Meibom. Hordeolum eksternum terjadi karena infeksi pada kelenjar minyak yang lebih besar pada kelopak mata yakni kelenjar Zeis-Moll.
Hordoleum externum
Referensi
Baxter R, Hastings N, Law A, Glass EJ. Vaughan&Asbury’s General Opthalmology. 19th ed. Vol. 39, Animal Genetics. McGraw Hill Education; 2008.
Mukherjee, P.K. 2006. Clinical Examination in Ophtalmology. Elsevier Health Sciences
Jack J Kanski, 2015, Clinical Ophthalmology: A Systematic Approach 8th Edition, Elsevier, Saunders Ltd.