Sebagian besar kasus otitis eksterna disebabkan oleh infeksi. Beberapa faktor risiko dan agen penyebab meliputi:
Patofisiologi otitis eksterna dimulai ketika barier pertahanan alami kulit liang telinga terganggu, seringkali akibat maserasi atau trauma.
Otitis eksterna dapat diklasifikasikan berdasarkan durasi dan karakteristiknya:
Gejala otitis eksterna bervariasi tergantung jenisnya, namun yang paling khas adalah:
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.
Penting untuk membedakan otitis eksterna dari kondisi lain dengan gejala serupa:
| Kondisi | Gejala Khas | Pemeriksaan Fisik |
|---|---|---|
| Otitis Eksterna | Nyeri tarik daun telinga/tekan tragus (+), gatal, otorrhea | Edema, eritema liang telinga; MT intak, normal |
| Otitis Media Akut | Nyeri telinga, demam, penurunan pendengaran, riwayat ISPA; nyeri tarik daun telinga/tekan tragus (-) | MT bulging, hiperemis, perforasi, atau efusi |
| Mastoiditis Akut | Nyeri di belakang telinga, demam, bengkak/kemerahan di mastoid, pinna terdorong ke depan | Penebalan/kemerahan di mastoid, nyeri tekan mastoid |
| Furunkel (liar telinga) | Nyeri sangat hebat terlokalisir, benjolan merah di liang telinga | Lesi nodular merah, nyeri tekan lokal |
| Perikondritis | Nyeri, bengkak, kemerahan pada daun telinga (tidak melibatkan lobulus) | Peradangan terbatas pada kartilago pinna |
| Dermatitis Kontak | Gatal, kemerahan, vesikel/skuama di daun telinga dan liang telinga | Lesi kulit eksematosa |
Prinsip tatalaksana adalah membersihkan liang telinga, mengatasi infeksi, mengurangi peradangan, dan menghilangkan faktor predisposisi.
Meskipun umumnya jinak, otitis eksterna dapat menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani dengan baik:
Edukasi pasien sangat penting untuk mencegah kekambuhan:

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi