Omfalokel vs Gastroskizis: Perbedaan Krusial Defek Dinding Abdomen

Omfalokel dan Gastroskizis seringkali tertukar, padahal keduanya adalah kelainan kongenital dinding abdomen dengan patofisiologi, manifestasi klinis, dan implikasi tatalaksana yang sangat berbeda! Memahami perbedaan mendasar ini adalah kunci untuk diagnosis tepat dan penatalaksanaan optimal, serta sering menjadi jebakan di soal UKMPPD, loh. Yuk, kuasai seluk-beluknya agar siap menghadapi kasus di klinik maupun ujian!

Definisi

Omfalokel adalah defek kongenital pada dinding abdomen di garis tengah, di mana organ intra-abdomen (usus, hati, dll.) mengalami herniasi melalui cincin umbilikalis dan terbungkus oleh kantung yang terdiri dari peritoneum dan amnion.

Gastroskizis adalah defek kongenital pada dinding abdomen, biasanya di sebelah kanan umbilikus, di mana organ intra-abdomen (umumnya usus) mengalami herniasi ke luar tanpa terbungkus oleh kantung atau membran.

Etiologi & Patofisiologi

  • Omfalokel: Diperkirakan terjadi akibat kegagalan migrasi lipatan lateral atau penutupan dinding abdomen pada minggu ke-6 hingga ke-10 kehamilan, yang mengakibatkan usus tetap berada di luar rongga abdomen. Sering dikaitkan dengan kelainan kromosom (trisomi 13, 18, 21), sindrom Beckwith-Wiedemann, dan kelainan jantung.
  • Gastroskizis: Etiologi pasti belum jelas, namun teori yang paling diterima adalah kegagalan fusi lipatan dinding tubuh lateral atau atrofi prematur vena umbilikalis kanan yang menyebabkan iskemia dan nekrosis dinding abdomen. Umumnya tidak berhubungan dengan kelainan kromosom atau sindrom genetik.

Manifestasi Klinis & Karakteristik

  • Omfalokel:
    • Defek terletak di garis tengah abdomen, melalui cincin umbilikalis.
    • Organ yang herniasi terbungkus kantung transparan (peritoneum dan amnion).
    • Tali pusat menempel pada puncak kantung.
    • Organ yang herniasi bisa berupa usus, hati, limpa, atau organ lain.
    • Sering disertai kelainan kongenital lain (jantung, genitourinaria, saluran cerna, kromosom).
    • Bayi sering menunjukkan pertumbuhan yang normal atau makrosomia.
  • Gastroskizis:
    • Defek terletak di paraumbilikal (biasanya di sebelah kanan umbilikus).
    • Organ yang herniasi tidak terbungkus kantung, terpapar langsung ke cairan amnion.
    • Tali pusat terletak normal, terpisah dari defek.
    • Organ yang herniasi umumnya hanya usus (jarang hati).
    • Jarang disertai kelainan kongenital mayor lainnya (kecuali anomali usus).
    • Bayi sering mengalami intrauterine growth restriction (IUGR) dan prematuritas.

Pemeriksaan Penunjang (Prenatal)

Diagnosis prenatal keduanya dapat ditegakkan melalui ultrasonografi (USG) antenatal. USG dapat membedakan adanya kantung, lokasi defek, dan jenis organ yang mengalami herniasi. Penting untuk membedakan keduanya karena implikasi tatalaksana dan prognosis yang berbeda, terutama terkait skrining kelainan penyerta pada omfalokel.

Tatalaksana Awal & Prinsip Bedah

Kedua kondisi memerlukan penanganan gawat darurat setelah lahir.

  • Tatalaksana Awal (Keduanya):
    • Mencegah hipotermia: Bungkus bayi dengan plastik steril atau selimut penghangat.
    • Mencegah dehidrasi: Pasang infus cairan IV.
    • Mencegah infeksi: Tutup organ yang terpapar dengan kasa steril lembap, pasang nasogastric tube (NGT) untuk dekompresi.
    • Transportasi ke pusat bedah anak.
  • Prinsip Bedah:
    • Omfalokel: Tujuan utama adalah mengembalikan organ ke rongga abdomen dan menutup defek. Dapat dilakukan penutupan primer (jika defek kecil) atau penutupan bertahap menggunakan silo atau patch jika defek besar.
    • Gastroskizis: Tujuan utama adalah melindungi usus dari kontaminasi dan mengembalikan ke rongga abdomen. Penutupan primer (jika memungkinkan) atau bertahap menggunakan silo untuk reduksi usus secara perlahan.

Komplikasi & Prognosis

  • Omfalokel:
    • Komplikasi: Ruptur kantung, infeksi, hipotermia, hipoglikemia.
    • Prognosis: Sangat bergantung pada ada tidaknya kelainan kongenital penyerta. Jika tidak ada kelainan mayor, prognosis umumnya baik.
  • Gastroskizis:
    • Komplikasi: Atresia usus, volvulus, nekrosis usus, sepsis, gangguan motilitas usus (ileus berkepanjangan), malabsorpsi. Usus yang terpapar cairan amnion dapat mengalami inflamasi dan edema.
    • Prognosis: Umumnya baik jika tidak ada komplikasi usus berat, meskipun sering memerlukan perawatan intensif dan nutrisi parenteral total (NPT) jangka panjang.

Tabel Perbandingan Omfalokel vs Gastroskizis

KriteriaOmfalokelGastroskizis
Lokasi DefekGaris tengah, melalui cincin umbilikalisParaumbilikal (umumnya kanan umbilikus)
Ada/Tidak KantungAda, terbungkus peritoneum dan amnionTidak ada, usus terpapar langsung
Hubungan Tali PusatMenempel pada puncak kantungNormal, terpisah dari defek
Organ HerniasiUsus, hati, limpa, organ lainUmumnya usus saja (jarang hati)
Kelainan PenyertaSering (+), terutama kelainan kromosom, jantung, sindrom genetikJarang (+), umumnya hanya anomali usus
Ukuran BayiPertumbuhan normal atau makrosomiaSering IUGR dan prematuritas
Kondisi UsusNormal, terlindungi kantungEdema, inflamasi, memendek karena terpapar cairan amnion
Prognosis UmumTergantung kelainan penyertaUmumnya baik jika tidak ada komplikasi usus berat

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds