Obat Antidiabetik Oral (OAD) adalah kelompok obat yang digunakan untuk mengelola diabetes melitus Tipe 2 (DMT2) ketika modifikasi gaya hidup (diet dan olahraga) saja tidak cukup untuk mencapai kontrol glikemik yang optimal. OAD bekerja melalui berbagai mekanisme untuk menurunkan kadar glukosa darah. Pemahaman mendalam tentang OAD sangat krusial dalam praktik klinis dan persiapan ujian kompetensi.
Berikut adalah tabel ringkasan golongan OAD utama, contoh obat, mekanisme kerja, efek samping, dan catatan klinis penting yang perlu kamu ketahui:
| Golongan | Contoh Obat | Mekanisme Kerja | Efek Samping Utama | Catatan Klinis Penting |
| Biguanida | Metformin | Menurunkan produksi glukosa hepar (glukoneogenesis), meningkatkan sensitivitas insulin di perifer. | Gangguan gastrointestinal (mual, diare, kembung), asidosis laktat (jarang, tapi serius), defisiensi vitamin B12. | Lini pertama untuk DMT2. Tidak menyebabkan hipoglikemia. Efek netral atau menurunkan berat badan. Kontraindikasi pada GFR <30 mL/menit/1.73m². Hentikan sementara pada pemeriksaan kontras beryodium. |
| Sulfonilurea (SU) | Glibenklamid, Gliklazid, Glimepirid | Merangsang sekresi insulin dari sel beta pankreas (menghambat kanal K-ATP). | Hipoglikemia, peningkatan berat badan. | Potensi hipoglikemia tinggi (terutama Glibenklamid), hati-hati pada lansia dan gangguan ginjal/hepar. Efektivitas menurun seiring waktu (kegagalan sekunder). |
| Glinid | Repaglinid, Nateglinid | Merangsang sekresi insulin cepat dan singkat dari sel beta pankreas (menghambat kanal K-ATP). | Hipoglikemia (lebih ringan dari SU), peningkatan berat badan. | Diminum segera sebelum makan. Cocok untuk pasien dengan pola makan tidak teratur. Durasi kerja pendek. |
| Penghambat Alfa-Glukosidase | Acarbose | Menghambat enzim alfa-glukosidase di usus halus, menunda penyerapan karbohidrat. | Flatulensi, diare, nyeri abdomen. | Diminum bersama suapan pertama makanan. Tidak menyebabkan hipoglikemia. Efek minimal pada berat badan. |
| Tiazolidindion (TZD) | Pioglitazon | Meningkatkan sensitivitas insulin di jaringan perifer dan hepar (agonis PPAR-gamma). | Edema, peningkatan berat badan, gagal jantung kongestif (kontraindikasi), risiko fraktur, kanker kandung kemih (Pioglitazon). | Tidak menyebabkan hipoglikemia. Efek onset lambat (mingguan). Kardioproteksi (Pioglitazon pada beberapa studi). |
| Penghambat Dipeptidyl Peptidase-4 (DPP-4 Inhibitor) | Sitagliptin, Vildagliptin, Linagliptin, Saxagliptin | Menghambat degradasi inkretin (GLP-1 dan GIP), meningkatkan sekresi insulin tergantung glukosa dan menekan glukagon. | Nasofaringitis, pankreatitis (jarang), reaksi hipersensitivitas. | Tidak menyebabkan hipoglikemia. Efek netral pada berat badan. Umumnya ditoleransi baik. Linagliptin tidak perlu penyesuaian dosis pada gangguan ginjal. |
| Penghambat Sodium-Glucose Co-transporter 2 (SGLT2 Inhibitor) | Dapagliflozin, Empagliflozin, Canagliflozin | Menghambat reabsorpsi glukosa di tubulus proksimal ginjal, meningkatkan ekskresi glukosa melalui urin. | Infeksi saluran kemih (ISK), infeksi genital mikotik, dehidrasi, hipotensi, ketoasidosis euglikemik (jarang). | Menurunkan berat badan, menurunkan tekanan darah. Terbukti kardioprotektif dan nefroprotektif (Empagliflozin, Dapagliflozin). Risiko hipoglikemia rendah. |
Pemilihan OAD harus dilakukan secara individual berdasarkan berbagai faktor, antara lain:
Seringkali, satu jenis OAD tidak cukup untuk mencapai kontrol glikemik yang optimal. Kombinasi OAD dengan mekanisme kerja yang berbeda dapat memberikan efek sinergis dan mencapai target glikemik yang lebih baik. Contoh kombinasi umum meliputi:
Pemilihan kombinasi juga harus mempertimbangkan profil pasien dan tujuan terapi.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi