Obstructive Sleep Apnea (OSA) adalah gangguan tidur yang ditandai oleh episode berulang obstruksi parsial atau total pada saluran napas atas selama tidur, menyebabkan penghentian atau penurunan aliran udara meskipun ada upaya napas.
Episode ini menyebabkan penurunan saturasi oksigen dan sering diakhiri dengan arousal singkat dari tidur.
Kriteria diagnostik utama melibatkan jumlah kejadian apnea (henti napas >10 detik) dan hypopnea (penurunan aliran udara >30% disertai desaturasi O2 >3% atau arousal) per jam tidur, yang disebut Apnea-Hypopnea Index (AHI) atau Respiratory Disturbance Index (RDI).
OSA terjadi karena kolapsnya saluran napas atas. Beberapa faktor yang berkontribusi meliputi:
Patofisiologi OSA berpusat pada kegagalan mempertahankan patensi saluran napas atas selama tidur.
Gejala OSA dapat dibagi menjadi gejala nokturnal (saat tidur) dan diurnal (saat bangun).
Diagnosis OSA ditegakkan berdasarkan kombinasi gejala klinis dan hasil pemeriksaan objektif.
Penting untuk membedakan OSA dari kondisi lain dengan gejala serupa:
Tujuan tatalaksana adalah mengurangi episode apnea/hypopnea, memperbaiki saturasi oksigen, mengurangi kantuk di siang hari, dan mencegah komplikasi.
OSA yang tidak diobati dapat menyebabkan berbagai komplikasi serius:
Prognosis OSA sangat bergantung pada diagnosis dini dan kepatuhan terhadap tatalaksana.
Edukasi pasien merupakan kunci keberhasilan tatalaksana jangka panjang.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi