Oklusi Vaskular Retina

Oklusi vaskular retina adalah kondisi serius yang bisa menyebabkan kehilangan penglihatan mendadak dan permanen. Ini melibatkan sumbatan pada pembuluh darah arteri atau vena di retina, dengan manifestasi klinis dan penanganan yang berbeda. Jangan sampai salah diagnosis atau tatalaksana, karena waktu adalah penglihatan! Yuk, pahami seluk-beluknya untuk persiapan UKMPPD Anda.

Definisi

Oklusi vaskular retina adalah kondisi kegawatdaruratan oftalmologi yang disebabkan oleh sumbatan pada pembuluh darah (arteri atau vena) di retina, mengakibatkan iskemia dan kerusakan sel fotoreseptor. Kondisi ini dapat menyebabkan penurunan tajam penglihatan mendadak yang bervariasi.

Klasifikasi

Oklusi vaskular retina diklasifikasikan berdasarkan jenis pembuluh darah yang terkena dan lokasinya:

  • Oklusi Arteri Retina (RAO): Sumbatan pada arteri yang membawa darah ke retina.
    • Central Retinal Artery Occlusion (CRAO): Sumbatan pada arteri retina sentral.
    • Branch Retinal Artery Occlusion (BRAO): Sumbatan pada cabang arteri retina.
  • Oklusi Vena Retina (RVO): Sumbatan pada vena yang mengalirkan darah dari retina.
    • Central Retinal Vein Occlusion (CRVO): Sumbatan pada vena retina sentral.
    • Branch Retinal Vein Occlusion (BRVO): Sumbatan pada cabang vena retina.

Etiologi & Faktor Risiko

Penyebab utama adalah emboli (untuk RAO) dan trombosis (untuk RVO). Faktor risiko umum meliputi:

  • Penyakit Kardiovaskular: Hipertensi, aterosklerosis, penyakit jantung koroner, fibrilasi atrium.
  • Diabetes Mellitus.
  • Dislipidemia.
  • Glaucoma (terutama untuk CRVO).
  • Kelainan Koagulasi Darah: Trombofilia (misalnya defisiensi protein C/S, faktor V Leiden).
  • Vaskulitis Sistemik: Arteritis sel raksasa (Giant Cell Arteritis/GCA) – penting untuk didiagnosis dini pada CRAO.
  • Peningkatan Tekanan Intraokular (TIO).
  • Usia Lanjut.
  • Merokok.

Patofisiologi

  • Oklusi Arteri Retina (RAO): Sumbatan arteri menyebabkan iskemia retina akut. Sel-sel fotoreseptor dan sel ganglion retina sangat sensitif terhadap hipoksia, sehingga kerusakan ireversibel dapat terjadi dalam waktu singkat (sekitar 90-240 menit).
  • Oklusi Vena Retina (RVO): Sumbatan vena menyebabkan penumpukan darah dan cairan di retina (stasis vena). Peningkatan tekanan hidrostatik menyebabkan kebocoran cairan, darah, dan lipid ke jaringan retina, mengakibatkan edema makula dan perdarahan retina. Iskemia sekunder juga dapat terjadi akibat peningkatan tekanan intralumen vena.

Manifestasi Klinis

Tanda dan gejala bervariasi tergantung jenis oklusi:

Jenis OklusiGejalaTanda Funduskopi
CRAOPenurunan tajam penglihatan mendadak, tanpa nyeri, unilateral.
  • Edema retina difus (retina pucat)
  • Cherry-red spot pada makula (fovea relatif tipis sehingga sirkulasi koroid masih terlihat)
  • Arteri retina menyempit/attenuated
  • Emboli (terkadang terlihat)
  • Defek pupil aferen (APD) positif
BRAOPenurunan tajam penglihatan mendadak, tanpa nyeri, unilateral, seringkali melibatkan sebagian lapang pandang (mis. skotoma altitudinal).
  • Edema retina terlokalisasi di area yang disuplai arteri yang tersumbat
  • Emboli (terkadang terlihat)
CRVOPenurunan tajam penglihatan mendadak atau bertahap, tanpa nyeri, unilateral.
  • Perdarahan retina difus (flame-shaped dan dot-blot hemorrhages) di keempat kuadran
  • Edema diskus optikus
  • Pelebaran dan tortuositas vena retina
  • Cotton wool spots
  • Edema makula
BRVOPenurunan tajam penglihatan mendadak atau bertahap, tanpa nyeri, unilateral, seringkali melibatkan sebagian lapang pandang.
  • Perdarahan retina dan edema hanya pada area yang dialiri vena yang tersumbat (biasanya di satu kuadran)
  • Pelebaran dan tortuositas vena retina
  • Edema makula terlokalisasi

Pemeriksaan Penunjang

  • Funduskopi: Pemeriksaan retina langsung untuk melihat tanda-tanda di atas.
  • Fluorescein Angiography (FA): Gold standar untuk mengidentifikasi area non-perfusi, kebocoran kapiler, edema makula, dan neovaskularisasi.
  • Optical Coherence Tomography (OCT): Mendeteksi dan mengukur edema makula, serta menilai ketebalan retina.
  • Pemeriksaan Laboratorium:
    • RAO: ESR, CRP (untuk menyingkirkan GCA), profil lipid, gula darah, EKG, USG karotis (mencari sumber emboli).
    • RVO: Gula darah, profil lipid, tekanan darah, skrining trombofilia (pada pasien muda tanpa faktor risiko klasik).
  • Pemeriksaan Tekanan Intraokular (TIO): Penting karena glaukoma merupakan faktor risiko RVO.

Diagnosis Banding

  • Amaurosis Fugax: Kehilangan penglihatan sementara, seringkali seperti tirai yang turun.
  • Neuritis Optikus: Penurunan penglihatan disertai nyeri saat menggerakkan mata, defek lapang pandang, disfungsi penglihatan warna.
  • Perdarahan Vitreus: Penurunan penglihatan mendadak, gambaran fundus sulit dinilai.
  • Ablasio Retina: Kilatan cahaya (fotopsia), floaters, tirai gelap di lapang pandang.
  • Neuropati Optik Iskemik Anterior (AION): Penurunan penglihatan mendadak, edema diskus optikus.

Tatalaksana

Oklusi Arteri Retina (RAO)

Tatalaksana bersifat gawat darurat dan bertujuan untuk mengembalikan aliran darah secepat mungkin (dalam 90-240 menit pertama).

  • Pijatan Okular Intermiten: Menekan dan melepaskan bola mata berulang kali untuk memobilisasi emboli.
  • Paracentesis Bilik Mata Depan: Mengurangi TIO untuk meningkatkan perfusi retina.
  • Vasodilator: Inhalasi campuran oksigen-karbon dioksida (95% O2, 5% CO2) atau obat-obatan seperti asetazolamid oral.
  • Trombolisis Intra-arterial: Kontroversial, dilakukan di pusat tersier dengan risiko tinggi.
  • Hiperbarik Oksigen: Dapat membantu menjaga viabilitas retina.
  • Pencarian Etiologi: Sangat penting untuk mencegah kekambuhan (misalnya penanganan GCA, kontrol faktor risiko kardiovaskular).

Oklusi Vena Retina (RVO)

Tatalaksana berfokus pada komplikasi, terutama edema makula dan neovaskularisasi.

  • Observasi: Untuk kasus ringan tanpa edema makula signifikan atau iskemia.
  • Injeksi Anti-VEGF Intravitreal (mis. Ranibizumab, Aflibercept, Bevacizumab): Pilihan utama untuk mengurangi edema makula dan neovaskularisasi.
  • Injeksi Steroid Intravitreal (mis. Deksametason implan, Triamcinolone): Alternatif untuk edema makula, terutama jika anti-VEGF tidak efektif atau kontraindikasi.
  • Laser Fotokoagulasi:
    • Panretinal Photocoagulation (PRP): Untuk neovaskularisasi sekunder akibat iskemia retina luas.
    • Laser Makula Fokus/Grid: Untuk edema makula kronis pada BRVO (setelah resolusi perdarahan).
  • Pencarian dan Kontrol Faktor Risiko: Hipertensi, diabetes, glaukoma, dll.

Komplikasi

  • Kehilangan Penglihatan Permanen: Terutama pada CRAO.
  • Edema Makula Kronis: Penyebab utama penurunan penglihatan pada RVO.
  • Neovaskularisasi Retina atau Diskus Optikus: Akibat iskemia, dapat menyebabkan perdarahan vitreus atau glaukoma neovaskular.
  • Glaukoma Neovaskular: Komplikasi serius, terutama pada CRVO iskemik, yang sulit ditangani.
  • Ablasio Retina Traksional (jarang).

Prognosis

  • CRAO: Prognosis penglihatan umumnya buruk, dengan sebagian besar pasien mengalami penurunan tajam penglihatan yang signifikan dan permanen, bahkan dengan tatalaksana cepat.
  • BRAO: Prognosis lebih baik daripada CRAO, terutama jika makula tidak terlibat.
  • CRVO: Prognosis bervariasi. Tipe non-iskemik memiliki prognosis lebih baik. Dengan pengobatan anti-VEGF, banyak pasien dapat mempertahankan atau memperbaiki penglihatan.
  • BRVO: Prognosis umumnya paling baik di antara semua jenis oklusi, terutama jika edema makula dapat diatasi.

Referensi

Ada Hadiah Buatmu! Diskon 10% Buat Semua Produk - Kode NEWUSER10

Belajar Jadi Dokter Hebat Cukup dalam Genggaman

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi

4.8
Rating
15K+
Downloads
500+
Doctors
Customer Support umeds