
Otitis Media Kronik (OMK) adalah peradangan menahun pada telinga tengah dan rongga mastoid yang berlangsung lebih dari enam minggu. Kondisi ini ditandai dengan adanya perforasi membran timpani disertai sekret atau nanah yang keluar secara persisten atau berulang.
Berdasarkan karakteristik jaringan dan risiko komplikasi, OMK diklasifikasikan menjadi dua bentuk utama yang memerlukan pendekatan penatalaksanaan berbeda dalam praktik klinis sehari-hari.
Otitis media kronik merupakan peradangan menahun pada telinga tengah dan rongga mastoid yang berlangsung lebih dari enam minggu. Kondisi ini umumnya berkembang akibat penanganan otitis media akut yang tidak tuntas atau berulang. Faktor predisposisi utama meliputi disfungsi tuba Eustachii dan paparan infeksi saluran napas atas secara terus-menerus.
Patogenesis penyakit ini melibatkan interaksi kompleks antara faktor mikroba, anatomis, dan lingkungan. Pemahaman etiologi yang komprehensif diperlukan untuk menentukan strategi terapi yang tepat dan mencegah komplikasi intrakranial maupun ekstrakranial.
Otitis media kronik merupakan peradangan menahun pada mukosa telinga tengah yang umumnya berawal dari disfungsi tuba Eustachius atau infeksi berulang yang tidak tuntas. Kondisi ini menyebabkan perubahan struktural permanen pada gendang telinga dan tulang-tulang pendengaran, sehingga mengganggu transmisi suara secara signifikan.
Proses inflamasi berkelanjutan memicu respons imun lokal yang menghasilkan enzim proteolitik dan mediator inflamasi. Zat-zat tersebut dapat merusak jaringan lunak maupun keras di ruang telinga tengah, termasuk risiko terbentuknya kolesteatom yang bersifat destruktif terhadap tulang sekitar.

Otitis media kronis umumnya bermanifestasi sebagai gangguan telinga yang berlangsung lebih dari enam minggu dengan karakteristik khas berupa sekret menahun dan penurunan pendengaran. Pasien biasanya datang tanpa nyeri hebat kecuali terjadi eksaserbasi akut atau komplikasi jaringan sekitarnya.
Manifestasi klinis sangat bergantung pada tipe lesi dan luasnya kerusakan struktur telinga tengah maupun dalam. Evaluasi fisik harus mencakup inspeksi liang telinga dan pemeriksaan penunjang untuk menentukan jenis perforasi serta derajat tuli.
Diagnosis Otitis Media Kronis ditegakkan secara klinis berdasarkan riwayat keluarnya cairan telinga yang berlangsung lebih dari enam minggu tanpa nyeri hebat disertai penurunan pendengaran progresif. Pemeriksaan fisik menggunakan otoskop mikroskopik menjadi standar baku untuk menilai lokasi perforasi, ukuran lubang, serta keberadaan jaringan abnormal di rongga tengah.
Klasifikasi tradisional memisahkan bentuk aman yang hanya melibatkan mukosa tubotimpani dengan bentuk tidak aman yang ditandai pertumbuhan epitel skuamosa ektopik dan potensi erosi struktur tulang. Penegakan diagnosis memerlukan integrasi temuan klinis dengan pemeriksaan penunjang terstandar.
Penatalaksanaan Otitis Media Kronik disesuaikan dengan klasifikasi klinis dan ada tidaknya komplikasi intratemporal. Pada bentuk non-kolesteatomatous, pendekatan konservatif menjadi prioritas utama melalui debridemen rutin dan pemberian agen antimikroba lokal. Edukasi pasien mengenai kebersihan telinga serta penanganan komorbid saluran napas atas merupakan komponen esensial dalam pencegahan kekambuhan.
Intervensi medis dan bedah dilakukan berdasarkan evaluasi klinis menyeluruh untuk mencegah kerusakan struktur telinga tengah yang lebih lanjut. Prinsip manajemen utama meliputi:
Otitis media kronik berpotensi memicu komplikasi serius yang diklasifikasikan menjadi intratemporal dan ekstratemporal. Mekanisme patofisiologis utamanya melibatkan penyebaran infeksi melalui dehisensi tulang, vena emitoran, atau jalur limfatik menuju struktur vital di sekitarnya. Deteksi dini dan manajemen terapeutik yang tepat mutlak diperlukan untuk mencegah defisit neurologis dan gangguan pendengaran permanen.
Concept Pages
Berlangganan premium umeds untuk akses penuh concept pages, video belajar, dan quiz untuk pendidikan kedokteran anda.
Belum punya akun? Daftar Gratis

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi