Nyeri kepala secara garis besar dibagi menjadi dua kategori utama, yaitu nyeri kepala primer dan nyeri kepala sekunder.
Klasifikasi yang lebih rinci mengikuti panduan dari International Classification of Headache Disorders (ICHD).
Parenkim otak itu sendiri tidak memiliki reseptor nyeri (nociceptor). Oleh karena itu, nyeri kepala timbul dari aktivasi struktur sensitif nyeri di area kepala dan leher. Struktur-struktur ini meliputi:
Aktivasi nociceptor pada struktur ini, baik oleh rangsangan mekanik, termal, maupun kimiawi, akan mengirimkan sinyal nyeri ke otak, yang kemudian diinterpretasikan sebagai nyeri kepala. Peran sistem trigeminal-vaskular sangat sentral dalam patofisiologi banyak nyeri kepala primer, seperti migrain.
Meskipun sebagian besar nyeri kepala bersifat primer dan tidak berbahaya, penting untuk mengenali tanda bahaya (red flags) yang mungkin mengindikasikan nyeri kepala sekunder yang serius. Ingatlah mnemonic SNOOP4:
Adanya salah satu dari tanda-tanda ini memerlukan evaluasi lebih lanjut yang cepat.
Diagnosis nyeri kepala sangat bergantung pada anamnesis dan pemeriksaan fisik yang cermat.
Pendekatan tatalaksana nyeri kepala bergantung pada klasifikasi dan penyebabnya.

Akses materi pembelajaran, video kuliah, dan latihan soal kapan saja di satu aplikasi