Otitis Eksterna

Pernah dengar istilah 'telinga perenang'? Itu adalah salah satu bentuk otitis eksterna yang sering kita temui! Kondisi peradangan liang telinga luar ini seringkali menimbulkan nyeri hebat dan bisa bikin mahasiswa kedokteran bingung membedakannya dengan otitis media. Padahal, penanganan keduanya sangat berbeda, lho. Yuk, kita kupas tuntas otitis eksterna, mulai dari penyebab utamanya, gejala khas yang patut diwaspadai, hingga strategi tatalaksana yang efektif untuk mencegah komplikasi serius. Siapkan diri Anda untuk menguasai topik ini di UKMPPD!

Definisi

Otitis eksterna adalah kondisi peradangan pada kulit liang telinga luar, yang dapat melibatkan aurikula dan membran timpani bagian luar. Kondisi ini sering disebabkan oleh infeksi bakteri atau jamur, dan umumnya bersifat akut.

Etiologi & Faktor Risiko

Sebagian besar kasus otitis eksterna disebabkan oleh infeksi. Beberapa faktor risiko dan agen penyebab meliputi:

  • Bakteri: Umumnya Pseudomonas aeruginosa (paling sering), Staphylococcus aureus, dan Streptococcus pyogenes.
  • Jamur: Aspergillus niger (sering menyebabkan otomycosis dengan hifa hitam) dan Candida albicans.
  • Faktor Risiko:
    • Kelembaban: Paparan air berlebihan (berenang, mandi) yang menyebabkan maserasi kulit liang telinga, mengubah pH, dan menciptakan lingkungan lembap (sering disebut Swimmer's Ear).
    • Trauma: Mengorek telinga dengan cotton bud, jari, atau benda asing lainnya dapat merusak barier kulit.
    • Alergi: Dermatitis kontak terhadap produk telinga atau perhiasan.
    • Penyakit kulit: Eksim, psoriasis, dermatitis seboroik.
    • Alat bantu dengar atau earphone: Dapat menyebabkan iritasi dan retensi kelembaban.
    • Diabetes Mellitus: Meningkatkan risiko otitis eksterna maligna.

Patofisiologi

Patofisiologi otitis eksterna dimulai ketika barier pertahanan alami kulit liang telinga terganggu, seringkali akibat maserasi atau trauma.

  • Gangguan Barier Kulit: Air atau trauma merusak lapisan pelindung kulit dan kelenjar seruminosa.
  • Perubahan Lingkungan: Kelembaban meningkatkan pH liang telinga (menjadi lebih basa), yang mendukung pertumbuhan bakteri patogen (terutama P. aeruginosa yang menyukai lingkungan basa).
  • Invasi Mikroorganisme: Bakteri atau jamur kemudian menginvasi kulit yang rusak, menyebabkan peradangan.
  • Respon Peradangan: Ditandai dengan edema, eritema, nyeri, dan keluarnya cairan (otorrhea).

Klasifikasi

Otitis eksterna dapat diklasifikasikan berdasarkan durasi dan karakteristiknya:

  • Otitis Eksterna Akut Difusa: Bentuk paling umum, melibatkan seluruh liang telinga. Disebabkan oleh bakteri dan berhubungan dengan paparan air.
  • Otitis Eksterna Sirkumskripta (Furunkel): Infeksi lokal pada folikel rambut atau kelenjar sebasea di liang telinga, sering disebabkan oleh S. aureus. Menimbulkan nyeri hebat.
  • Otitis Eksterna Kronis: Peradangan yang berlangsung lebih dari 3 bulan, sering akibat iritasi terus-menerus, alergi, atau infeksi jamur berulang.
  • Otitis Eksterna Maligna (Nekrotikans): Bentuk serius dan invasif, sering terjadi pada pasien imunokompromis (terutama diabetes mellitus dan lansia). Infeksi menyebar ke tulang temporal dan jaringan lunak sekitarnya, berpotensi fatal. Etiologi utama adalah P. aeruginosa.
  • Otomycosis: Otitis eksterna yang disebabkan oleh jamur, paling sering Aspergillus atau Candida.

Manifestasi Klinis

Gejala otitis eksterna bervariasi tergantung jenisnya, namun yang paling khas adalah:

  • Nyeri (otalgia) hebat: Gejala utama, sering memburuk saat daun telinga ditarik atau tragus ditekan.
  • Gatal: Terutama pada otomycosis.
  • Telinga terasa penuh atau tersumbat.
  • Otorrhea: Keluar cairan dari telinga, bisa jernih, purulen, atau berbau.
  • Penurunan pendengaran: Akibat sumbatan liang telinga oleh edema atau debris.
  • Demam: Jarang pada otitis eksterna akut difusa, namun bisa terjadi pada otitis eksterna maligna.

Penegakan Diagnosis

Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis dan pemeriksaan fisik.

  • Anamnesis: Riwayat paparan air, trauma telinga, riwayat penyakit (misal diabetes).
  • Pemeriksaan Fisik (Otoskopi):
    • Inspeksi: Edema, eritema liang telinga, adanya debris atau sekret.
    • Palpasi: Nyeri saat tragus ditekan atau daun telinga ditarik (khas otitis eksterna).
    • Otoskopi: Liang telinga tampak sempit, merah, bengkak, mungkin tertutup sekret atau debris. Membran timpani mungkin sulit dievaluasi, tetapi biasanya intak dan normal (membedakan dari otitis media).
    • Pada otomycosis, dapat terlihat hifa jamur (misal, bintik hitam pada A. niger) atau plak putih kekuningan.
    • Pada otitis eksterna maligna, dapat ditemukan jaringan granulasi di dasar liang telinga, terutama di perbatasan tulang-kartilago.
  • Pemeriksaan Penunjang (jika dicurigai komplikasi atau otitis eksterna maligna):
    • Kultur sekret telinga: Untuk identifikasi mikroorganisme dan uji sensitivitas antibiotik.
    • CT Scan/MRI: Untuk mengevaluasi penyebaran infeksi ke tulang atau jaringan lunak pada otitis eksterna maligna.

Diagnosis Banding

Penting untuk membedakan otitis eksterna dari kondisi lain dengan gejala serupa:

KondisiGejala KhasPemeriksaan Fisik
Otitis EksternaNyeri tarik daun telinga/tekan tragus (+), gatal, otorrheaEdema, eritema liang telinga; MT intak, normal
Otitis Media AkutNyeri telinga, demam, penurunan pendengaran, riwayat ISPA; nyeri tarik daun telinga/tekan tragus (-)MT bulging, hiperemis, perforasi, atau efusi
Mastoiditis AkutNyeri di belakang telinga, demam, bengkak/kemerahan di mastoid, pinna terdorong ke depanPenebalan/kemerahan di mastoid, nyeri tekan mastoid
Furunkel (liar telinga)Nyeri sangat hebat terlokalisir, benjolan merah di liang telingaLesi nodular merah, nyeri tekan lokal
PerikondritisNyeri, bengkak, kemerahan pada daun telinga (tidak melibatkan lobulus)Peradangan terbatas pada kartilago pinna
Dermatitis KontakGatal, kemerahan, vesikel/skuama di daun telinga dan liang telingaLesi kulit eksematosa

Tatalaksana

Prinsip tatalaksana adalah membersihkan liang telinga, mengatasi infeksi, mengurangi peradangan, dan menghilangkan faktor predisposisi.

  • Non-Farmakologis:
    • Toilet Telinga: Pembersihan liang telinga dari debris, sekret, dan serumen oleh dokter menggunakan alat hisap atau kuret. Ini sangat penting untuk efektivitas obat topikal.
    • Hindari Air: Jaga telinga tetap kering. Gunakan earplug atau kapas berlapis vaselin saat mandi/berenang.
    • Hindari Manipulasi: Jangan mengorek telinga dengan jari atau benda asing.
  • Farmakologis:
    • Topikal (pilihan utama untuk otitis eksterna akut difusa ringan-sedang):
      • Antibiotik tetes telinga: Mengandung Quinolone (misal: Ciprofloxacin, Ofloxacin) atau kombinasi Aminoglikosida (Neomycin, Gentamicin) dengan Polymyxin B.
      • Kortikosteroid tetes telinga: (misal: Hidrokortison, Deksametason) sering dikombinasikan dengan antibiotik untuk mengurangi peradangan dan nyeri.
      • Antijamur tetes telinga: Untuk otomycosis (misal: Clotrimazole, Nystatin).
      • Asidifikasi: Asam asetat 2% atau 5% dapat membantu mengembalikan pH normal liang telinga dan bersifat antibakteri/antijamur ringan.
    • Sistemik (untuk kasus berat, otitis eksterna maligna, selulitis, atau pasien imunokompromis):
      • Antibiotik oral: Misal Ciprofloxacin (terutama untuk P. aeruginosa), diberikan jika ada demam, limfadenopati, selulitis meluas, atau gagal terapi topikal.
      • Analgesik: Parasetamol atau NSAID untuk mengurangi nyeri.
      • Otitis Eksterna Maligna: Membutuhkan antibiotik intravena dosis tinggi (misal: Ciprofloxacin, Piperacillin-tazobactam) dan seringkali terapi jangka panjang. Debridemen bedah mungkin diperlukan.
    • Pemasangan Wick: Jika liang telinga sangat edematosa sehingga obat tetes tidak dapat masuk, wick (sumbu kapas/gauze) dapat dipasang untuk membantu penetrasi obat.

Komplikasi

Meskipun umumnya jinak, otitis eksterna dapat menimbulkan komplikasi jika tidak ditangani dengan baik:

  • Selulitis preaurikular atau periaurikular: Penyebaran infeksi ke jaringan lunak sekitar.
  • Perikondritis: Infeksi pada perikondrium daun telinga.
  • Abses: Pembentukan kumpulan nanah.
  • Otitis Eksterna Maligna: Komplikasi paling serius, berpotensi mengancam jiwa.
  • Stenosis liang telinga: Akibat peradangan kronis dan fibrosis.

Edukasi & Pencegahan

Edukasi pasien sangat penting untuk mencegah kekambuhan:

  • Jaga telinga tetap kering: Keringkan telinga setelah mandi/berenang dengan handuk lembut atau pengering rambut setelan rendah. Gunakan earplug saat berenang.
  • Hindari mengorek telinga: Jangan gunakan cotton bud atau benda lain yang dapat melukai liang telinga.
  • Kontrol penyakit penyerta: Terutama diabetes mellitus.
  • Hindari alergen: Jika ada riwayat alergi terhadap produk telinga.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds