Osteosarkoma adalah tumor ganas primer tulang yang paling sering, ditandai dengan produksi matriks osteoid atau tulang imatur oleh sel-sel tumor. Tumor ini berasal dari sel mesenkimal primitif.
Sarkoma Ewing (Ewing Sarcoma) adalah tumor ganas primer tulang kedua terbanyak pada anak dan remaja, termasuk dalam kelompok tumor Ewing Sarcoma Family of Tumors (ESFT). Secara histopatologi, ia merupakan tumor sel bulat kecil biru (small round blue cell tumor) dengan asal neuroektodermal, ditandai oleh translokasi kromosom spesifik.
| Karakteristik | Osteosarkoma | Sarkoma Ewing |
|---|---|---|
| Insidensi | Tumor ganas primer tulang paling umum (selain mieloma multipel). | Tumor ganas primer tulang kedua paling umum pada anak/remaja. |
| Puncak Usia | Bimodal: Puncak pertama pada remaja/dewasa muda (10-20 tahun), puncak kedua pada lansia (>60 tahun). | Anak-anak dan dewasa muda (5-20 tahun). Jarang pada usia |
| Lokasi Umum | Metafisis tulang panjang (mis. femur distal, tibia proksimal, humerus proksimal). | Diafisis tulang panjang (mis. femur, tibia, humerus) atau tulang pipih (mis. pelvis, skapula, iga). |
| Faktor Risiko/Genetik |
|
|
Osteosarkoma: Berawal dari mutasi genetik pada osteoblas primitif atau sel mesenkimal yang berdiferensiasi menjadi osteoblas, menyebabkan proliferasi sel yang tidak terkontrol dan produksi matriks osteoid yang tidak teratur. Sel-sel ini bersifat anaplastik dan invasif.
Sarkoma Ewing: Terjadi akibat translokasi kromosom yang menghasilkan protein fusi onkogenik (mis. EWS-FLI1). Protein fusi ini bertindak sebagai faktor transkripsi abnormal yang mengganggu regulasi gen, memicu proliferasi sel yang tidak terkontrol dan menghambat diferensiasi, seringkali dari sel-sel punca mesenkimal atau neuroektodermal primitif.
Gejala umum untuk kedua tumor ini meliputi:
Perbedaan yang mungkin:
Merupakan pemeriksaan awal. Temuan khas:
Pemeriksaan terbaik untuk menilai ekstensi tumor intrakompartemen, keterlibatan sumsum tulang, skip lesions, hubungan dengan neurovaskular, dan ukuran massa jaringan lunak. Penting untuk perencanaan operasi.
Berguna untuk menilai detail korteks tulang, kalsifikasi matriks, dan terutama untuk mendeteksi metastasis paru (metastasis paru adalah yang paling umum untuk kedua tumor).
Untuk skrining metastasis ke tulang lain atau lokasi ekstraosseus.
Pemeriksaan definitif. Biopsi harus dilakukan oleh ahli bedah ortopedi onkologi atau radiologi intervensi yang berpengalaman untuk menghindari kontaminasi dan memastikan sampel representatif. Jenis biopsi bisa berupa biopsi jarum inti (core needle biopsy) atau biopsi insisi.
Tatalaksana untuk kedua tumor ini bersifat multimodal dan melibatkan tim multidisiplin (ahli bedah ortopedi onkologi, onkolog medis, radioterapis, radiolog, patolog).
Merupakan komponen krusial untuk kedua tumor, diberikan secara neoadjuvant (pre-operatif) untuk mengecilkan tumor, membunuh sel mikrometastasis, dan menilai respons tumor, serta secara adjuvant (post-operatif) untuk eradikasi sisa sel tumor.
Tujuan utama adalah reseksi tumor secara radikal dengan batas bebas tumor (margin negatif).
Peran radioterapi berbeda pada kedua tumor:
Bergantung pada stadium saat diagnosis, respons terhadap kemoterapi neoadjuvant, keberhasilan reseksi dengan margin negatif, dan ada tidaknya metastasis.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi