Nyeri Punggung Bawah (NPB) didefinisikan sebagai nyeri dan ketidaknyamanan yang terlokalisasi di area antara tepi kosta terbawah hingga lipat glutea inferior, dengan atau tanpa nyeri yang menjalar ke tungkai (skiatika).
Klasifikasi NPB dapat dilihat dari beberapa aspek:
Penyebab NPB sangat bervariasi, namun sebagian besar bersifat non-spesifik.
Beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami NPB:
Manifestasi klinis NPB bervariasi tergantung etiologinya. Gejala umum meliputi nyeri tumpul, tajam, atau seperti terbakar di area punggung bawah, yang dapat menjalar ke bokong atau tungkai.
Red Flags (Tanda Bahaya) adalah gejala yang mengindikasikan kemungkinan adanya kondisi serius dan memerlukan evaluasi segera:
Yellow Flags (Tanda Psikososial) adalah faktor-faktor yang dapat memprediksi risiko kronisitas dan disabilitas, seperti keyakinan negatif tentang nyeri, perilaku menghindari aktivitas, depresi, kecemasan, atau masalah pekerjaan.
Diagnosis NPB ditegakkan melalui anamnesis dan pemeriksaan fisik yang cermat.
Pemeriksaan penunjang tidak rutin dilakukan pada NPB akut non-spesifik. Indikasi pemeriksaan penunjang adalah adanya red flags atau nyeri persisten yang tidak membaik dengan tatalaksana konservatif.
Penting untuk membedakan NPB dari kondisi lain yang memiliki gejala serupa.
| Kondisi | Karakteristik Nyeri | Gejala Penyerta | Pemeriksaan Fisik/Penunjang Kunci |
| NPB Non-Spesifik | Nyeri tumpul, pegal, diperburuk aktivitas, membaik istirahat. | Tidak ada red flags atau defisit neurologis. | Pemeriksaan fisik normal, pencitraan biasanya normal. |
| Hernia Nukleus Pulposus (HNP) | Nyeri tajam, menjalar ke tungkai (skiatika) sesuai dermatom, diperburuk batuk/bersin/mengejan. | Parestesia, kelemahan otot, hiporefleksia di dermatom/miotom terkait. | SLR positif, MRI menunjukkan penonjolan diskus. |
| Stenosis Spinal | Nyeri/kram tungkai saat berdiri/berjalan (neurogenic claudication), membaik saat duduk/membungkuk ke depan. | Kelemahan atau baal pada tungkai, terutama saat aktivitas. | MRI menunjukkan penyempitan kanalis spinalis. |
| Spondilolistesis | Nyeri punggung bawah kronis, diperburuk aktivitas, kadang nyeri menjalar. | Kadang kelemahan tungkai, nyeri tekan pada area pergeseran. | X-ray lateral menunjukkan pergeseran vertebra. |
| Spondiloartropati (mis. Ankilosing Spondilitis) | Nyeri punggung inflamasi: onset bertahap, memburuk saat istirahat/pagi hari, membaik dengan aktivitas. | Kekakuan pagi hari > 30 menit, sakroiliitis, uveitis, entesitis. | Peningkatan LED/CRP, HLA-B27 positif, X-ray/MRI sakroiliaka menunjukkan sakroiliitis. |
| Sindrom Cauda Equina | Nyeri punggung hebat, nyeri tungkai bilateral. | Saddle anesthesia, disfungsi BAB/BAK (inkontinensia/retensi), kelemahan tungkai bilateral progresif. | Kegawatdaruratan medis, MRI segera. |
Tatalaksana NPB harus disesuaikan dengan etiologi, durasi, dan tingkat keparahan nyeri. Sebagian besar kasus NPB non-spesifik dapat diatasi dengan tatalaksana konservatif.
Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat NPB, terutama jika tidak ditangani dengan baik atau jika penyebabnya serius:
Edukasi pasien sangat penting untuk manajemen dan pencegahan NPB berulang.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi