Otitis media non-supuratif adalah sekelompok kondisi yang ditandai dengan penumpukan cairan di telinga tengah tanpa infeksi bakteri aktif atau pus. Kondisi ini berbeda dari otitis media supuratif yang melibatkan bakteri dan nanah. Memahami otitis media non-supuratif sangat penting karena merupakan penyebab umum gangguan pendengaran, terutama pada anak-anak, dan sering kali dapat dikelola dengan tindakan medis sederhana.
Otitis media non-supuratif mencakup beberapa variasi berdasarkan karakteristik cairan dan perjalanan penyakitnya:
Otitis media serosa ditandai dengan cairan jernih dan encer yang mengisi telinga tengah. Istilah lain yang sering digunakan adalah "otitis media efusi" atau "serous otitis media."
Otitis media mucoid (juga disebut "glue ear") menampilkan cairan yang jauh lebih kental, lengket, dan berwarna, menyerupai lem. Ini merupakan bentuk yang lebih kronos dan lebih sulit diobati.
Kedua tipe ini mempertahankan membran timpani yang utuh, artinya tidak ada perforasi. Inilah yang membedakannya dari otitis media supuratif perforasi.
Pada otitis media serosa, cairan terbentuk sebagai transudatâcairan yang keluar dari pembuluh darah karena perbedaan tekanan hidrostatik (tekanan air). Ini bukan dari proses sekresi aktif, melainkan dari kebocoran pasif cairan ke dalam telinga tengah.
Mekanismenya adalah:
Karena mekanisme ini bukan dari peradangan aktif, cairan tetap jernih dan steril.
Berbeda dengan serosa, otitis media mucoid melibatkan sekresi aktif dari kelenjar-kelenjar di:
Disfungsi tuba eustachius yang kronis dan berkepanjangan menyebabkan mukosa beradaptasi dengan mensekresi lendir yang lebih banyak. Cairan menjadi kental, lengket, dan berubah warna karena reaksi inflamasi mukosa jangka panjang, meski tanpa infeksi bakteri.
Sebelum membahas presentasi klinis, penting untuk memahami faktor-faktor yang memicu otitis media non-supuratif. Semua faktor ini terkait dengan disfungsi tuba eustachius:
Otitis media serosa akut terjadi dengan onset yang tiba-tiba (dalam hitungan hari). Pasien biasanya melaporkan:
Gejala sering kali muncul setelah infeksi saluran pernapasan atas, perubahan tekanan, atau episode alergi.
Ketika melihat membran timpani dengan otoskop, dokter akan menemukan:
Temuan ini berbeda dari membran timpani normal yang bulging dan merah pada otitis media supuratif.
Karena onset akut, banyak kasus membaik secara spontan dalam minggu pertama. Pendekatan pengobatan bertahap:
Fase 1: Terapi Medikamentosa (Minggu 1-2) Jika tidak ada infeksi saluran pernapasan atas yang aktif, berikan:
Fase 2: Jika Tidak Membaik (2 minggu) Jika gejala persisten:
Fase 3: Jika Masih Tidak Membaik
Berbeda dengan bentuk akut, otitis media serosa kronik berkembang secara bertahap tanpa gejala yang dramatis. Sering terjadi pada anak-anak usia 5-8 tahun, meskipun dapat terjadi pada semua usia. Karakteristik utamanya:
Pendengaran konduktif yang berkurang dapat mempengaruhi perkembangan berbicara pada anak, yang membuat diagnosis dini penting.
Penting untuk membedakan dengan tuli sensorineural: pada otitis media serosa kronik, audiometri menunjukkan pola tuli konduktif, bukan sensorineural.
Berbeda dengan bentuk akut yang sering sembuh sendiri, glue ear memerlukan intervensi yang lebih agresif.
Pilihan Konservatif (3 Bulan) Sebelum operasi, dapat dicoba:
Pilihan Operatif (Jika Tidak Membaik)
Grommet biasanya tetap di tempat selama 6-12 bulan dan akan keluar secara spontan ketika membran timpani menutup. Pada beberapa kasus, diperlukan reinsersi jika masalah berulang.
Otitis media adhesiva adalah hasil dari fibrosis telinga tengah yang terjadi setelah peradangan jangka panjang atau berulang. Mekanismenya:
Kondisi ini menyebabkan penurunan pendengaran konduktif yang progresif dan sulit diobati. Pencegahan melalui pengobatan dini otitis media merupakan pendekatan terbaik.
Atelektasis berarti kolaps atau retraksi. Pada telinga tengah, ini mengacu pada retraksi parsial atau total membran timpani karena disfungsi kronis tuba eustachius yang menyebabkan tekanan negatif persisten.
Berbeda dengan otitis media serosa di mana cairan aktif mengisi telinga tengah, pada atelektasis membran timpani tertarik ke dalam tanpa cairan bebas yang signifikan. Efeknya:
Pengobatan berfokus pada membuka tuba eustachius dan mencegah perkembangan ke adhesiva atau fibrosis.
Penting untuk dicatat bahwa vertigo bukanlah gejala utama seperti pada penyakit labirin lainnya.
Diagnosis otosklerosis menggunakan kombinasi:
Penting: Otosklerosis adalah kondisi genetik dengan pola autosomal dominan, sehingga riwayat keluarga sering ada.
Beberapa detail tambahan tentang otosklerosis yang mungkin menarik tetapi tidak selalu diuji:
Berikut adalah perbedaan utama antara kondisi-kondisi yang telah dibahas:
Otitis Media Serosa Akut vs Kronik
Otitis Media Non-Supuratif vs Otosklerosis
Atelektasis vs Adhesiva
Memahami perbedaan ini penting untuk diagnosis yang akurat dan rencana pengobatan yang tepat.
Concept Pages
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.
Belum punya akun? Daftar Gratis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi