Penyebab obstruksi saluran napas sangat bervariasi tergantung lokasi:
Mekanisme utama obstruksi saluran napas melibatkan:
Akibatnya, terjadi peningkatan resistensi aliran udara, terutama saat ekspirasi, menyebabkan udara terperangkap (air trapping) di paru-paru dan hiperinflasi.
Gejala umum obstruksi saluran napas meliputi:
Diagnosis ditegakkan berdasarkan anamnesis, pemeriksaan fisik, dan pemeriksaan penunjang.
Beberapa pemeriksaan penunjang penting untuk mengonfirmasi dan menilai derajat obstruksi:
Penting untuk membedakan obstruksi saluran napas dari kondisi lain yang memiliki gejala serupa:
| Kondisi | Ciri Khas |
| Asma Bronkial | Reversibel, variabilitas gejala, riwayat alergi, respon baik terhadap bronkodilator. |
| PPOK | Ireversibel/kurang reversibel, riwayat merokok/paparan, progresif, onset usia tua. |
| Gagal Jantung Kongestif | Ortopnea, PND, edema perifer, kardiomegali, ronkhi basah (bukan wheezing murni). |
| Emboli Paru | Onset akut, dispnea mendadak, nyeri dada pleuritik, takikardia, hipoksemia. |
| Kanker Paru | Batuk kronis, penurunan BB, hemoptisis, massa pada pencitraan. |
| Pneumonia | Demam, batuk produktif, konsolidasi pada rontgen. |
| Benda Asing Saluran Napas | Onset mendadak, riwayat tersedak, sering pada anak. |
Prinsip tatalaksana adalah mengatasi penyebab obstruksi, melebarkan saluran napas, dan mengelola gejala.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi