
Otitis media serosa adalah kondisi inflamasi telinga tengah yang ditandai dengan penumpukan cairan non-purulen di kavum timpani tanpa manifestasi klinis infeksi akut. Gangguan ini secara patofisiologis disebabkan oleh obstruksi parsial tuba Eustachius yang mengganggu regulasi tekanan dan pembersihan sekret, sehingga memicu transudasi cairan dari mukosa telinga tengah dan berpotensi menimbulkan tuli konduktif permanen jika tidak ditangani.
Otitis media serosa atau otitis media efusi merupakan kondisi penumpukan cairan non-purulen di ruang telinga tengah tanpa tanda infeksi akut. Patogenesis utamanya berpusat pada disfungsi tuba Eustachius yang mengganggu ventilasi dan drainase normal telinga tengah.
Gangguan tekanan negatif ini memicu transudasi cairan dari mukosa telinga tengah ke dalam rongga timpani secara progresif. Faktor pemicu utama meliputi gangguan anatomis, inflamasi, dan pengaruh lingkungan eksternal.
Otitis media serosa atau otitis media efusi ditandai dengan penumpukan cairan steril di kavum timpani tanpa manifestasi infeksi bakteri aktif. Patogenesis sentralnya bermula dari gangguan fungsi tuba Eustachius yang menghalangi ventilasi normal telinga tengah.
Kondisi ini menurunkan tekanan intratimpanik secara progresif hingga terbentuk vakum yang menarik cairan transudat maupun eksudat keluar dari kapiler mukosa telinga tengah.

Otitis media serosa umumnya bermanifestasi tanpa nyeri hebat maupun demam tinggi yang khas pada infeksi akut. Pasien biasanya mengeluhkan gangguan pendengaran ringan hingga sedang yang bersifat progresif dan disertai rasa penuh di telinga.
Keluhan ini sering kali tidak disadari oleh anak-anak sehingga dapat mengganggu perkembangan bicara dan konsentrasi belajar secara signifikan.
Diagnosis otitis media serosa ditegakkan secara klinis melalui anamnesis menyeluruh, pemeriksaan fisik telinga luar dan tengah, serta konfirmasi menggunakan alat bantu diagnostik khusus. Pasien umumnya mengeluhkan gangguan pendengaran progresif, rasa penuh di telinga, dan tinnitus tanpa disertai nyeri akut yang signifikan. Evaluasi komprehensif ini sangat penting untuk membedakan kondisi ini dari otitis media akut maupun kronis purulen.
Penatalaksanaan otitis media serosa berfokus pada pemulihan fungsi tuba Eustachius dan drainase efusi cairan di ruang telinga tengah. Pendekatan awal umumnya bersifat konservatif dengan observasi aktif selama tiga bulan, mengingat banyak kasus dapat sembuh spontan tanpa intervensi invasif. Jika gejala menetap atau mengganggu pendengaran, langkah terapeutik harus segera dipertimbangkan untuk mencegah komplikasi jangka panjang.
Otitis media serosa yang berlangsung kronis tanpa penanganan optimal berpotensi memicu komplikasi struktural maupun fungsional pada sistem pendengaran. Penumpukan cairan eksudat secara terus-menerus mengganggu mekanisme hantaran akustik dan mengubah arsitektur kavum timpani. Perubahan patofisiologis ini sering kali memerlukan tindakan bedah seperti miringotomi untuk drainase efusi.
Komplikasi ini memerlukan evaluasi audiometrik dan mikroskopik rutin untuk mencegah kerusakan permanen pada organ pendengaran. Mahasiswa kedokteran dan kedokteran gigi harus mengenali tanda peringatan dini agar intervensi dapat dilakukan sebelum terjadi gangguan pendengaran menetap.
Concept Pages
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.
Belum punya akun? Daftar Gratis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi